Waspadai Cuaca Ekstrem di Tanah Suci, Begini Cara Cegah Dehidrasi

Ririn Indriani

Sabtu, 26 Agustus 2017 | 14:44 WIB
Waspadai Cuaca Ekstrem di Tanah Suci, Begini Cara Cegah Dehidrasi
Mamah Dedeh saat memberi tausiyah kepada para calon jemaah haji di acara 'Sejukkan Hati, Naik Haji bersama Cap Kaki Tiga' di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/8/2017).

Suara.com - Menurut laporan Presidency of Meteorology and Environment (PME), telah terjadi peningkatan suhu ekstrem di sejumlah wilayah Arab Saudi hingga mencapai 50 derajat Celcius, terutama di provinsi bagian timur. Kondisi ini dilaporkan bakal berlangsung selama musim haji yaitu Agustus hingga Oktober. Dan perlu diketahui bahwa suhu tinggi dipengaruhi oleh tekanan musiman di India yang diikuti oleh udara kering dan panas.

Kondisi ini tentu saja akan berimbas pada cuaca di seluruh wilayah Arab Saudi, termasuk Madinah, Mekkah, Riyadh dan Qassim, yang diperkirakan akan mengalami angin kencang disertai debu pasir halus. Keadaan ini tentu tidak menguntungkan bagi para jemaah, terutama terkait masalah kesehatan.

Ya, udara kering dan panas disertai angin kencang berdebu, membuat para jemaah rentan mengalami dehidrasi dan panas dalam. Untuk, mencegah risiko tersebut, PT. Kino Indonesia, Tbk, melalui brand Larutan Cap Kaki Tiga, menggelar kegiatan bertajuk "Sejukkan Hati, Naik Haji bersama Cap Kaki Tiga".

Acara yang berlangsung di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Jawa Barat ini menghadirkan Ustadzah Mamah Dedeh yang memberikan tausiyah kepada para calon jemaah haji. Dalam ceramahnya, ia berpesan agar para jemaah menyiapkan diri untuk menghadapi masalah ini.

"Yang pasti fisik dan mental harus prima karena kondisi di sana pasti panas. Tapi saya yakin para jemaah sudah mempersiapkan hal ini jauh-jauh hari ini, karena niatnya semata-mata beribadah karena panggilan Allah," kata Mamah Dedeh, yang juga brand ambassador Larutan Cap Kaki Tiga, di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pengalamannya, ujar dia, akibat cuaca panas dan kelembapan yang rendah, kebanyakan jemaah mengalami sakit dan kelelahan.

Mamah Dedeh menambahkan bahwa gangguan kesehatan yang paling sering diderita jemaah adalah flu dan panas dalam, yaitu sekitar 98 persen. "Cuma unta dan tiang listrik yang nggak kena flu di Arab," kelakar Mamah Dedeh.

Apalagi, lanjut dia, prosesi ibadah haji yang mempertemukan banyak orang dari seluruh dunia, terutama saat beribadah di masjid, membuat virus mudah menular.

Untuk mengatasi hal ini, Mamah Dedeh menganjurkan agar kemana pun jemaah haji pergi sebaiknya selalu membawa payung, botol minum, masker dan semprotan air. Dan, bila di luar ruangan, minum air minimal satu gelas setiap jam dan semprot wajah setiap 30 menit.

"Memang kalau di dalam dan di seputar Masjid Nabawi setiap lima meter ada kran air zam-zam yang siap diminum, tetapi jaga-jaga tetap bawa botol air minum sendiri biar nggak kehausan dan jadi panas dalam," tuturnya.

Yang juga tak kalah penting, kata Mamah Dedeh, membawa obat-obatan pribadi secukupnya agar ketika dibutuhkan bisa segera diminum. Ini sangat penting untuk diperhatikan lantaran banyak terjadi lantaran kepanasan, penyakit bawaan jamaah dapat kambuh saat beribadah haji.

"Jangan tergantung dengan petugas karena bisa jadi mereka tidak punya obat yang biasa dikonsumsi jamaah sehari-hari, apalagi persediaannya juga pasti terbatas," tegas Mamah Dedeh.

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Surahman Muin, SpPD menjelaskan bahwa panas dalam yang bisa dialami para jemaah haji sebenarnya adalah perasaan panas di dalam tubuh, terutama pada sistem pencernaan, tetapi pada pemeriksaan suhu tubuh tidak lebih dari 37,5 derajat Celsius.

"Panas dalam merupakan petunjuk terjadinya dehidrasi atau tubuh kekurangan cairan sehingga perlu minum air," tuturnya.

Gejala utama dari kondisi ini adalah haus, merasa panas tapi bila orang lain pegang permukaan tubuh tidak terasa panas, serta urine yang berwarna kuning pekat. Keadaan panas dalam ini, kata Surahman, bisa diperparah akibat terpapar panas matahari yang berlebihan sehingga berisiko menurunnya daya tahan tubuh.

Akibatnya, dapat menyebabkan sejumlah gangguan pernapasan seperti radang rongga hidung dan pharings, bronkhitis, pneumonia atau infeksi paru. Pun dapat memicu kemerahan pada konjungtiva, heat stroke atau sengatan panas serta kulit kaki menjadi pecah-pecah dan kering.

Maka dari itu, saat menghadapi cuaca panas, Surahman menyarankan para jemaah haji untuk memakai masker yang selalu dibasahi. Dengan cara itu, lanjut dia, kelembaban udara yang masuk paru-paru akan lebih sesuai untuk tubuh orang Indonesia.

Selain itu, tambah Surahman, sediakan pula botol minuman yang mudah dibawa agar dapat minum kapan saja untuk menghindari dehidrasi. "Dehidrasi adalah suatu kondisi dimana cairan yang terkandung di dalam tubuh berkurang, sehingga tubuh tidak punya cukup cairan untuk menjalankan fungsi normalnya," imbuhnya.

Surahman mengatakan, mengonsumsi air yang cukup adalah salah satu cara agar terhindar dari dehidrasi. Air adalah salah satu asupan penting yang sangat diperlukan tubuh untuk mempertahankan suhu normal di dalam tubuh.

Saat beribadah haji, hindari aktivitas yang tidak berhubungan dengan rangkaian ibadah terutama di udara terbuka. "Dan jangan lupa, banyak mengkonsumsi buah-buahan yang kadar airnya lebih banyak serta istirahat cukup sehingga daya tahan tubuh bisa recovery cepat," tukasnya.

Selanjutnya, produksi buang air kecil diusahakan 40 cc per jam dengan warna urine kuning muda dan bening. Terkait pola makan, sebaiknya diatur porsinya untuk karbohidrat sebanyak 35 persen, protein 35 persen dan lemak 30 persen.

Selain itu, para jemaah haji, kata Surahmna, juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan segera menghubungi petugas kesehatan yang berada di kelompok atau kloter apabila timbul masalah dengan kesehatan. "Yang paling penting memang minum yang cukup. Tidak boleh ada perasaan haus dan lapar," sebut Surahman.

Nah, salah satu minuman yang dapat dijadikan pilihan untuk mencegah dehidrasi adalah Larutan Cap Kaki Tiga. Minuman ini dapat mencegah sekaligus membantu meredakan panas dalam, karena mengandung mineral alami (gypsum fibrosum dan calcitum).


 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menyetir Saat Dehidrasi Sama Bahaya dengan Mabuk Alkohol

Menyetir Saat Dehidrasi Sama Bahaya dengan Mabuk Alkohol

Health | Minggu, 11 Juni 2017 | 17:29 WIB

Jangan Seruput Minuman Ini saat Haus!

Jangan Seruput Minuman Ini saat Haus!

Lifestyle | Selasa, 19 Juli 2016 | 12:46 WIB

Mudah Lelah? Lima Alasan Ini Bisa Jadi Pemicunya!

Mudah Lelah? Lima Alasan Ini Bisa Jadi Pemicunya!

Health | Selasa, 05 Juli 2016 | 11:04 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×