Hati-hati, Semua Nyamuk Berpotensi Tularkan Penyakit Kaki Gajah!

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 30 September 2016 | 14:32 WIB
Hati-hati, Semua Nyamuk Berpotensi Tularkan Penyakit Kaki Gajah!
Ilustrasi. (Shutterstock).

Suara.com - Penyakit kaki gajah atau filariasis masih merupakan masalah dunia terutama bagi negara berkembang termasuk Indonesia. Jika dikategorikan ke dalam penyakit, filariasis tergolong penyakit menular tropis yang diabaikan, sehingga banyak penanganannya yang tidak tuntas.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. M. Subuh menjelaskan, penyakit kaki gajah disebabkan cacing filaria yang ditularkan oleh nyamuk.

"Dampaknya jika tidak diobati akan menimbulkan kecacatan tetap yang menjadi beban ekonomi," ujar dr Subuh pada temu media 'Kenali dan Cegah Filariasis Sejak Dini' di Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Cacing yang menyebabkan filariasis, tambah dia antara lain jenis Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Jika cacing tiga spesies ini mengendap dalam tubuh dalam jumlah banyak dan menutup kelenjar getah bening, maka seseorang akan mengalami pembengkakan di beberapa bagian tubuh.

"Bengkaknya bisa di tangan, kaki, payudara bahkan skrotum. Ini sifatnya menetap kalau bengkaknya sudah besar. Nggak bisa dioperasi dan harus dipotong kaki," imbuhnya.

Tantangan dari pengendalian filariasis sendiri, kata dia, disebabkan karena semua nyamuk bisa menjadi vektor penular filariasis. Oleh karena itu memberantas tempat perindukan nyamuk harus dilakukan untuk menekan angka kasus gajah.

"Jadi setiap gigitan nyamuk yang membawa cacing filariasis akan ditabung di tubuh manusia. Kalau gigitan nyamuk yang membawa cacing ini semakin sering maka jumlah filariasis dalam tubuh semakin besar hingga menutup kelenjar limfa yang memicu pembengkakan," tambahnya.

Subuh menjelaskan ada 239 kota di Indonesia yang menjadi endemis kasus kaki gajah, terutama di kawasan timur Indonesia. Sejak tahun lalu, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) setiap bulan Oktober hingga 2020 untuk mewujudkan Indonesia Bebas Penyakit Kaki Gajah.

"Jadi setiap bulan Oktober kami menyelenggarakan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis setahun sekali selama 5 tahun berturut-turut untuk memutus mata rantai penularan filariasis. Tahun ini dilakukan di Kalimantan Tengah yang menjadi endemis," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Cara Mencegah Penyakit Kaki Gajah

Begini Cara Mencegah Penyakit Kaki Gajah

Health | Kamis, 01 Oktober 2015 | 18:15 WIB

Awas, Nyamuk Juga Tularkan Penyakit Kaki Gajah

Awas, Nyamuk Juga Tularkan Penyakit Kaki Gajah

Health | Kamis, 01 Oktober 2015 | 07:44 WIB

Perangi Penyakit Kaki Gajah, Kemenkes Sasar 241 Kabupaten

Perangi Penyakit Kaki Gajah, Kemenkes Sasar 241 Kabupaten

News | Kamis, 01 Oktober 2015 | 05:35 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×