Lelaki Menikah Terlalu Muda Berisiko Anaknya Autis

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 20 Februari 2015 | 12:51 WIB
Lelaki Menikah Terlalu Muda Berisiko Anaknya Autis
Ilustrasi pasangan menikah (shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi menyatakan bahwa seseorang yang telah menjadi seorang ayah di bawah usia 20-30 tahun lebih berisiko mendapatkan anak yang autis, ber-IQ rendah, atau menderita skizofrenia meskipun risikonya sangat rendah.

Untuk meyakinkan hasil studi itu, dilakukan lagi penelitian dengan melibatkan 24.000 orangtua dan anak-anak mereka untuk dianalisis DNA-nya di empat negara yakni Jerman, Austria, Timur Tengah, Afrika. Penelitian ini dipimpin oleh Peter Froster dari Britain`s University of Cambridge.

Hasil menunjukkan bahwa ibu termuda berusia 11 tahun dan yang paling tua berusia 52 tahun, sedangkan ayah termuda adalah 12 tahun dan yang paling tua berusia 70 tahun.

Dalam penelitian ini disebutkan bahwa sel-sel sperma dari ayah yang berusia remaja memiliki dampak enam kali lebih besar mengalami mutasi (perubahan permanen pada DNA) dari sel telur ibu yang menikah pada usia dini.

Kaum lelaki yang menjadi ayah saat usia remaja juga memiliki risiko 30 persen lebih besar mengalami mutasi pada sel sperma mereka.

"Penemuan ini tidak bergantung pada kesehatan ayah yang usianya baru menginjak remaja, tapi hal ini sedikit memberikan penjelasan atas beberapa permasalahan di era sekarang," imbuh Froster.

Masih belum jelas mengapa mutasi sperma dapat terjadi. Salah satu alasannya mungkin karena sel-sel sperma remaja 'rawan' atau masih rentan.

Secara keseluruhan, ada sekitar 1,5 kelahiran dengan bayi lahir cacat pada populasi umum, dan terjadi peningkatan sebesar 30 persen. Sehingga bisa diartikan bahwa lelaki yang memiliki anak di usia yang lebih muda berisiko 2 persen memiliki anak dengan kondisi cacat.

Sebelumnya penelitian menunjukkan bahwa kualitas sperma akan mengalami penurunan saat lelaki memasuki usia 45 tahun ke atas.

Sebuah jurnal yang diterbitkan JAMA Psychiatry pada bulan Februari menjelaskan bahwa pria yang mengalami penurunan kualitas sperma, lebih mungkin menghasilkan keturunan dengan gangguan bipolar dibandingkan dengan ayah berusia 20-24 tahun.

Anak-anak yang dihasilkan dari ayah dengan usia 13 kali lebih tua juga lebih mungkin mendapatkan keturunan dengan gangguan hiperaktifitas.

"Sebenarnya, usia terbaik secara biologis untuk menjadi seorang ayah adalah antara 20 sampai 35 tahun," kata Forster. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Terapi dengan Video Kurangi Risiko Autis Pada Bayi

Studi: Terapi dengan Video Kurangi Risiko Autis Pada Bayi

Health | Kamis, 22 Januari 2015 | 08:02 WIB

Pelihara Hewan Tingkatkan Interaksi Sosial Anak Autis

Pelihara Hewan Tingkatkan Interaksi Sosial Anak Autis

Health | Sabtu, 03 Januari 2015 | 16:39 WIB

Studi: Peradangan Otak Bisa Memicu Autisme

Studi: Peradangan Otak Bisa Memicu Autisme

Health | Senin, 15 Desember 2014 | 17:00 WIB

Studi: Brokoli Bisa Mengontrol Perilaku Penderita Autis

Studi: Brokoli Bisa Mengontrol Perilaku Penderita Autis

Health | Kamis, 16 Oktober 2014 | 14:19 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×