Imunisasi Campak Rubella Lampaui Target

Ririn Indriani

Minggu, 15 Oktober 2017 | 14:01 WIB
Imunisasi Campak Rubella Lampaui Target
Ilustrasi imunisasi atau vaksin MR. (Shutterstock)

Suara.com - Program Imunisasi Campak dan Rubella (MR) di Pulau Jawa, yang digelar Agustus-September 2017, dan diperpanjang selama dua pekan berikutnya, cakupannya berhasil melampaui target nasional.

Menurut data yang dikeluarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Pusdatin Kemenkes), hingga Jumat (13/10/2017), jumlah anak yang berhasil diimunisasi di Pulau Jawa mencapai 35.051.704 anak, atau 100,25 persen dari target awal yang ditetapkan, yaitu 35 juta anak.

Kepala Perwakilan Unicef untuk Pulau Jawa, Arie Rukmantara, menyatakan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan program berharga bagi kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia ini.

"Atas nama Unicef, saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas upaya maksimal, all out, yang diperlihatkan oleh seluruh komponen masyarakat dalam memastikan anak-anaknya bebas campak dan rubella di masa depan," kata Arie Rukmantara melalui keterangan tertulis, Sabtu (14/10/2017).

Menurut data Pusdatin Kemenkes per hari Jumat (13/10/2017), Provinsi Jawa Timur menjadi daerah yang capaian targetnya tertinggi, yaitu 105,62 persen, disusul Jawa Tengah 104,57 persen, Daerah Istimewa Yogyakarta 97,58 persen, DKI Jakarta 97,25 persen, Jawa Barat 95,98 persen, dan terakhir Provinsi Banten sebesar 94,79 persen.

Secara khusus Unicef menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Banten, yang hingga hari terakhir masih terus berupaya mengejar capaian target hingga minimal 95 persen dari total target sasaran sebanyak 3.322.185 anak.

"Masyarakat Banten mengambil inisiatif memastikan semua anak yang masuk kategori target populasi mendapatkan haknya atas pelayanan kesehatan, termasuk vaksinasi dalam waktu yang terbatas. Bersama Gubernur, Wagub, Bupati, Walikota dan terutama media setempat, mereka mengejar target 95 persen cakupan terpenuhi dalam beberapa hari," ujar Arie.

Menurut dia, keterlibatan jurnalis kesehatan di Banten dan wilayah lain di Pulau Jawa, sangat berperan memastikan Kampanye Imunisasi MR sukses dilakukan.

"Pelajaran berharga untuk kampanye imunisasi berikutnya ialah media harus dilibatkan sejak awal, dari planning sampai evaluasi," kata Arie.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Imunisasi Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Jane Soepardi.

"Kami salut dan kagum atas keuletan dan kehebatan masyarakat Banten, bersama para pemimpinnya dalam satu hari ini (Jumat). Mereka dapat memberikan pelayanan imunisasi MR kepada 19.670 anak tambahan," kata Jane Soepardi.

Menurutnya, Banten bergegas mengejar target minimal 95 persen cakupan provinsi, agar semua anak terlindungi dari bahaya serta kerugian Campak dan Rubella. Banten sudah membantu memastikan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anaknya. Komitmen Banten ini sangat inspiratif," tegas Jane.

Sementara itu menyikapi masih banyaknya informasi keliru terkait imunisasi MR ini, Perhimpunan Profesi Kesehatan Muslim Indonesia (Prokami) dan Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), serta beberapa lembaga dakwah Islam mengimbau agar seluruh umat muslim mendukung program imunisasi nasional, khususnya kampanye imunisasi Campak dan Rubella ini.

Menurut Ketua Umum PP Prokami, Achmad Zaki, dalam menghadapi isu terkait imunisasi, seluruh muslimin dan muslimat, para alim ulama dan profesional kesehatan muslim untuk mengikuti panduan dari instansi berwenang dan kompeten, seperti Kementerian Kesehatan RI, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dan Perhimpunan Profesional Kesehatan Muslim Indonesia (PROKAMI).

Achmad Zaki juga mengimbau seluruh masyarakat perlu cerdas dalam menerima apa pun informasi, khususnya terkait isu kesehatan dan imunisasi.

"Pastikan informasi yang didapat berasal dari sumber yang kompeten dan kredibel," kata Achmad Zaki, seperti yang ditulis melalui siaran pers yang diterima suara.com, Minggu (15/10/2017).

Tahun 2018, pemerintah berencana untuk melakukan program serupa di wilayah lain di Indonesia, di luar Pulau Jawa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cakupan Imunisasi MR Rendah, Jakarta Targetkan Penghuni Apartemen

Cakupan Imunisasi MR Rendah, Jakarta Targetkan Penghuni Apartemen

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 07:05 WIB

Menkes Nila Ingatkan Pentingnya Imunisasi MR Cegah Katarak Anak

Menkes Nila Ingatkan Pentingnya Imunisasi MR Cegah Katarak Anak

Health | Selasa, 03 Oktober 2017 | 16:42 WIB

Ini Dia Daerah Terendah Capaian Imunisasi MR di Jabar

Ini Dia Daerah Terendah Capaian Imunisasi MR di Jabar

News | Selasa, 03 Oktober 2017 | 12:52 WIB

Terkini

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:27 WIB

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Makna dan Sejarah Hari Pramuka di Indonesia, Siapa Penggagasnya?

Makna dan Sejarah Hari Pramuka di Indonesia, Siapa Penggagasnya?

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:24 WIB

Kepala Lapas Gobah Pekanbaru Dicopot Imbas Napi Kasus Narkoba Kabur

Kepala Lapas Gobah Pekanbaru Dicopot Imbas Napi Kasus Narkoba Kabur

Riau | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:23 WIB

Di Daerah Ini Kemiskinan Menyusut ke 6,54 Persen, Namun Ketimpangan Kian Melebar

Di Daerah Ini Kemiskinan Menyusut ke 6,54 Persen, Namun Ketimpangan Kian Melebar

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Kebakaran Hebat Gunung Bromo Diduga karena Api Unggun

Kebakaran Hebat Gunung Bromo Diduga karena Api Unggun

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:18 WIB

7 Tips Akuarium Pembawa Hoki dan Kemakmuran Menurut Feng Shui, Perhatikan Jumlah Ikan

7 Tips Akuarium Pembawa Hoki dan Kemakmuran Menurut Feng Shui, Perhatikan Jumlah Ikan

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:07 WIB

Bukan Sekadar Menunggu: Pentingnya Doa dan Usaha Nyata dalam Menjemput Jodoh

Bukan Sekadar Menunggu: Pentingnya Doa dan Usaha Nyata dalam Menjemput Jodoh

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Karhutla Mulai Dekati Pemukiman Warga di Palangka Raya

Karhutla Mulai Dekati Pemukiman Warga di Palangka Raya

Foto | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Kronologi Wanita Tewas Bersimbah Darah Dihabisi Eks Suami di Pekanbaru

Kronologi Wanita Tewas Bersimbah Darah Dihabisi Eks Suami di Pekanbaru

Riau | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:59 WIB

×