Ini Risikonya Bila Anak Kurang Serat

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 31 Mei 2016 | 10:08 WIB
Ini Risikonya Bila Anak Kurang Serat
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Kebutuhan serat setiap orang memang berbeda-beda, tergantung pada usia. Angka kecukupan gizi (AKG) 2013 misalnya, menyebut bahwa rata-rata kebutuhan konsumsi serat orang dewasa mencapai 25-30 gram sehari. Seiring dengan pertambahan usia kebutuhan serat menurun hingga 22 gram pada lansia.

Begitu pun dengan anak-anak. Kebutuhan anak-anak akan serat hanya 11 gram sehari pada usia 7-11 bulan, sedangkan pada usia 10 tahun keatas jumlahnya setara dengan kebutuhan orang dewasa yakni 25-30 gram.

Sayangnya, pola konsumsi sayur dan buah pada anak-anak masih sangat kurang. Bahkan tak sedikit anak-anak yang tak menyukai buah dan sayur karena rasanya yang dianggap kurang enak.

"Anak-anak kalau disuruh milih antara sayur, buah atau makanan cepat saji tentu jawabannya makanan cepat saji, karena rasanya yang enak. Padahal rasa enak itu semuanya rekayasa kimia tapi menimbulkan efek yang tidak sehat," ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bekasi, dr Slamet Effendy pada temu media 'Kampanye Go Serat bersama Original Love Juice' baru-baru ini.

Akibatnya, kata dia, anak akan kekurangan serat yang memicu gangguan pada sistem pencernannya. Padahal di masa tumbuh kembangnya, kesehatan anak sangat penting demi menunjang hasil yang optimal.

"Pada anak, serat lebih kepada pencegahan. Anak kan pola konsumsinya mengikuti orang dewasa. Kalau dia konsumsi lemak berlebihan, maka serat akan membantu mengikat lemak lalu dibuang agar tidak memicu obesitas dan memperlancar sistem pencernaan," sambung dr Ulul Albab, SpOG, pengurus PB IDI pusat pada kesempatan yang sama.

Obesitas pada anak memang kerap ditemui pada anak. Salah satunya, karena kurangnya konsumsi serat yang sebenarnya banyak ditemui dalam sayuran dan buah-buahan. Menurut, Ulul, obesitas saat masa kanak-kanak akan menjadi awal pada berbagai masalah kesehatan yang diidap saat dewasa.

"Oleh karena itu kita dari Ikatan Dokter Indonesia bersama Original Love Juice mengampanyekan Go Serat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat utamanya anak-anak dan orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan serat sehari-hari sebagai pencegahan dari berbagai penyakit," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Enggan Coba Makanan Baru Cenderung Tak Percaya Diri?

Anak Enggan Coba Makanan Baru Cenderung Tak Percaya Diri?

Health | Minggu, 30 Agustus 2015 | 14:36 WIB

Anak Pilih-pilih Makanan? Mungkin Ini Penyebabnya

Anak Pilih-pilih Makanan? Mungkin Ini Penyebabnya

Health | Kamis, 06 Agustus 2015 | 17:11 WIB

Penyebab Anak Tak Mau Makan

Penyebab Anak Tak Mau Makan

Health | Kamis, 13 November 2014 | 16:00 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB