Secangkir Kopi Bisa Picu Kanker, Ini Penyebabnya

Yazir Farouk, Firsta Nodia

Senin, 02 Oktober 2017 | 10:57 WIB
Secangkir Kopi Bisa Picu Kanker, Ini Penyebabnya

Suara.com - Secangkir kopi dapat menyebabkan kanker? Jawabannya bisa. Temuan ini didapat oleh kelompok advokasi Council for Education and Research on Toxics setelah mengetahui adanya pelanggaran yang dilakukan gerai kopi seperti Starbucks, Whole Foods dan Trader Joe's.

Kelompok ini, seperti dilaporkan Nypost, berpendapat bahwa perusahaan-perusahaan tersebut sengaja melakukan pelanggaran. Alasannya, mereka kata penggugat tak memberi tahu kepada masyarakat bahwa produknya mengandung bahan kimia yang bisa menyebabkan kanker atau gangguan reproduksi.

Dalam istilah yang lebih sederhana, tuntutan hukum tersebut berpendapat bahwa Starbucks menjual minuman yang bisa menyebabkan kanker, tanpa memberi tahu konsumennya.

Bahan kimia yang terlibat dalam proses pembuatan kopi adalah akrilamida yang banyak digunakan dalam berbagai proses industri, seperti pembuatan pewarna dan plastik. Namun senyawa ini dimiliki secara alami pada beberapa makanan yang mengandung gula dan asparagin, serta asam amino.

Menurut penggugat, proses produksi yang melibatkan adanya pemasakan dalam suhu tinggi dapat meningkatkan senyawa akrilamida. Penelitian pada hewan menunjukkan adanya hubungan antara senyawa kimia ini dengan peningkatan risiko kanker.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendesak perusahaan makanan untuk menurunkan kadar senyawa ini pada produk mereka karena hubungannya dengan kanker, dan juga memicu gangguan reproduksi seperti yang diujikan pada hewan.

Beberapa makanan ringan yang disukai, seperti kentang goreng dan keripik kentang, mengandung lebih banyak bahan kimia karena suhu tinggi yang digunakan dalam produksinya. Pada kopi, proses pemanggangan biji kopi meningkatkan jumlah senyawa akrilamida.

Meski demikian WHO tidak melarang masyarakat untuk menghindari makanan yang mengandung akrilamida. Namun mereka mengingatkan agar konsumen menjalani pola hidup sehat dan makan seimbang sehingga efek akrilamida dapat ditekan.

Pengacara Raphael Metzger, yang mewakili penggugat dalam tuntutan hukum tersebut, berharap bahwa kemenangan mereka nantinya tidak akan hanya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai senyawa akrilamida tapi juga mendorong perusahaan menghilangkan akrilamida dalam produk mereka.

baca juga

"Saya kecanduan kopi, seperti dua pertiga populasi lainnya. Yang sedang kami upayakan adalah bagaimana kecanduan ini tidak berujung pada peningkatan risiko kanker," tambah dia.

Jika gugatan dimenangkan kelompok advokasi Council for Education and Research on Toxics, para terdakwa yakni perusahaan kopi harus menambahkan peringatan tentang konsumsi kopi pada kemasannya dan membayar denda perdata sebesar 2.500 dolar atau sekitar Rp 33 juta per orang yang terpapar dampak negatif dari mengkonsumsi kopi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ngopi Sore Bersama Jokowi

Ngopi Sore Bersama Jokowi

Foto | Minggu, 01 Oktober 2017 | 19:34 WIB

Hanya di Mal Ini Anda Bisa Cicipi 1.000 Cangkir Kopi

Hanya di Mal Ini Anda Bisa Cicipi 1.000 Cangkir Kopi

Lifestyle | Minggu, 01 Oktober 2017 | 18:04 WIB

Cobain Morgan Estate Geisha Yuk! Kopi Seharga Rp2 Juta per Kg

Cobain Morgan Estate Geisha Yuk! Kopi Seharga Rp2 Juta per Kg

Lifestyle | Jum'at, 29 September 2017 | 08:01 WIB

Ekstrak Ganja Dapat Tingkatkan Risiko Kanker

Ekstrak Ganja Dapat Tingkatkan Risiko Kanker

Health | Kamis, 28 September 2017 | 10:06 WIB

Rekomendasi Ahli Agar Pengobatan Kanker Payudara Berjalan Efektif

Rekomendasi Ahli Agar Pengobatan Kanker Payudara Berjalan Efektif

Health | Kamis, 28 September 2017 | 04:02 WIB

Turun Berat Badan Drastis, Perempuan Ini Tak Sadar Idap Tumor

Turun Berat Badan Drastis, Perempuan Ini Tak Sadar Idap Tumor

Health | Rabu, 27 September 2017 | 18:00 WIB

Terkini

LPG Terus Dipasok untuk Percepat Pemulihan Gempa NTT

LPG Terus Dipasok untuk Percepat Pemulihan Gempa NTT

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:47 WIB

OPM Eksekusi Agen BIN di Yahukimo: Korban Sudah Lama Jadi Target Operasi Rahasia!

OPM Eksekusi Agen BIN di Yahukimo: Korban Sudah Lama Jadi Target Operasi Rahasia!

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:44 WIB

Kalimantan Disebut Setengah Neraka, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional Karhutla

Kalimantan Disebut Setengah Neraka, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional Karhutla

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:44 WIB

Harga Bisa Mentok Rp1, Investor Diminta Jangan Buru-buru Serok Saham

Harga Bisa Mentok Rp1, Investor Diminta Jangan Buru-buru Serok Saham

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Unsoed Buka Suara Soal OTT KPK, Pastikan Tak Ada Kekosongan Kepemimpinan di Rektorat

Unsoed Buka Suara Soal OTT KPK, Pastikan Tak Ada Kekosongan Kepemimpinan di Rektorat

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:35 WIB

BI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Transformasi Digital, Andalkan e-Farming hingga QRIS

BI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Transformasi Digital, Andalkan e-Farming hingga QRIS

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Nekat Jualan Dekat Masjid, Toko Miras di Blitar Akhirnya Digembok

Nekat Jualan Dekat Masjid, Toko Miras di Blitar Akhirnya Digembok

Jatim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Ulasan Dan Bandung: Adaptasi Novel Pidi Baiq yang Sukses Menguras Air Mata

Ulasan Dan Bandung: Adaptasi Novel Pidi Baiq yang Sukses Menguras Air Mata

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Botok Aktivis Pati Balas Bamus Betawi: Urusan Kami dengan Pejabat Ruwet, Bukan Warga Jakarta

Botok Aktivis Pati Balas Bamus Betawi: Urusan Kami dengan Pejabat Ruwet, Bukan Warga Jakarta

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:24 WIB

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq Punya Tanah dan Bangunan Rp2,5 Miliar!

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq Punya Tanah dan Bangunan Rp2,5 Miliar!

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:23 WIB

×