Delapan Fakta tentang Kebersihan Ini Bisa Bikin Anda Terkejut!

Ririn Indriani

Selasa, 16 Mei 2017 | 11:31 WIB
Delapan Fakta tentang Kebersihan Ini Bisa Bikin Anda Terkejut!
Ilustrasi cuci tangan. (Shutterstock)

Suara.com - Ada delapan mitos tentang kebersihan yang ternyata salah beAda banyak mitos kebersihan yang beredar di masyarakat. Misalnya, agar tubuh bebas dari bakteri yang menyebabkan penyakit, Anda harus mandi setiap hari, atau ada pula anggapan bahwa toilet umum bisa menimbulkan penyakit infeksi? Benarkah semua itu?

Menjawab soal mitos-mitos soal kebersihan, berikut beberapa mitos dan fakta tentang kebersihan yang dihimpun hellosehat.com.

Mitos: Sabun dapat membunuh bakteri
Fakta: Salah. Sabun yang Anda pakai sebenarnya tidak membunuh kuman. Selama ini sabun yang Anda gunakan tersebut hanya memindahkannya ke tempat lain, bukan membunuhnya.

Jadi, cara kerja sabun sebenarnya hanya mengangkat kuman dan bakteri penyebab penyakit yang ada pada permukaan kulit. Lalu, ketika Anda membilasnya dengan air, kuman dan bakteri tersebut terbawa serta berpindah pada aliran air tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menggunakan air yang mengalir ketika mencuci tangan atau bagian tubuh lainnya. Sehingga bakteri dapat terbuang bersama aliran air tersebut.

Mitos: Keramas setiap hari bikin kuman hilang
Fakta: Salah. Setiap orang pasti memiliki jadwal mencuci rambutnya tersendiri. Tapi, tidak sedikit yang keramas sangat sering, bahkan setiap kali ia mandi.

Sebenarnya, mencuci rambut setiap hari hanya membuat rambut Anda kurang sehat. Sampo memang ampuh untuk membersihkan dan menghilangkan minyak pada rambut, tapi jika terlalu sering hanya akan membuat rambut kering dan rapuh.

Mitos: Anda butuh mandi setiap hari
Fakta: Katanya, agar tubuh bersih, Anda harus mandi setidaknya dua kali dalam satu hari. Tidak tahu dari mana datangnya anjuran tersebut.

Namun, menurut beberapa ahli, Anda tidak perlu mandi dua kali dalam satu hari, bahkan tidak mandi setiap hari juga tak masalah. Justru mandi terlalu sering akan membuat bakteri baik pada kulit Anda mati.

Namun, semakin sering dan lama Anda menghabiskan waktu di luar ruangan, maka sebaiknya Anda mandi untuk membersihkan kuman yang tertempel pada tubuh.

baca juga

Mitos: Toilet umum penuh dengan bakteri
Fakta: Tidak juga. Toilet umum memang biasanya kotor dan bisa jadi kumpulan bakteri penyakit. Namun menurut ahli mikrobiologi, bakteri yang ada di toilet umum sama saja seperti bakteri toilet di rumah Anda.

Dudukan kloset pada toilet umum yang Anda kira kotor dan penuh dengan kuman itu sebenarnya tidak berbahaya.Selama Anda tidak memiliki luka terbuka di bagian kulit yang bersentuhan dengan kloset duduk, maka Anda tidak akan mengalami infeksi karenanya.

Mitos: Keringat membuat tubuh jadi bau
Fakta: Keringat yang dihasilkan dari kulit Anda sebenarnya tidak memiliki bau sama sekali. Lalu apa yang membuatnya menjadi bau? Bau badan timbul akibat bakteri yang menempel pada permukaan kulit. Jadi, ketika keringat bercampur dengan bakteri, maka bau badan baru muncul. Bakteri yang paling sering ada di permukaan kulit seperti Staphylococcus epidermis dan S. Aureus.

Mitos: Hand sanitizer mampu membunuh semua bakteri di tangan
Fakta: Jika Anda mengganti kebiasaan membersihkan tangan dengan sabun dan air menjadi menggunakan hand sanitizer, maka sebenarnya tindakan Anda kurang baik. Faktanya, sampai saat ini sabun cuci tangan masih dirasa ampuh untuk menghilangkan bakteri di tangan. sebab baru-baru ini diketahui bahwa antibakteri yang ada di hand sanitizer diketahui tidak bekerja sebaik sabun cuci tangan.

Mitos: Membersihkan rumah harus memakai produk antibakteri
Fakta: Karena ingin rumah bersih dan bebas dari bakteri, bukan berarti Anda harus membeli semua produk pembersih rumah yang antibakteri. Menurut ahli mikrobiologi, produk pembersih antibakteri yang dijual di pasaran lebih banyak mengandung zat triklosan yang dianggap tidak cukup ampuh membunuh bakteri. Justru triklosan bisa menjadi racun untuk lingkungan sekitar Anda. Berbeda dengan desinfektan – yang ada di dalam pemutih – bisa bekerja lebih baik dalam melawan bakteri penyakit dan tidak membuat lingkungan tercemar.

Mitos: Anda tidak harus mengganti seprai terlalu sering
Fakta: Malah sebaliknya. Faktanya, seprai yang Anda gunakan adalah salah satu sarang bakteri dan kuman. Sebenarnya, setiap jam Anda menambahkan jumlah bakteri dan kuman pada seprai.

Jika Anda sering tidak mandi setelah beraktivitas dari luar dan segera rebahan di kasur, maka bisa jadi kasur Anda sudah dipenuhi dengan bakteri. Meskipun dalam kebanyakan kasus hal ini tidak berbahaya, namun bakteri yang ada di kasur bisa menyebabkan iritasi dan jerawat pada tubuh.

Untuk menghindarinya, sebaiknya Anda mengganti seprai kasur setiap minggu dan mencuci seprai yang telah digunakan dengan air panas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Minuman Soda Sebabkan Haid Lebih Banyak?

Minuman Soda Sebabkan Haid Lebih Banyak?

Health | Rabu, 25 Februari 2015 | 15:43 WIB

Tinggi Badan di Pagi dan Siang Hari Berbeda?

Tinggi Badan di Pagi dan Siang Hari Berbeda?

Health | Rabu, 31 Desember 2014 | 07:00 WIB

6 Mitos Kesehatan yang Keliru

6 Mitos Kesehatan yang Keliru

Health | Selasa, 30 Desember 2014 | 12:00 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×