Ini yang Bau Mulut Katakan Tentang Kesehatan Anda

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 29 September 2015 | 13:53 WIB
Ini yang Bau Mulut Katakan Tentang Kesehatan Anda
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Masalah bau mulut bukanlah masalah ringan, karena bisa sangat merusak kehidupan orang yang mengalaminya. Mulai dari lingkungan pekerjaan sampai percintaan bisa berujung bencana, karena faktor napas yang tak sedap.

Kebanyakan orang berpendapat bahwa bau mulut berasal dari makanan yang dikonsumsi atau kurang benarnya cara seseorang menggosok gigi.

Hampir semua napas yang mengeluarkan bau tidak sedap disebabkan oleh bakteri anaerob yang tinggal di bagian belakang lidah, tenggorokan dan amandel tidak bekerja semestinya.

Bakteri ini berguna memecah protein dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Ketika seseorang tidak sepenuhnya sehat, sulit bagi bakteri ini untuk melakukan tugasnya, sehingga meinggalkan bau yang tidak sedap.

Terlepas dari itu semua, bau napas yang perlu juga Anda ketahui ternyata terkait dengan kondisi kesehatan. Berikut penjelasan lebih lanjut seperti dilansir Times of India:

1. Napas beraroma buah pear, kemungkinan besar mengalami Diabetes

Salah satu ciri seseorang yang terdiagnosis diabetes tipe 1, akan tercium bau samar dari mulut yang dikeluarkan seperti buah pear, atau amonia pada napasnya.

Hal ini terjadi karena kurangnya insulin pada tubuh, berarti tubuh tidak dapat lagi mengubah gula menjadi energi.

Cobalah untuk segera memeriksanya ke dokter, terutama jika Anda mengalami rasa haus yang berlebihan, cepat lelah, penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan sebabnya dan sering bolak-balik untuk buang air kecil.

2. Napas beraroma kapur barus, kemungkinan besar mengalami sinus

Orang yang memiliki masalah sinus sering tercium bau yang mirip dengan kapur barus. Hal ini disebabkan, karena lendir yang terbentuk akibat tersumbatnya hidung atau sesaknya tenggorokan mengandung protein yang sangat padat.

Protein inilah yang sangat susah diuraikan oleh tubuh, dan sedikit berbau kapur barus. Cobalah lawan masalah tersebut dengan dekongestan, namun jika sudah terlanjur parah, pergilah ke dokter untuk mengetahui seberapa parah sinus yang diderita.

3. Napas beraroma susu basi, kemungkinan besar akibat diet yang salah

Tinggi protein dan membatasi asupan karbohidrat adalah metode diet yang cukup banyak dijalani kebanyakan orang.

Ternyata kebiasaan itu dapat meninggalkan bau mulut seperti susu yang basi.

Cara-cara seperti menggosok gigi lebih sering dan penggunaan obat kumur tidak akan bisa mengobati permasalahan ini.

Jika ingin mengembalikan napas seperti semula, maka cobalah konsumsi karbohidrat kembali, namun tetap seimbang.

4. Napas beraroma daging busuk, kemungkinan besar mengalami tonsilitis

Ketika Amandel mulai bermasalah, maka fungsi bakteri anaerob untuk menjaga kesegaran nafas akan terganggu.

Dan akibatnya bakteri Sulphur akan berkembang biak lebih cepat di amandel yang mengakibatkan infeksi serius. Radang amandel dan tonsilitis inilah yang membuat bau napas begitu busuk.

Dilain kasus, bau yang sama bisa memberikan tanda bahwa penderita mengalami gangguan hati.

Jika hal ini terjadi pada Anda cobalah tenang, karena biasanya tonsilitis akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus dalam satu minggu. Namun, banyak minum air mineral dan mencoba berkumur dengan larutan antiseptik akan lebih membantu.

5. Napas beraroma seperti napas bangun pagi, kemungkinan besar mengalami Xerostomia

Ketika bau mulut sepanjang hari sama degan ketika baru bangun tidur di pagi hari, dan tidak bisa lagi diatasi dengan menyikat gigi saja, mungkin ada penyebab lain yang mendasarinya.

Bisa saja Anda mengalami Xerostomia atau penyakit mulut kering, yang ditandai dengan air liur tidak mengalir sebagaimana mestinya.

Kurangnya air liur membuat bakteri cepat berkembang di mulut yang mengakibatkan bau mulut. Pada kasus yang terparah Xerostomina dapat merusak gigi dan gusi Anda.

Cobalah mendatangi dokter jika Anda sudah mengalami gejala seperti, rasa haus yang berlebihan, bibir pecah-pecah (mulut retak), sakit pada tenggorokan, dan lidah terasa seperti terbakar.

6. Napas beraroma ikan, kemungkinan besar mengalami masalah ginjal

Nitrogen merupakan penyebab utama yang menyebabkan napas Anda begitu busuk.

Terlebih aroma yang dikeluarkan sedikit amis seperti ikan, mungkin itu karena ginjal Anda mengalami gangguan.

Ginjal yang tidak berfungsi dengan baik, akan mengalami penumpukan nitrogen di dalamnya.

Cobalah periksa ke dokter, apakah fungsi ginjal benar-benar terganggu atau tidak. Pastikan minum air mineral yang cukup jika sudah ada terasa aroma amis saat bernapas.

7. Napas beraroma kotoran (tinja), kemungkinan besar infeksi gusi

Membusuknya jaringan adalah sebab kenapa bau mulut seperti kotoran. Hal ini terjadi karena produksi bakteri anaerob yang kembali terganggu.

Jangan disepelekan, karena infeksi gusi yang menyebabkan bau yang layaknya tinja ini adalah infeksi yang sering terjadi di masa sekarang ini.

Cobalah perhatikan kembali bagaimana Anda menyikat gigi, jangan terlalu keras dan melakukannya karena dapat melukai gusi. Dokter gigi bisa teratur dikunjungi jika gusi sudah tidak bisa diobati sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Risiko Ini Incar Anda yang Berlebihan Konsumsi Protein

Risiko Ini Incar Anda yang Berlebihan Konsumsi Protein

Health | Selasa, 08 September 2015 | 13:56 WIB

Cara Ini Bikin Napas Tetap Segar Selama Puasa

Cara Ini Bikin Napas Tetap Segar Selama Puasa

| Jum'at, 26 Juni 2015 | 15:36 WIB

Bau Napas, Bagaimana Mengatasinya?

Bau Napas, Bagaimana Mengatasinya?

Health | Kamis, 29 Januari 2015 | 09:26 WIB

Napas Bau Bawang Putih? Ini Cara Alaminya

Napas Bau Bawang Putih? Ini Cara Alaminya

Health | Selasa, 01 Juli 2014 | 08:49 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB