Bukan Makhluk Gaib, Ini Penjelasan Medis 'Ketindihan' Saat Tidur

Ririn Indriani

Selasa, 10 Oktober 2017 | 04:36 WIB
Bukan Makhluk Gaib, Ini Penjelasan Medis 'Ketindihan' Saat Tidur
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Bayangkan di tengah malam Anda tiba-tiba terbangun dari tidur, tapi tidak bisa bergerak sama sekali. Anda berusaha melihat sekeliling, kosong, gelap total, sangat yakin merasakan kehadiran sesuatu di kamar Anda — atau mungkin menduduki dada Anda, membuat Anda tidak bisa bernapas.

Fenomena ini dikenal sebagai ‘ketindihan’, atau sleep paralysis. ‘Ketindihan’ adalah kondisi tidur yang disalahpahami dalam budaya kita sebagai gangguan makhluk halus, ditunggangi oleh entitas gaib, bahkan serangan santet.

‘Ketindihan’ bukan kondisi medis berbahaya, namun bagi sebagian orang bisa menjadi pengalaman yang traumatis. Bagaimana tidak, tubuh bagai lumpuh, tidak bisa teriak atau bicara, tapi masih bisa menyadari keadaan sekitar membuat diri tidak berdaya.

Sebuah studi terakhir menemukan alasan mengapa fenomena ini bisa terjadi, untuk membantu orang-orang yang pernah mengalaminya merasa lebih baik. Memercayai ‘ketindihan’ sebagai fenomena mistis akan membuat masyarakat terus terjebak dalam ketakutan yang tidak beralasan.

Selama siklus tidur REM (Rapid Eye Movement), otak akan mengirimkan sinyal (glycine dan GABA) untuk ‘mematikan’ otot-otot tubuh sehingga kita tidak ikut bergerak selama bermimpi. Ini adalah sebuah keterampilan evolusi yang penting untuk mencegah kita melukai diri sendiri atau teman tidur ketika kita bermimpi.

Apa penyebab ‘ketindihan’?
Sebanyak empat dari 10 orang pernah mengalami sleep paralysis. Gangguan tidur ini umumnya dialami oleh orang-orang di tahun remaja hingga usia dewasa muda. ‘Ketindihan’ bisa jadi faktor genetik, namun terdapat sejumlah faktor lain yang mungkin terkait dengan fenomena ini, seperti:
1. Kurang tidur
2. Waktu tidur yang berubah
3. Stres atau gangguan bipolar
4. Tidur telentang
5. Gangguan tidur lainnya (narkolepsi atau kram kaki malam hari)
6. Konsumsi obat tertentu, seperti obat ADHD
7. Penyalahgunaan narkotika

Kurang tidur yang ekstrem dan stres menyebabkan siklus tidur yang berantakan. Bisa saja Anda melewati tahapan non-REM (tidur ringan atau tidur ayam) dan langsung memasuki tahapan mimpi (REM) begitu mulai memejamkan mata.

Dilansir hellosehat.com, sleep paralysis terjadi saat mekanisme otak dan tubuh menjadi tumpang tindih, tidak berjalan selaras saat tidur sehingga menyebabkan kita tersentak bangun di tengah siklus REM.

Saat seseorang terbangun sebelum siklus REM usai, otak belum siap untuk mengirimkan sinyal bangun sehingga tubuh masih dikondisikan dalam keadaan bermimpi, alias setengah tidur setengah sadar. Maka dari itu, Anda akan merasakan tubuh kaku, sulit bernapas, dan tidak bisa berbicara saat ‘ketindihan’.

Seringnya, fenomena ini diikuti oleh halusinasi. Banyak yang melaporkan bahwa mereka melihat sosok hantu, setan, dan bayangan hitam selama mengalami ‘ketindihan’. Halusinasi adalah efek yang umum terjadi saat tubuh dan pikiran dalam keadaan setengah sadar, meskipun tidak selalu terjadi pada setiap kasus.

Lamanya waktu ‘ketindihan’ dari setiap orang bisa berbeda-beda, beberapa detik hingga beberapa menit. Setelah gejala ‘ketindihan’ usai, Anda akan dapat kembali berbicara dan bergerak dengan normal.

Lantas, apa yang harus dilakukan saat sedang ‘ketindihan’? Anda harus tenang dan jangan dilawan. Melawan balik hanya akan memperparah kondisi Anda.

Selain itu, melawan balik hanya akan meningkatkan intensitas rasa takut dan panik untuk segera terbebas; yang justru akan memicu reaksi otak untuk memperkuat sensasi “setengah bangun, setengah tidur” ini.

Oleh karena itu, berusahalah untuk tenang dan ikuti sensasinya. Jika dada Anda terasa tertekan, visualisasikan bahwa Anda ikut mendorong masuk tubuh Anda mengikuti tenaga yang menekan Anda.

Dengan demikian, otak Anda akan perlahan memilih melakukan aksi dari dua pilihan: melanjutkan mimpi, atau bangun sepenuhnya.

Sebagian besar ‘ketindihan’ terjadi di tubuh bagian atas. Untuk mengatasinya, coba kerahkan seluruh konsentrasi Anda untuk mengatur napas, gerakkan jari-jari kaki, gerakkan otot-otot muka (seperti Anda mencium sesuatu berbau aneh), atau kepalkan tangan Anda beberapa kali. Umumnya, hal ini akan membuat Anda bisa bergerak lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ibu Insomnia, Anak Juga Susah Tidur

Ibu Insomnia, Anak Juga Susah Tidur

Health | Selasa, 26 September 2017 | 13:06 WIB

Ajaib! Lotion "Tidur" Ini Atasi Penderitaan Orang Insomnia

Ajaib! Lotion "Tidur" Ini Atasi Penderitaan Orang Insomnia

Lifestyle | Selasa, 15 Agustus 2017 | 05:00 WIB

"Dihantui" Mimpi Buruk? Anda Tidur Terlalu Lama

"Dihantui" Mimpi Buruk? Anda Tidur Terlalu Lama

Health | Selasa, 01 Agustus 2017 | 10:24 WIB

Terkini

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:26 WIB

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:12 WIB

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:11 WIB

×