Enam Cangkir Kopi Sehari Tekan Risiko Sakit Lever

Dythia Novianty | Suara.com

Sabtu, 16 April 2016 | 05:40 WIB
Enam Cangkir Kopi Sehari Tekan Risiko Sakit Lever
Ilustrasi secangkir kopi (Shutterstock)

Suara.com - Gaya hidup serta diet yang buruk menjadi awal dari munculnya penyakit lever yang kemudian dapat mengancam jiwa. Buat para pecinta kopi sebuah penelitian terbaru menyarankan, tingginya volume minum kopi setiap hari bisa menangkal penyakit lever non-alkohol. Ini juga berlaku bagi para penderita obesitas.

Para ilmuwan menemukan, tikus dengan diet tinggi memiliki tanda-tanda lebih sedikit terkena penyakit jika mereka diberi dosis tinggi minum kopi, setara dengan enam cangkir espresso untuk manusia (70 kg). Tikus yang diberi kopi juga mengalami pengurangan berat badan seperti sedang melakukan diet.

Tim Italia, menyajikan temuan mereka di International Liver Congress di Barcelona. Mereka menemukan jika kopi mampu memperbaiki struktur usus. Sementara para ilmuwan dari University of Napoli, mengungkapkan bahwa tingkat konsumsi kopi tinggi dapat meningkatkan jumlah protein yang disebut Zonulin, sehingga dapat mengurangi permeabilitas usus.

Ini secara efektif meningkatkan kemampuan usus untuk menyaring zat-zat berbahaya, yang jika tidak melewati ke dalam aliran darah dan akhirnya ke hati, dapat menimbulkan kerusakan. Orang yang menderita penyakit lever berlemak non-alkohol, juga dikenal sebagai fibrosis, yang dapat berkembang menjadi sirosis yang dapat mengancam jiwa.

"Penelitian sebelumnya telah dikonfirmasi, bagaimana kopi dapat membalikkan kerusakan dari NAFLD. Ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa hal itu dapat mempengaruhi permeabilitas usus. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kopi dapat membalikkan masalah yang berhubungan dengan NAFLD seperti balon degenerasi, bentuk degenerasi sel hati," ungkap Peneliti Vincenzo Lembo seperti dilansir dari Dailymail, Sabtu (16/4/2016).

Profesor Laurent Castera, sekretaris jenderal Asosiasi Eropa untuk Studi Hati, mengatakan Italia terkenal dengan kopi dan penelitian di Italia ini telah memperkuat pengetahuan kita pada link antara kopi dan penyakit lever berlemak non-alkohol.

"Meskipun tidak menyarankan bahwa kita harus meningkatkan konsumsi kopi, studi ini menawarkan wawasan yang dapat membantu penelitian di masa depan ke dalam dan pemahaman tentang peran terapi kopi bisa bermain dalam memerangi NAFLD," imbuhnya.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa minum kopi dapat mengurangi risiko multiple sclerosis, penyakit jantung, penyakit Parkinson dan diabetes tipe dua. Namun Badan Keamanan Makanan Eropa menyarankan bahwa orang minum tidak lebih dari 400mg kafein sehari, setara dengan lima espresso.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kopi Temanggung Unjuk Gigi di Ajang Kopi Bergengsi Dunia

Kopi Temanggung Unjuk Gigi di Ajang Kopi Bergengsi Dunia

Lifestyle | Kamis, 07 April 2016 | 15:35 WIB

Gara-gara Harga Rendah, Ekspor Kopi Belum Menjanjikan

Gara-gara Harga Rendah, Ekspor Kopi Belum Menjanjikan

Bisnis | Minggu, 27 Maret 2016 | 12:54 WIB

Produsen Kopi Malaysia Buka Pabrik di Indonesia

Produsen Kopi Malaysia Buka Pabrik di Indonesia

Bisnis | Minggu, 27 Maret 2016 | 09:09 WIB

Kopi Gayo Sumbang Devisa  Rp5 Triliun Per Tahun

Kopi Gayo Sumbang Devisa Rp5 Triliun Per Tahun

Bisnis | Minggu, 27 Maret 2016 | 06:33 WIB

Ada Madu dan Habbatussauda di Kopi Ini

Ada Madu dan Habbatussauda di Kopi Ini

Lifestyle | Jum'at, 25 Maret 2016 | 09:02 WIB

Warga Korea Berlomba Cicipi Kopi Indonesia

Warga Korea Berlomba Cicipi Kopi Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 04 Maret 2016 | 15:24 WIB

Warga Korea Berlomba Cicipi Kopi Indonesia

Warga Korea Berlomba Cicipi Kopi Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 04 Maret 2016 | 15:24 WIB

Terkini

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB