- Massa Persaudaraan Muslim di bawah pimpinan Habib Bahar Smith menggelar unjuk rasa menuntut pembatalan konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran pada Selasa (3/11/2026) malam.
- Aksi unjuk rasa berujung kericuhan ketika pengunjuk rasa berusaha menerobos barikade polisi, membakar pembatas jalan, serta melemparkan petasan asap ke arah petugas.
- Benturan fisik dalam kerusuhan tersebut mengakibatkan seorang jurnalis Nusantara TV bernama Muhammad Ritduwan mengalami luka kepala akibat lemparan batu.
Suara.com - Gelaran konser musisi legendaris dunia Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, diwarnai kericuhan mencekam pada Selasa (3/11/2026) malam.
Ratusan pengunjuk rasa dari elemen Persaudaraan Muslim yang dipimpin Habib Bahar Smith menyambangi lokasi guna menuntut pembatalan pentas musik tersebut.
Desakan pembatalan itu disuarakan lantaran Andrea Bocelli dituding pernah menyokong penggalangan dana bagi militer Israel pada 2010 silam.
Kericuhan bermula saat massa berupaya menerobos barikade gerbang masuk arena penyelenggaraan konser yang dijaga ketat oleh pihak kepolisian.
Aparat keamanan yang bersiaga sigap menahan laju pergerakan massa hingga friksi dan aksi saling dorong tak terelakkan.
![Gelaran konser musisi legendaris dunia Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, diwarnai kericuhan mencekam pada Selasa (3/11/2026) malam. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/11/03/61830-konser-andrea-bocelli-di-jiexpo-ricuh.jpg)
Situasi kian memanas ketika kobaran api disulut oleh massa melalui pembakaran pembatas jalan (cone) di tengah kerumunan.
Petugas di lapangan juga dihujani letupan petasan asap dari arah massa yang terus melancarkan desakan.
Benturan fisik di depan gerbang tersebut turut membawa petaka bagi jurnalis Nusantara TV bernama Muhammad Ritduwan yang tengah bertugas meliput.
Nahas, wartawan tersebut mengalami luka di bagian kepala setelah terhantam lemparan batu di tengah kemelut unjuk rasa.
Hingga kini, informasi medis mengenai keparahan luka korban maupun total korban lain yang terdampak insiden itu belum dipastikan.
Pihak berwenang dan panitia pelaksana pun belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah penanganan insiden.