Begini Cara Mencegah Penyakit Kaki Gajah

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Kamis, 01 Oktober 2015 | 18:15 WIB
Begini Cara Mencegah Penyakit Kaki Gajah
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Filiriasis atau kaki gajah merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui nyamuk. Pada penderitanya, penyakit kaki gajah dapat menimbulkan kecacatan menetap ditandai dengan pembengkakan pada kaki, tangan, payudara, hingga skrotum.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, HM Subuh mengatakan nyamuk jenis apapun bisa menjadi vektor penular cacing filiria dengan cara menggigit manusia atau binatang.

"Semua nyamuk bisa menularkan penyakit kaki gajah ini. Baik yang hidup di sawah, got, rawa-rawa hingga tanaman air. Jadi harus hati-hati kalau berada di daerah yang banyak nyamuknya," kata Subuh pada temu media pencanangan 'Bulan Eliminasi Kaki Gajah' di Jakarta, Rabu (30/9/2015).

Karena nyamuk menjadi penular penyakit kaki gajah, Subuh pun mengimbau masyarakat melakukan pencegahan untuk menghindari gigitan nyamuk dan memberantas nyamuk.

Pertama, kata dia, menjaga kebersihan lingkungan dan membasmi tempat-tempat yang mungkin menjadi sarang nyamuk. Kedua, hindari gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk semprot atau bakar, memakai obat oles anti nyamuk, atau menutup ventilasi rumah dengan kawat kassa.

Untuk pencegahan dari dalam tubuh, Subuh pun mengimbau masyarakat mengonsumsi obat antikaki gajah berjenis Albendazole atau Dietil Carbamazin sekali setahun selama lima tahun. Mengonsumsi obat ini secara rutin, menurut Subuh, efektif dalam memutus rantai penularan kaki gajah.

"Obat ini juga aman dan sudah dibuktikan bertahun-tahun lamanya," imbuh Subuh.

Pembagian obat antikaki gajah ini dilakukan setiap Oktober sebagai Bulan Eliminasi Kaki Gajah yang bisa didapatkan di puskesmas terdekat. Efek samping dari konsumsi obat ini antara lain sakit kepala, pusing, mual, diare, lemas, gatal-gatal, sebagai reaksi dari anak cacing yang mati dalam tubuh.

"Ibu hamil, anak di bawah usia 2 tahun dan lansia di atas 70 tahun tidak disarankan mengonsumsi obat ini. Bagi penderita penyakit hipertensi, jantung dan penyakit hati juga harus mendapatkan pengawasan dokter ketika mengonsumsi obat ini," pungkas Subuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awas, Nyamuk Juga Tularkan Penyakit Kaki Gajah

Awas, Nyamuk Juga Tularkan Penyakit Kaki Gajah

Health | Kamis, 01 Oktober 2015 | 07:44 WIB

Perangi Penyakit Kaki Gajah, Kemenkes Sasar 241 Kabupaten

Perangi Penyakit Kaki Gajah, Kemenkes Sasar 241 Kabupaten

News | Kamis, 01 Oktober 2015 | 05:35 WIB

Besok, Kemenkes Bagi-bagi Obat Antikaki Gajah

Besok, Kemenkes Bagi-bagi Obat Antikaki Gajah

Health | Rabu, 30 September 2015 | 21:30 WIB

Gejala Tak Khas, Masyarakat Harus Waspada Kaki Gajah

Gejala Tak Khas, Masyarakat Harus Waspada Kaki Gajah

Health | Rabu, 30 September 2015 | 18:58 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×