Pasien Juga Harus Cerdas saat Diberi Resep oleh Dokter

Arsito Hidayatullah | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 27 November 2015 | 06:47 WIB
Pasien Juga Harus Cerdas saat Diberi Resep oleh Dokter
Ilustrasi dokter dan stetoskop. (Shuttterstock)

Suara.com - Usai mengonsultasikan keluhan penyakit ke dokter, maka biasanya pasien akan diberi resep obat oleh dokter. Tak sedikit pasien yang menerima begitu saja hasil resepnya, karena mempercayai apa yang dilakukan dokter kepadanya.

Padahal, menurut Dirjen Bina Farmasi & Alat Kesehatan, Dra Maura Linda Sitanggang Apt PhD, pasien memiliki hak untuk mendapatkan informasi mengenai obat yang diresepkan kepadanya. Hal ini untuk menghindari risiko yang tidak diharapkan dari obat yang dikonsumsi.

"Konsumen harus cerdas menggunakan obat, harus kritis. Manfaatkan informasi yang tertera di obat. Atau kalau kurang jelas, tanyakan kepada tenaga kesehatan seperti apoteker," ujar Maura, dalam acara temu media "Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat" di Jakarta, baru-baru ini.

Anjuran agar pasien lebih cerdas sebagai konsumen itu dilatarbelakangi oleh maraknya kasus resistensi antibiotik belakangan ini. Data Riskesdas 2013 menyebut bahwa 27,8 persen rumah tangga menyimpan antibiotik cadangan di rumah. Padahal, antibiotik merupakan jenis obat yang harus dikonsumsi hingga habis dan tidak bebas diperjualbelikan.

"Resistensi antibiotik ini salah satunya disebabkan oleh pemahaman masyarakat yang kurang mengenai obat-obatan. Ketika diberi resep oleh dokter juga tidak menanyakan lebih detil. Kalau sudah merasa sembuh, obat lalu tidak dihabiskan, akibatnya memicu resistensi," imbuhnya.

Maura juga tidak menampik bahwa penyebab resistensi antibiotik terbesar juga dipengaruhi oleh dokter. Menurutnya, banyak dokter yang meresepkan antibiotik pada kasus yang sepele seperti flu dan diare.

Oleh karena itu, untuk menekan kasus resistensi antibiotik, Maura mengharapkan kontribusi masyarakat untuk lebih kritis saat menerima resep obat.

"Ketika menebus obat, harus ditanya terlebih dahulu, obat yang dituliskan berguna untuk apa. Kalau membeli obat sendiri, baca indikasinya, kandungan obat, jenis obat, kontra indikasi, aturan pakai dan sebagainya. Bila perlu, tanya informasi yang jelas dari apoteker," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sakit Pascaoperasi Gigi, Apa yang Harus Dilakukan?

Sakit Pascaoperasi Gigi, Apa yang Harus Dilakukan?

Health | Kamis, 26 November 2015 | 15:50 WIB

Ini Pentingnya Ibu Hamil Batasi Asupan Garam

Ini Pentingnya Ibu Hamil Batasi Asupan Garam

Health | Selasa, 24 November 2015 | 14:11 WIB

KKI: Dokter Langgar Kode Etik, Izin Praktiknya Bisa Dicabut

KKI: Dokter Langgar Kode Etik, Izin Praktiknya Bisa Dicabut

News | Sabtu, 21 November 2015 | 12:05 WIB

Infeksi Lambung, Apa Pantangannya?

Infeksi Lambung, Apa Pantangannya?

Health | Jum'at, 20 November 2015 | 19:06 WIB

Terkini

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB