Kemenkes Butuh Dukungan Pasokan Bahan Baku Jamu

Arsito Hidayatullah

Jum'at, 06 Februari 2015 | 01:36 WIB
Kemenkes Butuh Dukungan Pasokan Bahan Baku Jamu
Gerakan Minum Jamu

Suara.com - Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) disebut membutuhkan dukungan pasokan bahan baku jamu, seiring dengan meningkat pesatnya jumlah pasien klinik saintifikasi jamu.

"Jejaring saintifikasi jamu sekarang ada 384 dokter, 68 apoteker. Sekarang masih sedikit yang buka praktik klinik jamu, jadi masih cukup. Kalau semua buka, kita tidak kuat," ungkap Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Kemenkes, Indah Yuning Prapti, di Tawangmangu, Jawa Tengah, Kamis (5/2/2015).

Saat ini, menurut Indah, baru 27 persen atau sepertiga dokter saintifikasi jamu yang aktif membuka praktik. Dari jumlah itu, semua bahan baku jamunya berasal dari B2P2TOOT Tawangmangu.

"Mereka sudah percaya (bahwa) bahan baku dari sini sudah baik. Karena sejak dari benih sampai jamu mengikuti peraturan yang berlaku, (yaitu) di budidaya menggunakan good agriculture practice, sedangkan di pascapanen menggunakan good handling practice," ujar Indah.

Guna mencukupi kebutuhan bahan baku jamu yang akan semakin bertambah, Indah berharap di setiap kabupaten ada semacam mini model B2P2TOOT Tawangmangu.

"Seandainya pun tidak, minimal punya sumber bahan baku seperti di sini. Jadi, mereka harus bisa merangkul petani," tuturnya.

Pembudidayaan tanaman obat sendiri, menurut Indah, sebenarnya masih termasuk domain Kementerian Pertanian (Kementan). Namun sejauh ini dukungan pasokan bahan baku yang diharapkan tersebut belum dapat dipenuhi.

Menurut Indah, saat ini Klinik Saintifikasi Jamu atau Hortus Medicus menyiapkan 200 kilogram (kg) temulawak dan 180 kg kunyit setiap harinya. Sementara jika jejaring saintifikasi jamu semakin berkembang, otomatis bahan baku yang tersedia pun harus lebih banyak dari itu.

"Makanya, pendampingan ke petani itu yang sulit-sulit gampang," ujarnya pula.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes, Tjandra Yoga Aditama, pihaknya sudah bertemu dengan Balitbang Kementan. "Selain itu, kita juga sudah bertemu dengan pihak LIPI, langsung bicara dengan pihak Kebun Raya Bogor terkait dengan tanaman obat," jelasnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkes, Untung Suseno Sutarjo, pun mengatakan bahwa pengembangan bahan baku tanaman obat dan obat tradisional ini perlu mendapat dukungan dari lintas sektoral, termasuk Kementan. Sementara, Dirjen Bina Farmasi dan Alkes Kemenkes, Linda Maura Sitanggang, mengatakan bahwa penyediaan bahan baku obat tradisional memang bukan sesuatu yang mudah.

"Karena harus ada proses budidaya. Kita untuk mendorong bagaimana penyediaan bahan baku obat tradisional, memang harus dilakukan lintas kementerian, sehingga pembinaan dari berbagai aspek bisa dilakukan secara sinergi," ujarnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

Kasus Influenza A Meningkat, Apa Bedanya dengan Flu Biasa? Kenali Gejalanya

Kasus Influenza A Meningkat, Apa Bedanya dengan Flu Biasa? Kenali Gejalanya

Health | Selasa, 22 September 2026 | 10:16 WIB

Kasus ISPA Jakarta Naik di Tengah Wabah Influenza A

Kasus ISPA Jakarta Naik di Tengah Wabah Influenza A

News | Selasa, 22 September 2026 | 08:34 WIB

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

News | Senin, 21 September 2026 | 15:32 WIB

Banyak RS Akreditasi Paripurna Tapi Nakes Terlantar! Sistem Penilaian akan Dirombak Total

Banyak RS Akreditasi Paripurna Tapi Nakes Terlantar! Sistem Penilaian akan Dirombak Total

News | Senin, 14 September 2026 | 15:17 WIB

Perlu Perlindungan Ekstra! 3,3 Juta Lansia Berisiko Kena Dampak Abu Vulkanik Krakatau

Perlu Perlindungan Ekstra! 3,3 Juta Lansia Berisiko Kena Dampak Abu Vulkanik Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 09:39 WIB

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Kemenkes Siapkan Aturan PJJ untuk Anak Sekolah

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Kemenkes Siapkan Aturan PJJ untuk Anak Sekolah

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:56 WIB

Bendung Badai Penyakit Kronis, Pakar Sarankan Kemenkes Perketat Aturan di Hulu

Bendung Badai Penyakit Kronis, Pakar Sarankan Kemenkes Perketat Aturan di Hulu

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:32 WIB

Komisi IX DPR Desak Kemenkes Investigasi Kasus Yurizal dan Tegur Nakes Nirempati

Komisi IX DPR Desak Kemenkes Investigasi Kasus Yurizal dan Tegur Nakes Nirempati

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:17 WIB

Kemenkes soal Komentar Nakes ke Mendiang Yusrizal: Empati di Medsos Bagian dari Profesionalisme

Kemenkes soal Komentar Nakes ke Mendiang Yusrizal: Empati di Medsos Bagian dari Profesionalisme

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×