Banyak Perempuan Malas Periksa Payudara Klinis, Mengapa?

Ririn Indriani, Risna Halidi

Selasa, 31 Oktober 2017 | 17:15 WIB
Banyak Perempuan Malas Periksa Payudara Klinis, Mengapa?
Ilustrasi perempuan skrining mamografi (Shutterstock)

Suara.com - Satu dari delapan perempuan memiliki sel kanker payudara yang kemudian akan berkembang dalam hidupnya. Sayangnya, banyak perempuan Indonesia kurang peduli atau bahkan takut untuk melakukan sadanis (perikasa payudara klinis).

Akibatnya, banyak kasus kanker payudara baru terdeteksi ketika sudah berada pada stadium akhir. Ini dibuktikan dari data Rumah Sakit Kanker Dharmais yang mengungkapkan bahwa 60-70 persen penderita kanker payudara yang menjalani perawatan sudah sampai pada tahap stadium akhir.

"Biasanya karena benjolan pada payudara tidak terasa sakit, dan penderitanya kebanyakan sudah menopause. Karena tidak mau merepotkan keluarga dan awal dari kanker ini tidak terdapat rasa sakit, maka mereka tidak mau memeriksakan dini," kata spesialis bedah onkologi, DR. dr. Samuel J. Haryono, SpB (K) mengenai penyebab mengapa perempuan enggan melakukan pemeriksaan klinis dalam forum Diskusi Philips Indonesia di Jakarta.

Selain itu, kata Samuel, pola hidup masyarakat Indonesia yang jikalau tidak terkena kanker, tidak akan diperiksa, karena tidak ada usur 'urgency', menjadi salah satu penyebab mengapa masyarakat kurang peduli dengan deteksi dini penyakit kanker payudara.

"Orang-orang kurang mawas diri. Ketidaktahuan juga menjadi salah satu faktornya," imbuhnya.

Padahal, dalam sebuah penelitian di Weill Cornell Medicine yang dipimpin oleh dr. Elizabeth Arleo pada Agustus 2017 diketahui bahwa mamografi pada perempuan berusia 40 hingga 80 tahun dapat mengurangi risiko kematian akibat kanker payudara hingga 40 persen.

"Kita bukan masyarakat yang antisipatif, tetapi lebih cenderung reaktif. Problem itu milik masa depan, sekarang masih belum terjadi sehingga tidak perlu melakukan deteksi dini. Pasien kanker payudara sering ditemukan sudah dalam stadium lanjut, karena sadanis tidak dilakukan," tambah Presiden Direktur Philips Indonesia, Suryo Suwignjo.

Nah, sebagai upaya untuk membantu kaum perempuan agar terdeteksi sejak dini ada tidaknya potensi kanker payudara, maka pada 2014 sebuah studi terhadap Mammografi MicroDose (dosis sinar X rendah) Philips dilakukan dengan tajuk “Pemeriksaan Mammografi  digital dengan teknik menghitung energi elektromagnetik atau photon-counting: Dapatkah sebuah kinerja diagnostik direalisasikan pada mean glandular dose (MGD) rendah?”.

Hasilnya memperlihatkan bahwa sistem MicroDose Philips memungkinkan pendeteksian small invasive cancers dan DCIS melewati yang diharapkan sesuai dengan acuan sistem di Eropa.

Secara teknis Microdose ini menggunakan detektor khusus yang mampu menghitung energi photon secara langsung menggunakan Photon Counting detector (special detector) sehingga hanya Photon dengan energi level tertentu yang akan terkirim menembus jaringan payudara dan diterima oleh detektor.

MicroDose juga memiliki kualitas pencitraan gambar yang sangat baik dengan dosis radiasi 50-60 persen lebih rendah dibanding mammography DR yang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketahuan saat Stadium Nol, Kanker Payudara Bisa Sembuh 100 Persen

Ketahuan saat Stadium Nol, Kanker Payudara Bisa Sembuh 100 Persen

Health | Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:11 WIB

Payudara Besar Sebelah, Normalkah?

Payudara Besar Sebelah, Normalkah?

Health | Rabu, 05 Juli 2017 | 13:30 WIB

Ini yang Terjadi Pada Payudara di Usia 30-40 Tahun

Ini yang Terjadi Pada Payudara di Usia 30-40 Tahun

Lifestyle | Senin, 01 Desember 2014 | 13:31 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×