Arya Bocah Obesitas Menanti Penanganan Medis

Dythia Novianty

Rabu, 13 Juli 2016 | 07:18 WIB
Arya Bocah Obesitas Menanti Penanganan Medis
Arya Permana (10), anak dengan 'Severe Obesity' atau Kegemukan dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat, Senin (11/7/2016). (Antara)

Suara.com - Arya Permana (10) asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akhir-akhir ini menjadi tenar berkat bobot tubuhnya. Anak dari pasangan Ade Somantri (42) dan Rokayah (37) itu harus berhenti sekolah karena berat badannya yang over mencapai 190 kilogram.

Akibat berat badannya yang berlebihan, Arya hanya mampu berjalan sejauh sekitar 30 meter dan sulit untuk berdiri, berjalan, dan berpakaian sendiri. Dalam kesehariannya, Arya hanya bisa tidur dengan posisi telungkup.

Arya dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk mendapatkan perawatan medis, dengan mendapat fasilitas dari Pemerintah Kabupaten Karawang. Sebelumnya Arya sempat dibawa ke tempat yang sama pada 11 Juni 2015, dan pernah berobat ke Poli Gizi RSHS Bandung.

Arya kembali lagi ke RSHS Bandung pada 2 Juli 2016. Kedatangan Arya ke RSHS Bandung selama beberapa kali itu ialah untuk berobat atas keluhan utama berat badan yang terus meningkat. Untuk kedatangannya ke RSHS Bandung pada Senin (11/7/2016), Arya bersama keluarga didampingi Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

Pihak RSHS Bandung telah menyiapkan Tim Penanganan Pasien Arya tersebut, Tim diketuai oleh dr.Djulistyo TB.Djais, SpA (K). Tim itu berjumlah 13 orang yang terdiri atas beberapa divisi. Di antaranya Gizi anak, Endokrin anak, tumbuh kembang anak, Patologi Klinik, Radiologi, Bedah anak, Ortopedi, Psikiatri anak, Gizi, dan Rehabilitasi Medik.

Jika pasien biasa dirawat diatas ranjang yang berada di sebuah ruangan, berbeda dengan perlakuan Arya karena hanya disediakan kasur secara lesehan atau tanpa ranjang. Pasalnya, Arya kesulitan naik ke atas ranjang, dan juga dikhawatirkan ranjang itu bisa "jeblos" karena Arya memiliki berat badan yang tidak biasa.

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pemerintah Hasan Sadikin Bandung dr Ayi Djembarsari MARS menyatakan, pihaknya akan berupaya memberikan layanan medis yang terbaik untuk Arya Permana, bocah obesitas (kegemukan) itu.

"Kami akan berupaya mengembalikan bobot ideal anak AP, tentunya ini tidak akan mudah dan membutuhkan proses yang lama karena kami harus menghilangkan ibaratnya sekitar 3/4 bobot yang ada pada tubuh pasien anak AP ini," kata dia.

Ketua Tim Dokter Rumah Sakit Umum Pemerintah Hasan Sadikin Bandung (RSHS) yang menangani Arya Permana, yakni dr Julistyo TB, mengatakan, berat badan Arya sebenarnya cukup berbahaya untuk anak seusianya jika tidak ditangani dengan baik melalui bantuan medis.

"Kasus kegemukan ini pada dasarnya adanya ketidakseimbangan energi terhadap pemakaiannya," ujarnya.

Idealnya, untuk anak seusia Arya, dengan tinggi badan sekitar 1,47 meter, maka berat badannya mencapai sekitar 50 kilogram. Tetapi sekarang, berat anak itu mencapai 190 kilogram. Meski demikian, kata dia, kondisi medis Arya saat dilakukan pemeriksaan pada 2 Juli 2016 dinyatakan sehat.

"Alhamdulillah masih dalam batas aman. Jadi dari pemeriksaan jantung, paru-paru tidak ada masalah, nampaknya gemuknya hanya menumpuk di bawah kulit. Kita akan cari penyebabnya apakah hormonal atau bagaimana," jelas dia.

Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Bandung, dr Nucki Nursjamsi Hidayat, menyatakan, rencananya tim dokter penanganan pasien Arya Permana akan menyelidiki penyebab pasti yang membuat bocah tersebut menderita obesitas hingga 190 kilogram.

Selain itu, tim dokter juga akan mengatur program diet agar berat badannya bisa turun menyentuh berat ideal dari Arya Permana. Termasuk akan mengedukasi keluarganya, karena kalau program yang diberikan di rumah sakit tidak dilanjutkan di lingkungan keluarganya, maka penanganan selama di rumah sakit akan sia-sia.

Anak kedua hasil pernikahan Rokayah dan Ade Somantri itu sebenarnya lahir dengan berat badan normal, seberat 3.8 kilogram. Bahkan, Arya sempat diberi vitamin karena bobot badannya terlalu kecil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bocah 10 Tahun Ini Miliki Bobot 192 Kg

Bocah 10 Tahun Ini Miliki Bobot 192 Kg

Health | Kamis, 30 Juni 2016 | 19:18 WIB

Ini Risikonya Bila Anak Kurang Serat

Ini Risikonya Bila Anak Kurang Serat

Health | Selasa, 31 Mei 2016 | 10:08 WIB

Studi: Sperma Ayah Mewarisi Obesitas pada Anak

Studi: Sperma Ayah Mewarisi Obesitas pada Anak

Health | Senin, 07 Desember 2015 | 14:06 WIB

Anak Gemuk Bisa Disunat Tanpa Terapi Hormon

Anak Gemuk Bisa Disunat Tanpa Terapi Hormon

Health | Rabu, 02 Desember 2015 | 20:31 WIB

Ini Alasan Anak Gemuk Cenderung Sulit Disunat

Ini Alasan Anak Gemuk Cenderung Sulit Disunat

Health | Selasa, 01 Desember 2015 | 18:47 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×