Ini Penghambat Target Indonesia Emas 2045

Ririn Indriani | Risna Halidi | Suara.com

Selasa, 08 Agustus 2017 | 13:50 WIB
Ini Penghambat Target Indonesia Emas 2045
Peringatan Hari Anak Nasional 2017 di Aula 1, Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin (7/8/2017) mengangkat tema 'Pemenuhan Hak Kesehatan Anak'. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Menurut data dari Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2017 sebanyak 27.77 juta orang atau sekitar 10.64 persen. Sebanyak 11 juta jiwa atau 40 persen di antaranya adalah anak-anak.

Parahnya, kondisi tersebut menjadi gambaran masa depan bangsa Indonesia. Maka dari itu, program Indonesia Emas 2045 yang dicanangkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui Kemenpora besar kemungkinan akan menghadapi banyak hambatan.

Plt Sekertaris Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak, Lenny Rosalina mengatakan akan ada 84 juta anak Indonesia di bawah usia 18 tahun pada 2045. Sayangnya, dari sekian banyak masalah yang dihadapi oleh anak, masalah gizi tetap menjadi masalah utama baik itu kurang gizi, stunting bahkan obesitas.

Dalam acara yang sama, Anggota Satgas Perlindungan Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia-- dr. TB Rahmat Sentika mengatakan jika masalah gizi dan tumbuh kembang anak tidak selalu semata-mata disebabkan oleh faktor ekonomi keluarga.

"Melainkan juga karena kurangnya pengetahuan ibu. Anak yang seharusnya diberi ASI, tapi malah diberi makanan lain yang tinggi kandungan gula, garam dan lemak. Tidak heran kalau saat ini obesitas dan diabetes pada anak mengingkari," terangnya.

Untuk menghindari kegagalan pencapaian program Indonesia Emas 2045, ia pun menuturkan bagaimana pemerintah telah membuat lima strategi untuk mengatasi masalah gizi pada anak.

"Pertama langsung kepada anak. Kita kemas dengan gaya bahasa mereka termasuk membuat wadah bagi anak seperti forum anak dari tingkat desa hingga nasional. Ini untuk mewadahi aktifitas anak-anak, dilatih menjadi pelopor hal-hal baik," ucapnya dalam acara Hari Anak Nasional 2017 di Aula 1, Gedung Kemendikbud, Jakarta.

Strategi kedua, intervensi dilakukan langsung kepada keluarga dengan cara membuat pusat pembelajaran keluarga di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Pusat pembelajaran keluarga tersebut juga dilengkapi dengan psikolog dan psikiater juga tenaga profesional yang dapat membantu memecahkan masalah-masalah keluarga.

Ketiga, intervensi juga dilakukan ke sekolah-sekolah tempat anak sebagian besar waktunya dihabiskan di sana. Lalu keempat, pemerintah melakukan strategi langsung melalui lingkungan. "Kita ada pojok kesejahteraan anak, pusat kreativitas anak dan ruang bermain ramah anak."

Strategi terakhir atau yang kelima, intervensi dilakukan melalui dimensi wilayah. "Kita ingin pemimpin daerah memberikan perhatian pada generasi emas," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Yohana Deklarasikan 13 Kota Layak Anak

Menteri Yohana Deklarasikan 13 Kota Layak Anak

News | Senin, 31 Juli 2017 | 00:12 WIB

Hari Anak Nasional, Sanggar Ini Cerita "Hompimpong Alaium Boong"

Hari Anak Nasional, Sanggar Ini Cerita "Hompimpong Alaium Boong"

Health | Minggu, 23 Juli 2017 | 19:07 WIB

Rayakan Hari Anak Nasional dengan Mendongeng

Rayakan Hari Anak Nasional dengan Mendongeng

Health | Minggu, 23 Juli 2017 | 15:06 WIB

Terkini

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB