Ini yang Terjadi Dalam Perut Saat Anda Makan Mie Instan

Ririn Indriani

Jum'at, 22 April 2016 | 15:33 WIB
Ini yang Terjadi Dalam Perut Saat Anda Makan Mie Instan
Ilustrasi makan mie instan. (Shutterstock)

Suara.com - Siapa yang tak kenal mie instan. Makanan cepat saji ini digemari banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa.  

Selain harganya terjangkau, cara memasaknya pun cepat dan mudah. Makanan ini memang sangat cocok bagi Anda yang serba sibuk. Tak hanya itu, mie instan memiliki rasa yang lezat dan khas yang sehingga banyak orang yang ketagihan.

Namun, dr Nina Amelia Gunawan, Konsultan Meet Doctor mengingatkan bahwa menyantapnya mie instan berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan.  

Hingga kini, lanjut dia, memang belum ada kasus yang langsung membuktikan bahaya mie instan bagi kesehatan, tapi akumulasi dari frekuensi menyantap mie instan yang terlalu sering akan menyebabkan banyaknya bahan artifisial yang menumpuk dalam tubuh.

Nina mengatakan bahwa sebuah eksperimen oleh Dr. Braden Kuo dari Massachusetts General Hospital mengungkap seperti apa kondisi perut dan pencernaan setelah kita menyantap mie instan.

Ia menggunakan kamera seukuran pil untuk mengintip aktivitas pencernaan setelah mengonsumsi mie instan, dan inilah fakta-fakta yang ditemukannya:

1. Mie instan tak langsung dicerna
Mie instan yang Anda makan tidak langsung tercerna, bahkan berjam-jam setelah proses pencernaan terjadi

Bahkan setelah lewat dua jam, mie instan tetap utuh, berbeda dengan mie yang dibuat sendiri tanpa proses kimiawi. Hal ini cukup mengkhawatirkan, mengingat tekanan yang mungkin diterima oleh sistem pencernaan akibat konsumsi mie instan, yang memaksa kerja pencernaan hingga berjam-jam untuk memproses makanan yang banyak mengandung bahan kimia dan sedikit sekali serat.

Akhirnya, proses penyerapan nutrisi bagi tubuh pun terganggu, apalagi ditambah dengan kadar nutrisi dalamnya yang sangat sedikit untuk tubuh, digantikan dengan bahan penambah rasa, pengawet beracun jenis tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ) yang dapat tinggal di dalam perut dalam waktu yang lama tanpa bisa diketahui dampaknya bagi kesehatan dalam jangka panjang.

2. Ada bahan yang bisa membahayakan nyawa
Adanya kandungan TBHQ dalam jumlah yang tinggi dapat berpotensi membahayakan nyawa seseorang

Perlu diketahui, TBHQ merupakan ampas dari hasil pengolahan petroleum dan biasanya dicantumkan dalam kemasan makanan sebagai antioksidan. TBHQ sebenarnya adalah bahan kimia sintetis dengan kandungan antioksidan, bukan antioksidan alami yang dibutuhkan tubuh.

Bahan kimia ini akan mencegah oksidasi lemak dan minyak, sehingga awet disimpan dalam waktu yang lama sekalipun. Selain dalam makanan instan dan makanan cepat saji, TBHQ dapat pula ditemukan dalam produk-produk pestisida dan pelapis kayu, serta kosmetik dan parfum untuk mengawetkannya saat pemakaian.

TBHQ akan sangat berbahaya jika dikonsumsi sebanyak lebih dari 400 mg per kilogram berat badan seseorang. Saat TBHQ ada di dalam tubuh hingga sebanyak lima gram, TBHQ berpotensi mematikan bagi orang yang mengonsumsinya. Satu gram saja konsumsi TBHQ berpotensi sebabkan mual, muntah, tinnitus, halusinasi, sensasi seperti tercekik hingga pingsan.

Tanpa Anda sadari, hasil dari konsumsi mie instan dalam frekuensi yang tinggi sangat bisa menyebabkan terjadinya efek samping jangka panjang yang dapat merusak liver, mutasi sel, perubahan biokimia dan masalah reproduksi.

3. Bisa sebabkan sindrom metabolik
Perempuan dapat dengan mudah mengalami obesitas, kenaikan tekanan darah, gula darah, triglycerides dan kadar kolesterol sehat HDL yang rendah, beberapa kelompok gejala gangguan metabolik. Jika terdapat tiga saja dari gejala-gejala tersebut,  maka akan meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Rutin mengonsumsi mie instan akan menghalangi terserapnya nutrisi penting seperti protein, kalsium, fosfor, zat besi, potassium, vitamin A, niacin dan vitamin C dibandingkan mereka yang tidak memakan mie instan sama sekali. Sebungkus mie instan saja sudah mengandung 2,700 miligram sodium, yang dapat menyebabkan menumpuknya lemak yang tidak menyehatkan.

4. Bahaya MSG atau monosodium glutamate
Mie instan mengandung MSG yang juga merupakan excitotoxin, yang dapat membuat sel-sel saraf bekerja terlalu berlebihan hingga dapat mengalami kerusakan bahkan kematian, menyebabkan adanya disfungi otak dan kerusakan yang berbahaya hingga timbul kondisi gangguan otak dan saraf seperti penyakit Alzheimer's, Parkinson's, Lou Gehrig's, dan lainnya.

Tak hanya itu, MSG juga merupakan obat penggemuk yang paling ampuh dan sering digunakan bagi tikus-tikus laboratorium untuk kepentingan percobaan. Jika Anda ingin menjaga berat badan tetap ideal, sebisa mungkin hindari MSG.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Sering Konsumsi Mie Instan Berisiko Terkena Sindroma Metabolisme

Studi: Sering Konsumsi Mie Instan Berisiko Terkena Sindroma Metabolisme

Health | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 14:31 WIB

Terkini

Dugaan Pencatutan Nama Presiden Bayangi Muktamar NU, Klaim Transaksi Suara Capai Rp400 Miliar

Dugaan Pencatutan Nama Presiden Bayangi Muktamar NU, Klaim Transaksi Suara Capai Rp400 Miliar

Jatim | Senin, 28 September 2026 | 09:07 WIB

Peluang Emas Buat UMKM: Jangan Batasi Pasar 'Modest Fashion' Cuma di Segmen Muslim!

Peluang Emas Buat UMKM: Jangan Batasi Pasar 'Modest Fashion' Cuma di Segmen Muslim!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 09:05 WIB

Grace Natalie Buka Suara soal Rumor Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI

Grace Natalie Buka Suara soal Rumor Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI

News | Senin, 28 September 2026 | 09:02 WIB

BI Pertahankan BI-Rate 5,75 Persen di Tengah Tekanan Global

BI Pertahankan BI-Rate 5,75 Persen di Tengah Tekanan Global

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:00 WIB

WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok

WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok

News | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

5 Tips Memilih Sandal Outdoor yang Bagus dan Awet untuk Temani Petualangan

5 Tips Memilih Sandal Outdoor yang Bagus dan Awet untuk Temani Petualangan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:49 WIB

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:46 WIB

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

News | Senin, 28 September 2026 | 08:33 WIB

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:29 WIB

×