Ini yang Terjadi pada Tubuh Bila Kebanyakan Makan Madu

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 11 Juli 2017 | 10:18 WIB
Ini yang Terjadi pada Tubuh Bila Kebanyakan Makan Madu
Ilustrasi madu. (Shutterstock)

Suara.com - Kita semua tahu bahwa mengonsumsi madu memiliki efek positif bagi kesehatan. Madu bahkan telah digunakan sebagai obat alami selama ribuan tahun.

Namun apa yang terjadi bila Anda mengonsumsi terlalu banyak madu? Nah, sebelum mengetahui jawabannya, kita perlu mengetahui dulu kandungan yang terdapat di dalam madu.

Satu sendok teh madu mengandung 5,8 gram karbohidrat. Semua karbohidrat di dalam madu berbentuk gula. Dibandingkan dengan gula per porsi, kandungan karbohidrat dan kalori madu sangat besar.

Setelah mengetahui hal ini, jelas terlihat bahwa madu dan gula masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama pada tubuh kita.

Berikut apa yang terjadi pada tubuh, jika kita terlalu banyak mengonsumsi madu, seperti yang dilansir dari laman Boldsky.

1. Meningkatkan kadar gula darah
Karena madu memiliki sejumlah besar karbohidrat, madu cenderung menaikkan kadar gula darah.

Pada orang sehat, produksi insulin dapat menetralkan kenaikan kadar gula darah, tetapi untuk penderita diabetes, seseorang bisa mengalami kenaikan abnormal pada levelnya. Oleh karena itu, madu tidak disarankan bagi penderita diabetes.

2. Masalah gigi
Menurut USDA National Nutrient Database, sekitar 82 persen madu terdiri dari gula dan dapat dengan mudah meningkatkan kerusakan gigi. Meskipun madu memiliki gula alami sebagai komponennya, namun dengan mudah menempel pada berbagai bagian mulut Anda, terutama gigi, karena viskositasnya yang tinggi.

Madu membantu bakteri di dalam mulut membentuk asam yang pada gilirannya menyebabkan erosi email gigi, sehingga mendorong kerusakan gigi. Jadi, lebih baik menggunakan madu secukupnya dalam makanan.

3. Penambahan berat badan
Madu mempromosikan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan. Pelakunya adalah fruktosa yang hadir dalam makanan manis ini. Terlalu banyak fruktosa  bisa menyebabkan obesitas dan masalah kesehatan terkait kadar gula yang tinggi. Meski alami, konsentrasi gula yang tinggi bisa mempengaruhi hati kita.

4. Mempengaruhi saluran gastrointestinal
Madu yang sedikit asam bisa mengikis lapisan perut, kerongkongan dan usus, sehingga menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan, jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Hal ini juga bisa menyebabkan penyakit yang disebut acid reflux.

5. Sembelit dan masalah perut
Konstipasi adalah masalah kesehatan lain yang timbul dari makan terlalu banyak madu. Konsentrasi tinggi fruktosa kembali menjadi alasan untuk hal ini. Efek samping lainnya adalah kembung dan diare. Diare bisa jadi akibat ketidakmampuan perut mencerna gula dalam madu.

6. Tekanan darah rendah
Madu memiliki bahan yang diperlukan untuk menurunkan tekanan darah jika dikonsumsi secara berlebihan. Jadi, akan ada risiko pada orang dengan tekanan darah rendah jika memiliki terlalu banyak madu, karena akan semakin berkurang, sehingga menyebabkan kerusakan fungsi jantung yang serius. Selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter yang baik mengenai jumlah asupan madu.

Dosis Madu yang Dianjurkan
Seperti yang telah diuraikan, efek madu dalam jumlah besar memberikan efek yang besar pula dalam sistem tubuh kita. Untuk itu, cobalah konsumsi madu kira-kira 10 sendok teh, yaitu 50 ml madu per hari.

Namun dosis ini tidak dapat dijamin, karena tingkat asupan optimal sangat bergantung pada diet, kondisi kesehatan dan gaya hidup seseorang. Orang yang aktif mungkin membutuhkan lebih banyak gula daripada yang tidak. Dengan demikian dosis yang dianjurkan bisa bervariasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lima Pengganti Gula Tebu Baik untuk Kesehatan

Lima Pengganti Gula Tebu Baik untuk Kesehatan

Health | Senin, 20 Februari 2017 | 12:51 WIB

Madu dan Jeruk Nipis Bisa Hilangkan Bekas Jerawat?

Madu dan Jeruk Nipis Bisa Hilangkan Bekas Jerawat?

Health | Rabu, 17 Agustus 2016 | 13:59 WIB

Ingin Wajah Halus dan Kencang? Ini Ramuannya

Ingin Wajah Halus dan Kencang? Ini Ramuannya

Lifestyle | Kamis, 14 Juli 2016 | 09:15 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB