Korsel Laporkan 5 Penderita Baru MERS

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 03 Juni 2015 | 16:46 WIB
Korsel Laporkan 5 Penderita Baru MERS
Ilustrasi virus MERS. (Shutterstock)

Suara.com - Korea Selatan (Korsel), Rabu (3/6/2015), memastikan lima penderita tambahan dari wabah Sindroma Pernafasan Timur Tengah (MERS), sehingga membuat jumlah korban menjadi 30 orang sejak wabah itu berjangkit pada dua pekan lalu dan merenggut dua nyawa.

Walaupun belum ada bukti penularan antar-manusia, skenario terburuknya adalah terjadi perubahan virus dan menyebar dengan cepat, sebagaimana Sindrom Pernafasan Akut Berat (SARS) pada 2002-2003, yang menewaskan sekitar 800 orang di seluruh dunia.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan MERS pertama kali didapati pada manusia pada 2012 dan disebabkan oleh koronavirus dari keluarga sama dengan SARS. Namun, MERS memiliki angka kematian lebih tinggi, yaitu 38 persen.

Belum ada obat atau vaksin bagi virus tersebut.

Tiongkok pada pekan lalu melaporkan kasus MERS pertamanya, setelah seorang lelaki dari Korsel yang positif terjangkit virus kabur dari rumah karantina dan pergi ke Hong Kong dan ke daratan Tiongkok.

Korsel, Selasa (2/6/2015), melaporkan dua kasus kematian pertama akibat MERS sekaligus memicu ketakutan, karena menjadikannya negara yang memiliki kasus terbanyak di luar Timur Tengah, di mana penyakit ini pertama kali muncul.

Korsel telah mengarantina atau mengisolasi sekitar 1.300 orang yang kemungkinan terjangkit infeksi MERS.

Dari lima penderita baru, empat di antaranya berada di rumah sakit yang sama dengan pasien pertama, yaitu seorang lelaki berusia 68 tahun yang kembali dari perjalanan ke empat negara di Timur Tengah. Pasien berikutnya, seorang lelaki 60 tahun, yang tertular dari orang lain yang juga terinfeksi.

Media mengatakan pihak otoritas kesehatan sedang melakukan tes pada pasien lanjut usia yang meninggal pada Minggu setelah berbagi bangsal rumah sakit yang sama dengan salah satu dari dua orang terinfeksi MERS yang telah meninggal.

kementeriaan Pendidikan Korsel mengatakan lebih dari 200 sekolah, terutama di provinsi Gyeonggi di sekitar ibu kota, Seoul, yang menjadi tempat di mana kematian pertama terjadi pada Senin, ditutup selama seminggu.

Penderita baru tersebut membuat jumlah global pasien MERS menjadi 1.166 orang, berdasarkan data WHO, dengan setidaknya 436 kematian.

Seorang pejabat kementerian kesehatan mengatakan WHO belum merekomendasikan pembatasan perdagangan atau perjalanan untuk Korsel, meskipun pihak otoritas pengawasan perbatasan negara tersebut telah menerapkan larangan perjalanan ke luar negeri bagi orang terisolasi karena kemungkinan terinfeksi.

Tekanan bagi pemerintah mengemuka untuk segera mengidentifikasi rumah sakit yang merawat pasien terinfeksi karena ketakutan dan kebingungan masyarakat telah meningkat.

Pejabat kesehatan masyarakat telah bersikeras bahwa hal tersebut "bermanfaat" untuk merahasiakan nama-nama rumah sakit tersebut dari masyarakat. Namun dalam jajak pendapat yang diterbitkan Rabu, 83 persen responden menuntut pemerintah untuk mengidentifikasinya.

Ian Jones, seorang ahli virus dari Universitas Reading, Inggris, yang telah mengikuti perkembangan MERS sejak kemunculannya, mengatakan bahwa transparansi dari pemerintah akan membantu dalam upaya menghentikan wabah.

"Menjadi terbuka terkait kasus, lokasi dan kondisinya, adalah hal terbaik untuk mengontrol, meskipun hal tersebut menyebabkan ketakutan jangka pendek," katanya.

Beberapa ahli mengatakan bahwa tingkat kematian MERS yang mencapai angkan 38 persen mungkin terlalu dilebih-lebihkan karena pasien dengan sedikit atau tanpa gejala mungkin tidak turut terdeteksi. Tingkat kematian dari SARS adalah 9 hingga 12 persen, meningkat menjadi lebih dari 50 persen untuk pasien di atas 65 tahun.

WHO menyebutkan gejala MERS antara lain batuk, demam dan sesak napas. Hal tersebut kemudian dapat menyebabkan kegagalan sistem pernapasan. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korsel Konfirmasi 2 Warganya Tewas karena MERS

Korsel Konfirmasi 2 Warganya Tewas karena MERS

News | Selasa, 02 Juni 2015 | 10:53 WIB

Sepekan, 10 Warga Arab Saudi Meninggal karena MERS

Sepekan, 10 Warga Arab Saudi Meninggal karena MERS

News | Sabtu, 28 Februari 2015 | 03:00 WIB

Menkes: Indonesia Masih Aman dari Ebola dan MERS

Menkes: Indonesia Masih Aman dari Ebola dan MERS

Health | Rabu, 05 November 2014 | 18:30 WIB

Menkes Lebih Khawatir Jemaah Haji Terular MERS daripada Ebola

Menkes Lebih Khawatir Jemaah Haji Terular MERS daripada Ebola

Health | Sabtu, 18 Oktober 2014 | 03:44 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB