Hamil? Cuaca Panas Dapat Tingkatkan Risiko Diabetes Gestasional

Dythia Novianty, Risna Halidi

Selasa, 16 Mei 2017 | 06:47 WIB
Hamil? Cuaca Panas Dapat Tingkatkan Risiko Diabetes Gestasional
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang suka menikmati matahari dan cuaca panas. Namun panas yang ekstrem bisa menimbulkan sejumlah masalah kesehatan seperti kelelahan, kebingungan dan bisa memicu masalah jantung.

Sekarang, sebuah studi baru menunjukkan bahwa perempuan hamil yang mengekspos diri mereka pada suhu rata-rata 24 derajat Celcius atau lebih, lebih berisiko terkena diabetes gestasional. Studi tersebut juga menemukan bahwa perempuan yang berada di iklim lebih dingin dengan suhu rata-rata minus 10 derajat atau bahkan lebih, sedikit berisiko terkena penyakit yang sama daripada yang terpapar suhu panas.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Medical Association tersebut, mencoba untuk mengetahui paparan suhu luar pada perempuan hamil. Hasilnya adalah perempuan yang tinggal di daerah beriklim hangat, seperti Indonesia, memiliki 7,7 persen risiko diabetes gestasional yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tinggal di iklim lebih dingin dengan risiko sebesar 4,6 persen.

Selanjutnya, periset menemukan bahwa untuk setiap kenaikan suhu 10 derajat Celcius, ada peningkatan risiko enam sampai sembilan persen secara relatif. Hal ini menunjukkan, temuan yang didasarkan pada teori tentang bagaimana lemak coklat pada manusia menjadi aktif dalam iklim dingin untuk menghasilkan panas dan metabolisme di seluruh tubuh.

"Banyak yang akan berpikir bahwa pada suhu yang lebih hangat, perempuan berada di luar dan lebih aktif, yang akan membantu membatasi kenaikan berat badan pada kehamilan yang menjadi predisposisi perempuan terhadap diabetes gestasional," kata penulis utama Gillian Booth, seorang peneliti di Rumah Sakit St Michael di Ontario, Kanada.

"Namun, paparan dingin dapat meningkatkan kepekaan Anda terhadap insulin, dengan mengaktifkan jenis lemak pelindung yang disebut jaringan adiposa coklat," tambah Booth.

Untuk penelitian ini, tim melihat 555.911 kelahiran di antara 396.828 perempuan yang tinggal di Kanada selama periode 12 tahun (2002 sampai 2014).

Selain itu, perempuan yang lahir di iklim yang lebih dingin, termasuk Kanada dan Amerika Serikat, selama kehamilan memiliki tingkat gestasional diabetes sebesar 3,6 persen, sementara yang terpapar suhu panas memiliki tingkat gestational diabetes 6,3 persen.

Para periset mengambil kesimpulan bahwa alasan suhu dapat mempengaruhi peluang perempuan untuk terkena diabetes gestasional mungkin tergantung pada cara manusia membuat berbagai jenis lemak. [Zeenews]

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berhubungan Seksual Saat Istri Hamil Perlancar Proses Persalinan

Berhubungan Seksual Saat Istri Hamil Perlancar Proses Persalinan

Health | Minggu, 30 April 2017 | 20:09 WIB

Riset: Bumil Merokok Picu Risiko Autisme pada Cucu

Riset: Bumil Merokok Picu Risiko Autisme pada Cucu

Health | Minggu, 30 April 2017 | 18:24 WIB

Ingin hamil? Coba Posisi Seks Ini

Ingin hamil? Coba Posisi Seks Ini

Lifestyle | Selasa, 18 April 2017 | 21:16 WIB

Terkini

Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer

Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:07 WIB

Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme

Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan

Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:03 WIB

Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga

Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya

Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:59 WIB

El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?

El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren

Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:49 WIB

4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati

4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:48 WIB

Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?

Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI

Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:42 WIB

×