Senam Poco-poco, Cara Mudah Mencegah Kepikunan

Kamis, 10 Maret 2016 | 20:09 WIB
Senam Poco-poco, Cara Mudah Mencegah Kepikunan
Ilustrasi lansia. (Shutterstock)

Suara.com - Tahukah Anda, bahwa ternyata ada cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit kepikunan atau Alzheimer yang kerap menghinggapi para lansia.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dokter spesialis kejiwaan, Ria Maria Theresia, melakukan senam poco-poco secara rutin terbukti mampu mencegah terjadinya penyakit demensia Alzheimer ini.

Dalam penelitian yang dilakukannya untuk meraih gelar Doktor pada 2015 lalu, Ria memaparkan, gerakan senam poco-poco yang diiringi musik dan dilakukan secara bersama-sama dapat merangsang fungsi eksekutif otak. Dimana pada penderita Alzheimer fungsi eksekutifnya mengalami penurunan yang dipicu oleh berbagai faktor.

"Pada saat belajar senam poco-poco, bukan hal mudah bagi seseorang menggunakan fungsi otak untuk menyamakan ketukan lagu dengan gerakan. Melihat saja nggak mungkin langsung bisa. Dia harus menyimpan memori tersebut di lobus depan otak. Jadi secara tidak langsung fungsi kognitifnya dilatih," ujar dokter Ria usai peluncuran Rencana Aksi Nasional (RAN) Demensia di Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Lebih lanjut, Ria mengatakan, saat melakukan senam poco-poco, seseorang melibatkan aspek fisik, mental dan sosialnya, sehingga dapat merangsang fungsi aktivitas sel neuron. Hal ini dianggap menguntungkan bagi orang tua yang berpotensi besar terkena Alzheimer.

"Perubahan sedikit di sel neuron itu sangat bermakna. Sehingga dengan melakukan poco-poco bisa mencegah terjadinya demensia atau memperlambat keparahan pada mereka yang terlanjur mengidap demensia alzheimer," imbuhnya.

Untuk mendapatkan temuan ini, Ria melakukan uji fungsi kognitif pada 40 penderita demensia alzheimer berusia 45-59 tahun. Sebelumnya para responden ini diminta untuk melakukan senam poco-poco dengan durasi 30 menit, dua kali dalam seminggu selama tiga bulan.

"Hasil pemeriksaan MRA dan tes fungsi kognitif menunjukkan bahwa senam poco-poco dapat memperbaiki 37.8 persen fungsi kognitif responden penderita Alzheimer," ujarnya.

Meski senam poco-poco terbukti dapat memperbaiki fungsi kognitif penderita alzheimer yang telah lanjut usia, dokter Ria mengatakan bahwa efeknya akan jauh lebih baik ketika dijadikan kebiasaan sejak muda.

"Senam poco-poco memang sebaiknya dilakukan sejak muda. Jangan sampai ada gangguan baru mulai latihan. Lebih baik mencegah daripada menyesal kemudian," simpulnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI