9 Tahun Abaikan Benjolan, Wanda Hamidah Divonis Tumor Payudara

Tomi Tresnady | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 12 Oktober 2016 | 14:26 WIB
9 Tahun Abaikan Benjolan, Wanda Hamidah Divonis Tumor Payudara
Artis sekaligus politisi Wanda Hamidah. [suara.com/Wahyu Tri Laksono]

Tak banyak yang tahu bahwa artis dan mantan politisi Wanda Hamidah pernah mengidap tumor payudara. Bahkan, yang lebih mengejutkan, penyakit ini baru diketahuinya setelah mengabaikan gejala awal selama sembilan tahun lamanya.

Seperti apa kisahnya?

Perempuan yang lahir di Jakarta pada 39 tahun silam ini mengenang kembali vonis tumor payudara yang diterimanya pada tahun 2010.

Saat itu Wanda sedang menjalani pemeriksaan kesehatan rutin, dan hasil USG menemukan adanya benjolan di payudaranya. Sontak hal ini membuatnya syok dan tak berdaya.

"Ketika diperiksa ada tumor, kaki saya seperti nggak berpijak di bumi. Setahu saya nggak ada keluarga yang punya riwayat kanker payudara," ujar Wanda pada talkshow "Breast Cancer Awareness" di Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Masih tak terima dengan divonis dokter, Wanda pun mencoba menengok ke belakang hingga akhirnya dia sadar bahwa pada usia 24 tahun ia pernah merasakan ada benjolan namun mengabaikannya. Padahal, seharusnya saat itu harus segera diperiksa.

"Saya baru sadar pernah merasa adanya benjolan sejak melahirkan anak pertama, berarti saat usia 24 tahun, risiko itu sudah ada. Sayangnya saya tetap santai sehingga sembilan tahun kemudian ditemukan sudah jadi tumor payudara," ujar istri Daniel Schuldt ini.

Beruntung tumor yang diidapnya belum berkembang menjadi kanker payudara, sebagai biang kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia.

Hingga akhirnya ibu enam anak ini mengikuti saran dokter untuk mengangkat tumor di payudaranya.

"Tumor di payudara sebelah kiri saya sudah diambil. Dan Alhamdulillah sampai sekarang tidak muncul kembali. Saya juga rutin untuk melakukan USG payudara setahun sekali," tambah dia.

Berdasarkan pengalaman mengidap tumor payudara, Wanda pun aktif mengampannyekan pencegahan dann deteksi kanker payudara. Ia pun didapuk sebagai ambassador dari Yayasan Kanker Payudara Indonesia.

"Saya senang berbagi pengetahuan supaya teman-teman aware tentang kanker payudara. Karena sekarang trennya sudah tidak hanya diidap lansia, tetapi juga anak muda," katanya. "Semakin kita menghindari faktor risikonya maka 70 persen kasus kanker payudara bisa dicegah."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Punya Bayi, Wanda Hamidah Makin Sibuk

Punya Bayi, Wanda Hamidah Makin Sibuk

Entertainment | Rabu, 11 Mei 2016 | 14:31 WIB

Terkini

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB