Mengenali Ciri Orang yang Ingin Bunuh Diri dan Cara Mencegahnya

Rabu, 22 Maret 2017 | 07:07 WIB
Mengenali Ciri Orang yang Ingin Bunuh Diri dan Cara Mencegahnya
Ilustrasi percobaan bunuh diri/overdosis. [Shutterstock]

Suara.com - Psikolog Klinis Dewasa dari Klinik Psikologi Pelangi, Irene Raflesia S.Psi, M.Psi, mengatakan bahwa individu yang mempertimbangkan untuk bunuh diri biasanya memberikan tanda-tanda kepada orang di sekitar mereka. Tanda-tanda itu terutama diperlihatkan kepada orang-orang tempat ia biasa berbagi.

Menurutnya, pencegahan bunuh diri berawal dari kemampuan mengenali gejala umum dan menanganinya dengan sungguh-sungguh. "Gejala ini dapat dibedakan menjadi aspek fisik, tingkah laku, kognitif dan emosional," kata Irene kepada Suara.com.

Gejala umum secara fisik, menurut Irene, dapat dilihat dari perubahan signifikan terhadap pola tidur (terlalu banyak atau malah terlalu sedikit), kurang bersemangat, berat badan berubah, juga pola makan yang berubah drastis. Sementara dari aspek tingkah laku, individu biasanya menunjukkan ciri membicarakan ide tentang kematian, meningkatnya perilaku berisiko, memberi barang-barang yang disayangi, menarik diri dari kegiatan yang menyenangkan, serta menjauhi orang lain.

"Secara kognitif, individu cenderung terpaku pada pemikiran tentang kematian, dan percaya bahwa bunuh diri hanyalah satu-satunya cara untuk menghentikan luka hati. Dan gejala emosional tampak dari rasa tak berdaya, putus harapan, kesepian, sakit hati, mudah tersinggung, mood yang cepat berubah, gelisah dan cemas," sambungnya.

Saat keinginan bunuh diri menguat di pikiran, Irene menambahkan, otak seseorang akan cenderung sulit untuk berpikir logis. "Pada saat-saat seperti inilah, dukungan dari teman-teman dan orang yang dikenal sangat menentukan hidup orang yang ingin bunuh diri," lanjutnya.

Irene juga mengingatkan, jika mengetahui ada orang yang memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan bunuh diri, maka kita perlu membekali diri dengan pengetahuan yang cukup.

"Dalam berkomunikasi misalnya, pastikan untuk mendengarkan curahan hati dengan empati. Juga cobalah menunjukkan kepedulian dengan cara mendengarkan pikiran dan perasaan, tanpa memberikan penilaian atau nasihat kepada orang tersebut," terang Irene.

Sementara, apabila keinginan bunuh diri itu dirasa masih terlalu kuat, apalagi jika dalam kondisi darurat, Irene menyarankan masyarakat untuk menghubungi sambungan telepon 1-500-454.

"Hotline ini merupakan layanan konseling melalui saluran telepon yang dibuka oleh Kemenkes pada peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 10 Oktober 2010 lalu," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI