Anak Gemuk Bisa Disunat Tanpa Terapi Hormon

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Rabu, 02 Desember 2015 | 20:31 WIB
Anak Gemuk Bisa Disunat Tanpa Terapi Hormon
Ilustrasi anak bertubuh gemuk. (Shutterstock)

Suara.com - Sunat atau membuang sebagian kulit yang menutupi kepala penis memang bukan hal yang asing di Indonesia. Biasanya menjelang pubertas, anak laki-laki melakukan tindakan sunat sebagai salah satu perintah agama tertentu dan juga demi menjaga kesehatan organ seksualnya.

Namun pada anak yang bertubuh gemuk, biasanya sunat tak bisa langsung diberikan. Pasalnya, lemak yang menutupi bagian bawah perut atau sekitar penis kerap menyulitkan para dokter yang akan melakukan tindakan sunat.

Oleh karena itu, anak yang bertubuh gemuk biasanya akan disarankan menjalani diet untuk menepis timbunan lemak, atau mendapatkan terapi hormon.

"Tapi menguruskan badan kan tidak gampang, apalagi untuk anak-anak. Ketika orangtua sudah sebar undangan, tapi anak tidak jadi disunat kan malu. Ini banyak terjadi," kata dr Mahdian Nur Nasution, SpBS dari Rumah Sunatan Bekasi, belum lama ini.

Belum lagi masalah terapi hormon yang dinilai berbahaya untuk anak. Menurut Mahdian, terapi hormon pada anak bisa mempercepat proses pubertas anak. Akibatnya, anak sudah matang secara fisik tapi pikiran dan jiwanya masih kekanak-kanakan.

"Yang paling berbahaya lagi terapi testosteron dapat membuat tulang menutup lebih awal, karena testosteron berlawanan dengan hormon pertumbuhan. Anak jadi pendek. Belum lagi biayanya yang mahal," imbuhnya.

Padahal menurut Mahdian, anak yang gemuk tetap bisa mendapatkan tindakan sunat melalui teknik khusus tanpa perlu menunggu kurus atau mendapat terapi hormon.

"Jadi, kalau di Rumah Sunatan kita bisa memberikan layanan khitan khusus anak yang memiliki bobot tubuh berlebih. Yang berbeda dengan jenis sunat biasa pemotongan lebih banyak di mukosanya. Sehingga mencegah kepala penis menutup kembali," tambahnya.

Biasanya dokter akan dibantu oleh asisten untuk menekan bagian lemak di perut anak sehingga kepala penisnya menonjol. Pembiusan juga dilakukan dengan jarum kecil untuk mengurangi risiko pendarahan. Setelah sebagian kulit dibuang maka dokter menjahit lukanya dengan benang kecil berbahan chromic.

"Kalau anak biasa disunat hanya butuh 4-6 jahitan. Tetapi kalau anak gemuk bisa 20-30 jahitan simpul, karena kita harus hati-hati dan teliti saat menjahitnya," ungkap Mahdian.

Dengan teknik khusus ini anak bertubuh gemuk kini tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan tindakan sunat. Pasalnya, tindakan yang keliru saat menyunat bisa saja memicu kulup kembali menutup dan mempengaruhi kehidupan seksual anak saat dewasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penjelasan Ilmiah Soal Fenomena Disunat Jin

Penjelasan Ilmiah Soal Fenomena Disunat Jin

Health | Rabu, 03 Juni 2015 | 07:26 WIB

Sunat Konvensional Lebih Aman Ketimbang Laser

Sunat Konvensional Lebih Aman Ketimbang Laser

Health | Sabtu, 30 Mei 2015 | 14:36 WIB

Sebelum Anak Disunat, Ini yang Harus Diperhatikan Orang Tua

Sebelum Anak Disunat, Ini yang Harus Diperhatikan Orang Tua

Health | Jum'at, 29 Mei 2015 | 15:57 WIB

Studi: Lelaki Disunat Lebih Sedikit Melakukan Seks Berisiko

Studi: Lelaki Disunat Lebih Sedikit Melakukan Seks Berisiko

Lifestyle | Rabu, 23 Juli 2014 | 20:05 WIB

Terkini

Banjir dan Longsor di Sejumlah Desa di Trenggalek, Kemensos Salurkan Bantuan Logistik

Banjir dan Longsor di Sejumlah Desa di Trenggalek, Kemensos Salurkan Bantuan Logistik

News | Senin, 02 November 2026 | 10:54 WIB

Jadi Pemain Kunci Borussia Monchengladbach, Kevin Diks Dipuji Legenda Timnas Jerman

Jadi Pemain Kunci Borussia Monchengladbach, Kevin Diks Dipuji Legenda Timnas Jerman

Bola | Senin, 02 November 2026 | 10:52 WIB

Ulasan Novel Bulan di Atas Istana: Kisah Cinta di Balik Riuh Istana Negara

Ulasan Novel Bulan di Atas Istana: Kisah Cinta di Balik Riuh Istana Negara

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 10:50 WIB

Di Balik Kesiapan Jokowi Duduk di Kursi Saksi Sidang Roy Suryo

Di Balik Kesiapan Jokowi Duduk di Kursi Saksi Sidang Roy Suryo

News | Senin, 02 November 2026 | 10:43 WIB

Mata Uang Utama Dunia Kritis, Investor Global Alihkan Fokus

Mata Uang Utama Dunia Kritis, Investor Global Alihkan Fokus

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 10:43 WIB

Pernah Kerja di AS dan Eks Manajer, Jejak Hidup Taufiq Muhammad Jadi Tentara Bayaran Rusia

Pernah Kerja di AS dan Eks Manajer, Jejak Hidup Taufiq Muhammad Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 10:42 WIB

AiMOGA Robotics Buka Pemesanan Global Mobo Berbasis Teknologi Otomotif

AiMOGA Robotics Buka Pemesanan Global Mobo Berbasis Teknologi Otomotif

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 10:41 WIB

Karhutla Papua Selatan Mulai Menyusut, BNPB Catat 253 Hektare Lahan Masih Terbakar

Karhutla Papua Selatan Mulai Menyusut, BNPB Catat 253 Hektare Lahan Masih Terbakar

News | Senin, 02 November 2026 | 10:38 WIB

Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta

Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 10:36 WIB

Mundur dari Polri, Sosok AKBP Netty Siagian Ternyata Pernah Kritik Seskab Teddy

Mundur dari Polri, Sosok AKBP Netty Siagian Ternyata Pernah Kritik Seskab Teddy

Batam | Senin, 02 November 2026 | 10:35 WIB

×