Jenis Tanaman Herbal Ini Atasi Kanker Hati, tapi Dilarang

Chaerunnisa

Kamis, 19 Oktober 2017 | 11:26 WIB
Jenis Tanaman Herbal Ini Atasi Kanker Hati, tapi Dilarang
Ilustrasi tanaman herbal (Shutterstock)

Suara.com - Periset telah menemukan bukti hubungan antara pengobatan tradisional herbal Cina dan kanker hati di Asia. Begitu berdasarkan sebuah studi pada Rabu (18/10/2017).

Temuan tersebut mengungkapkan, diperlukan tindakan yang lebih kuat untuk mencegah orang mengonsumsi bahan kimia yang disebut asam aristolochic (AA), yang berasal dari tanaman kayu merambat dari keluarga tanaman Aristolochia. Begitu berdasarkan laporan jurnal Science Translational Medicine.

Asam dapat ditemukan pada beberapa obat tradisional Cina yang diberikan saat persalinan, untuk mencegah parasit dan meningkatkan penyembuhan.

Peneliti menguji 98 tumor hati yang diatasi di rumah sakit di Taiwan, dan menemukan 78 persen mengandung pola mutasi yang mengindikasikan bahwa kanker "kemungkinan terjadi karena kontak dengan bahan kimia tersebut".

Karena asam ini menyebabkan "tanda mutasi yang didefinisikan dengan baik", periset juga mengamati 89 sampel kanker hati di Cina, dan menemukan 47 persen menunjukkan kaitannya dengan komponen obat tradisional ini.

Di Vietnam, lima dari 26 tumor yang diteliti adalah satu pertandingan (19 persen), dan lima dari sembilan dari negara lain di Asia Tenggara (56 persen).

Hubungan dengan pengobatan tradisional Cina jauh kurang umum di Amerika Utara (lima persen dari 209 kanker hati yang dipelajari) dan 1,7 persen dari 230 orang dari Eropa.

Taiwan pada tahun 2003 melarang beberapa persediaan herbal yang menggunakan tanaman setelah ditemukan bahwa asam aristolochic dapat menyebabkan gagal ginjal, dan kanker saluran kemih.

Namun, tidak ada larangan langsung di Cina atau Taiwan, dan "hanya tanaman spesifik, bukan tanaman dan produk yang mengandung AA atau turunannya", sehingga menyulitkan konsumen untuk menghindarinya.

baca juga

Periset menemukan, bahwa prevalensi mutasi terkait AA pada kanker hati di Taiwan tidak turun setelah larangan tersebut diterapkan.

Ini bisa jadi karena akan memakan waktu lebih lama untuk penurunan kanker agar terlihat dalam data, seperti halnya dengan kanker terkait tembakau setelah merokok diungkap menyebabkan tumor paru-paru.

Atau bisa juga orang terus terkena asam ini melalui produk lain dan campuran herbal yang masih mengandung zat asamnya. (Asiaone)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Taman Rempah Indonesia di Belanda

Ada Taman Rempah Indonesia di Belanda

Lifestyle | Selasa, 18 Juli 2017 | 13:18 WIB

Obat Herbal pun Wajib Diuji Secara Klinik

Obat Herbal pun Wajib Diuji Secara Klinik

Press Release | Kamis, 18 Mei 2017 | 16:03 WIB

Lima Herbal Ini Ampuh Meredakan Nyeri Haid

Lima Herbal Ini Ampuh Meredakan Nyeri Haid

Health | Kamis, 27 April 2017 | 19:37 WIB

Kisah Perempuan yang Meregang Nyawa Usai Minum Teh Herbal

Kisah Perempuan yang Meregang Nyawa Usai Minum Teh Herbal

Health | Kamis, 23 Maret 2017 | 22:12 WIB

Minum Teh Herbal, Dua Orang Ini Masuk Rumah Sakit

Minum Teh Herbal, Dua Orang Ini Masuk Rumah Sakit

Health | Senin, 13 Maret 2017 | 13:16 WIB

Lima Herbal Ini Bisa Obati Insomnia

Lima Herbal Ini Bisa Obati Insomnia

Health | Selasa, 14 Februari 2017 | 09:04 WIB

Terkini

4 Facial Wash Anti-Aging Rawat Elastisitas Kulit, Harga Murah Rp30 Ribuan

4 Facial Wash Anti-Aging Rawat Elastisitas Kulit, Harga Murah Rp30 Ribuan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Sleman Siaga Karhutla, Lereng dan Hutan Gunung Merapi Jadi Perhatian

Sleman Siaga Karhutla, Lereng dan Hutan Gunung Merapi Jadi Perhatian

Jawa Tengah | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:49 WIB

Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?

Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:45 WIB

DPR Jadwalkan Fit and Proper Test Destry, Berpeluang Jadi Wanita Pertama Pimpin BI

DPR Jadwalkan Fit and Proper Test Destry, Berpeluang Jadi Wanita Pertama Pimpin BI

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,20 Persen, Uangnya Paling Banyak Berputar di Sektor Ini

Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,20 Persen, Uangnya Paling Banyak Berputar di Sektor Ini

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:41 WIB

Bertahun-tahun Bungkam, Aksi Bejat Ayah Cabuli Anak Kandung dari SD-SMA di Sukabumi Terbongkar

Bertahun-tahun Bungkam, Aksi Bejat Ayah Cabuli Anak Kandung dari SD-SMA di Sukabumi Terbongkar

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Mitsubishi Lampaui Target Penjualan di GIIAS 2026, New XForce Hadirkan Sinyal Positif

Mitsubishi Lampaui Target Penjualan di GIIAS 2026, New XForce Hadirkan Sinyal Positif

Otomotif | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Kemenko Polkam Ganti Motor Wartawan yang Raib Saat Liputan Karhutla

Kemenko Polkam Ganti Motor Wartawan yang Raib Saat Liputan Karhutla

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:37 WIB

Masyarakat Makassar Cuan dari Sampah Plastik, Disulap Jadi Furnitur

Masyarakat Makassar Cuan dari Sampah Plastik, Disulap Jadi Furnitur

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Erick Thohir Tegaskan Komitmen terhadap Sepak Bola Putri, Ada Buktinya?

Erick Thohir Tegaskan Komitmen terhadap Sepak Bola Putri, Ada Buktinya?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:35 WIB

×