Bullying Terjadi karena Pembiaran, Kak Seto Minta Lakukan Ini

Chaerunnisa, Risna Halidi

Senin, 24 Juli 2017 | 18:17 WIB
Bullying Terjadi karena Pembiaran, Kak Seto Minta Lakukan Ini
Kak Seto meminta ada satgas antibully agar tak ada lagi pembiaran dalam kasus bullying (Suara.com/Risna)

Suara.com - Kasus bullying atau perundungan terjadi bukan hanya pada remaja seperti anak SMA, tapi juga merambah pada anak-anak SMP, SD, hingga TK. Parahnya, perilaku tidak terpuji seperti mem-bully bukan hanya dilakukan oleh anak-anak yang tumbuh di kota besar saja.

Pemerhati anak Seto Mulyadi mengatakan, perilaku bullying tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja, tapi juga sudah banyak dilakukan oleh anak-anak di daerah.

"Bahkan ada catatan dari penelitian kandidat Doktor dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung, di Jawa Barat, di SD saja, 60-70 persen SD di Jawa Barat mengalami bully," ungkapnya di Kementerian Kesehatan, Jakarta, (24/7/2017).

Lebih lanjut, Seto mengatakan, empat tahun lalu pernah ada kejadian bunuh diri yang dilakukan seorang anak TK di Jawa Tengah karena frustasi di-bully di sekolah. Namun, tetap dipaksa bersekolah oleh ibundanya.

"Ini terjadi karena adanya pembiaran baik dari para guru, orangtua, bahkan kepala dinas pendidikan. Kemudian juga tidak ada komunikasi yang efektif," jelas Kak Seto.

Senada dengan Seto Mulyadi, Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan, dr. Eni Gustina, MPH memaparkan, sebagian masyarakat Indonesia masih menganggap kekerasan seperti bullying merupakan hal biasa.

"Anak itu kalau sering dilakukan kekerasan akan menghambat pertumbuhannya. Khususnya secara mental, dan berikutnya dia akan menjadi pelaku," ujar Eni saat ditemui Suara.com.

Parahnya, para pendidik di Indonesia juga kadang merasa bingung menghadapi kasus perundungan yang terjadi di sekolah. Seto merasa, perlu adanya buku panduan serta bimbingan bagi guru untuk mengatasi kasus bullying di sekolah.

"Misalnya ada satgas antibully yang dibangun dan bekerja sama dengan OSIS, guru, kepala dinas dan orangtua," imbuhnya.

Dalam data yang dikeluarkan Pusat Litbang Departemen Kesehatan pada 2015 disebutkan, 20,6 persen siswa anak usia sekolah di Indonesia pernah mengalami bully, 5,2 persen di antaranya pernah berpikir untuk melakukan bunuh diri karena di-bully.

Data tersebut dibuat setelah melakukan survei kepada 11.163 anak berusia 12-18 tahun di 26 propinsi, dan 68 kota/ kabupaten di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Jokowi: Kita Harus Stop Bullying!

Presiden Jokowi: Kita Harus Stop Bullying!

News | Senin, 24 Juli 2017 | 12:40 WIB

KPAI: Korban Bullying Harus Direhabilitasi

KPAI: Korban Bullying Harus Direhabilitasi

News | Jum'at, 21 Juli 2017 | 11:10 WIB

KPAI: Jangan Sebarkan Video Bullying

KPAI: Jangan Sebarkan Video Bullying

News | Jum'at, 21 Juli 2017 | 10:44 WIB

KPAI Tegaskan Bullying Bertentangan dengan Prinsip Pendidikan

KPAI Tegaskan Bullying Bertentangan dengan Prinsip Pendidikan

News | Jum'at, 21 Juli 2017 | 10:26 WIB

Terkini

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Jakarta | Sabtu, 19 September 2026 | 21:32 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:18 WIB

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:05 WIB

4 Cushion Matte Finish untuk Kulit Berminyak, Bikin Makeup Flawless Bebas Kilap

4 Cushion Matte Finish untuk Kulit Berminyak, Bikin Makeup Flawless Bebas Kilap

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek

Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 20:40 WIB

5 Keistimewaan Weton Jumat Kliwon yang Dikenal Sakral Menurut Primbon Jawa

5 Keistimewaan Weton Jumat Kliwon yang Dikenal Sakral Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 20:35 WIB

20 Tahun Fashion Nation: Merayakan Wastra, Desainer, dan Wajah Baru Fashion Indonesia

20 Tahun Fashion Nation: Merayakan Wastra, Desainer, dan Wajah Baru Fashion Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 20:32 WIB

×