Awas! Detak Jantung Tak Teratur Bisa Sebabkan Stroke

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 17 Januari 2017 | 19:46 WIB
Awas! Detak Jantung Tak Teratur Bisa Sebabkan Stroke
Ilustrasi penyakit stroke. (Shutterstock)

Suara.com - Kelainan irama jantung atau fibrilasi atrium (FA) merupakan kondisi yang masih awam bagi masyarakat. Padahal, kondisi yang ditandai dengan detak jantung tak teratur ini bisa berujung pada stroke yang menimbulkan kecacatan.

"Ketika manifestasi aliran darah tidak berjalan baik karena gangguan irama jantung, maka mengakibatkan gumpalan darah yang bisa lepas dan menyebabkan stroke," ujar dr. Antono Sutandar, SpJP(K), Wakil Chairman Siloam Heart Institute (SHI) pada temu media di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Selasa (17/1/2017).

Salah satu gejala FA yang paling mudah dikenali, kata dia, adalah detak jantung yang tidak teratur. Detak jantung ini bisa cepat, lambat, atau kombinasi cepat dan lambat.

"Jika AF itu cepat dapat disertai dengan keluhan gagal jantung, seperti sesak napas dan cepat lelah. Jika lambat disertai dengan keluhan seperti mau pingsan dan kehilangan kesadaran sementara," tambah Antono.

Penyebab kelainan irama jantung sendiri dapat berupa kelainan tiroid, kelainan atrium yang membesar akibat hipertensi, kelainan katup jantung, atau jantung yang lemah dan sebagian kecil disebabkan oleh kelainan genetik,” ujar dia.

Lebih lanjut Antono menambahkan, prevalensi pasien gangguan irama jantung semakin meningkat seiring bertambahnya usia seperti usia di atas 75-80 tahun dengan prevalensi 10-15 persen.

Risiko stroke, tambah dia, akan meningkat jika penderita ada keluhan gagal jantung, hipertensi, diabetes, berusia lanjut di atas 75 tahun; memiliki sejarah stroke sebelumnya, dan ada penyempitan pembuluh darah otak, jantung, atau kaki.

Pencegahan stroke bisa dilakukan dengan pemberian obat pengencer darah. Obat pengencer darah dibagi menjadi dua yaitu antiplatelet dan anticoagulant. Bagi penderita AF, menurut Antono, anticoagulant lebih efektif untuk mencegah stroke.

Keputusan untuk menggunakan anticoagulant berdasarkan pertimbangan antara risiko dan keuntungannya. Keuntungannya, menurut Antono, menurunkan stroke sebanyak 60-70 persen, sedangkan risikonya perdarahan sebesar 3-5 persen per tahun.

"Bagi penderita yang mengalami kontraindikasi atau tidak tahan terhadap anticoagulant, terdapat pilihan lain yaitu dengan menutup kuping kamar atas jantung dan pemberian obat antiplatelet dengan risiko perdarahan yang lebih kecil," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ingin Jantung Tetap Sehat? Yuk, Santap Lima Makanan Ini

Ingin Jantung Tetap Sehat? Yuk, Santap Lima Makanan Ini

Health | Kamis, 15 Desember 2016 | 15:11 WIB

Hati-hati, Gangguan Irama Jantung Bisa Perparah Stroke!

Hati-hati, Gangguan Irama Jantung Bisa Perparah Stroke!

Health | Selasa, 26 Juli 2016 | 07:00 WIB

Mudah Tersinggung dan Stres? Awas Alami Gangguan Ini!

Mudah Tersinggung dan Stres? Awas Alami Gangguan Ini!

Health | Senin, 25 Juli 2016 | 19:14 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB