Riset: Polusi Bunuh 75 Persen Sperma

Ardi Mandiri, Firsta Nodia

Kamis, 06 April 2017 | 07:57 WIB
Riset: Polusi Bunuh 75 Persen Sperma
Ilustrasi sperma. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian menyebutkan terpapar polusi udara perkotaan secara berkala selama tiga bulan berturut-turut bisa menyebabkan 75 persen matinya sel sperma, kata seorang dokter kandungan.

Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita Dr dr Didi Danukusumo Sp.OG di Jakarta, menyebutkan penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan menghirup karbon monoksida bisa mematikan sel sperma.

"Kita ada penelitian dulu, polisi yang mengatur lalu lintas di perempatan terpapar karbon monoksida dalam tiga bulan, 75 persen spermanya mati. Makanya sekarang polisi pakai masker," kata Didi pada Rabu (5/4/2017).

Selain karena polusi udara, matinya sel sperma juga bisa terjadi akibat kondisi yang terpapar panas berlebih pada testis. Didi mencontohkan kondisi testis dengan suhu tinggi bisa disebabkan oleh pemakaian celana berlapis-lapis, mengendarai kendaraan dengan paparan panas pada testis, atau kondisi saat memasak yang terpapar panas dari kompor.

"Laki-laki yang suka masak, testisnya terpapar panas kompor, spermanya kena kompor itu bisa menyebabkan kelainan, jadi kelainan bawaan pada bayi," tutur Didi.

Dia menekankan kondisi sulit hamil tidak hanya, karena faktor kelainan dari perempuan itu sendiri, namun juga ada faktor kelainan dari laki-laki. "Yang salah bukan hanya wanita saja," tegas Didi.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa persentase tidak terjadinya kehamilan 40 persen berasal dari perempuan, 40 persen dari lelaki, dan 20 persen sisanya faktor bersama.

Kualitas, bentuk, dan gerakan sperma, kata Didi, juga sangat mempengaruhi dalam terjadinya pembuahan.

Adapun faktor dari perempuan ialah faktor organik seperti ada saluran telur yang buntu, ada benjolan di rahim berupa kista atau myom yang menyebabkan keguguran terus menerus, faktor indung telur yang tidak matang, dan kemungkinan perjalanan sperma terganggu karena muara rahim buntu.

Namun Ia menegaskan, laki-laki juga berperan dalam mempengaruhi lambatnya pasangan memperoleh keturunan. Seperti diketahui, pada laki-laki kesuburan reproduksi dipengaruhi oleh jumlah, kualitas dan bentuk sperma. Ada beberapa aktivitas sehari-hari yang dapat mempengaruhi kesuburan kaum laki-laki, salah satunya paparan polusi di jalanan.

"Wanita dan laki-laki umur 25-35 tahun yang berhubungan intim seminggu tiga kali, 90 persen akan hamil pada tahun pertama. Ada 10 persen lainnya yang belum beruntung," jelas Didi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sperma Menempel di Kulit yang Berkeringat, Matikah?

Sperma Menempel di Kulit yang Berkeringat, Matikah?

Health | Selasa, 28 Februari 2017 | 21:20 WIB

Enam Fakta Perempuan Alergi Sperma

Enam Fakta Perempuan Alergi Sperma

Health | Kamis, 23 Februari 2017 | 19:31 WIB

Terkini

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:22 WIB

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:15 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:09 WIB

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 06:45 WIB

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

×