Sempat Tolak Berobat, Pasien TB MDR Ini Akhirnya Sembuh

Arsito Hidayatullah, Firsta Nodia

Sabtu, 25 Maret 2017 | 14:36 WIB
Sempat Tolak Berobat, Pasien TB MDR Ini Akhirnya Sembuh
Tata Ardita, mantan pasien TB MDR yang kini sudah dinyatakan sembuh. [Suara.com/Firsta Putri Nodia]

Suara.com - Mengidap tuberkulosis (TB) bukan perkara mudah untuk diterima sebagian orang. Butuh kesadaran yang tinggi dari pasien untuk mau menyelesaikan pengobatan tanpa henti, setiap hari selama enam bulan.

Jika pengobatan tak dilakukan, maka pasien TB reguler bisa mengidap penyakit TB lanjutan atau MDR (multidrug resistant tuberculosis), karena bakteri TB sudah resisten dengan obat-obatan sebelumnya. Pada fase ini, pasien harus menjalani pengobatan tanpa henti minimal 20 bulan, dengan jumlah obat yang sangat banyak.

Hal ini dialami oleh seorang pasien asal Rangkasbitung, Banten, bernama Tata Ardita (32). Ia pertama kali didiagnosis mengidap TB pada 2010 lalu, saat bekerja di kantin. Tata mengaku dirinya menjalani pengobatan tanpa henti selama enam bulan hingga didiagnosis sembuh.

Namun pada 2012, ia kembali tertular TB. Tata kembali harus menjalani pengobatan hingga dinyatakan sembuh. Lantas, ia pun kembali bekerja, hingga suatu hari Tata lagi-lagi merasakan gejala batuk tak biasa. Ketika memeriksakan diri, dokter mendiagnosa bahwa ia mengidap TB MDR.

"Pada saat itu, saya dirujuk ke RSUP Persahabatan karena hasil dahak saya positif TB MDR. Tapi saya tidak langsung obati, karena pengobatannya lama sampai 2 tahun dan saya juga takut disuntik," ujar Tata, berbicara pada peringatan Hari TB Sedunia.

Tata pun memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. Silaturahim dengan keluarga yang seharusnya menyenangkan, harus terhalang dengan keluhan batuk yang terus-menerus dialaminya. Ia juga merasakan tubuhnya panas-dingin dan nafsu makan yang terus menurun.

Ia lantas teringat pesan dokter, bahwa jika penyakitnya tak diobati maka ia bisa menularkannya ke orang-orang di sekitarnya, termasuk keluarga. Di situlah Tata kemudian memutuskan untuk kembali ke Jakarta guna menjalani pengobatan TB MDR.

"Saya berpikir, kalau nggak saya obatin, kasihan keluarga. Akhirnya, (tahun) 2015 saya balik ke Jakarta, tapi nggak langsung berobat MDR. Ketika saya drop, lalu ke Puskesmas, dan di situ saya dirujuk ke RSUP Persahabatan," tambah dia.

Di rumah sakit rujukan nasional untuk masalah respirasi ini, Tata menjalani pengobatan MDR selama 21 bulan. Delapan bulan pertama, tubuhnya disuntik setiap hari bagian kiri dan kanan. Jumlah obat yang harus dikonsumsinya setiap hari mencapai 13 butir.

"Efek samping yang saya rasakan (adalah) mual, muntah, pendengaran berkurang, sendi sakit. Saya juga jauh dari keluarga selama pengobatan, karena pengen sembuh dulu, biar nggak menularkan ke mereka," tambah perempuan berhijab ini.

Hingga akhirnya, berkat keseriusannya untuk menjalani pengobatan, Tata berhasil mendapatkan kesembuhan pada Januari 2017 lalu. Kini ia aktif dalam organisasi Pejuang Tangguh (Peta) yang berkonsentrasi mensosialisasikan tentang pentingnya pengobatan bagi para pengidap TB.

Dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, mengatakan bahwa jumlah pasien TB MDR yang putus obat di tempatnya mencapai 30 persen. Padahal, obat yang diberikan tidak memungut biaya sepeser pun dari pasien meski harganya sangat mahal.

Untuk itu, Erlina mengimbau agar pasien TB MDR meningkatkan kesadarannya untuk menjalani pengobatan hingga tuntas, guna menekan penularan TB MDR ke orang-orang di sekitarnya.

"Kalau tertular dari pasien TB MDR itu dan saat itu imunitas rendah, kita bisa langsung mengidap TB MDR. Jadi bukan dari TB regular tadi. Dan pengobatannya sangat lama dan jumlah obatnya banyak. Tapi (kini) sedang dikembangkan obat baru, sehingga durasi pengobatan bisa 9-10 bulan," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Agar Tak Menular, Ini yang Harus Dilakukan Penderita TB

Agar Tak Menular, Ini yang Harus Dilakukan Penderita TB

Health | Kamis, 08 Desember 2016 | 14:30 WIB

Waspada Terhadap Tuberkulosis Laten

Waspada Terhadap Tuberkulosis Laten

Health | Kamis, 08 Desember 2016 | 08:14 WIB

Tuberkulosis Salah Satu Penyebab Kematian Utama Perempuan

Tuberkulosis Salah Satu Penyebab Kematian Utama Perempuan

Health | Jum'at, 06 November 2015 | 07:15 WIB

Obat Baru Untuk TB Resisten Segera Diuji Coba di Indonesia

Obat Baru Untuk TB Resisten Segera Diuji Coba di Indonesia

Health | Kamis, 02 April 2015 | 19:14 WIB

Terkini

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:20 WIB

Masker Mata yang Bagus Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi Produknya

Masker Mata yang Bagus Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi Produknya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:18 WIB

Skuad Timnas Indonesia Berubah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Dony Tri dan Yakob Sayuri Dicoret

Skuad Timnas Indonesia Berubah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Dony Tri dan Yakob Sayuri Dicoret

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 07:17 WIB

Oktober Berpotensi Jadi Puncak Panas Jateng, BMKG Wanti-wanti Dehidrasi dan Kebakaran

Oktober Berpotensi Jadi Puncak Panas Jateng, BMKG Wanti-wanti Dehidrasi dan Kebakaran

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 07:16 WIB

AC LG Makin Pintar, AI Bisa Baca Kondisi Ruangan hingga Atur Konsumsi Listrik

AC LG Makin Pintar, AI Bisa Baca Kondisi Ruangan hingga Atur Konsumsi Listrik

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 07:15 WIB

Negara G7 Ngamuk Houthi Serang Arab Saudi: Hentikan!

Negara G7 Ngamuk Houthi Serang Arab Saudi: Hentikan!

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:12 WIB

Usai Dapat Arahan BPK, KAI Siapkan Pengembalian Eks Stasiun Banjarnegara

Usai Dapat Arahan BPK, KAI Siapkan Pengembalian Eks Stasiun Banjarnegara

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 07:09 WIB

Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di September

Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di September

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 07:05 WIB

Shogakukan Hadirkan Penghargaan Manga Fantasi, Gandeng Rumiko Takahashi

Shogakukan Hadirkan Penghargaan Manga Fantasi, Gandeng Rumiko Takahashi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:05 WIB

Kesepian Berakhir, 4 Shio Ini Berpeluang Menemukan Kebahagiaan Setelah 23 September 2026

Kesepian Berakhir, 4 Shio Ini Berpeluang Menemukan Kebahagiaan Setelah 23 September 2026

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 06:50 WIB

×