Ketahuan saat Stadium Nol, Kanker Payudara Bisa Sembuh 100 Persen

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:11 WIB
Ketahuan saat Stadium Nol, Kanker Payudara Bisa Sembuh 100 Persen
Ilustrasi kanker payudara. (Shutterstock)

Suara.com - Upaya deteksi dini kanker payudara kerap digaungkan untuk mencegah kematian akibat kanker payudara. Hal ini mengingat bahwa kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak diidap perempuan dengan jumlah kematian yang cukup tinggi.

Data Kementerian Kesehatan 2016 menunjukkan bahwa 70 persen kasus kanker payudara ditemukan pada stadium lanjut dengan angka kematian 21.5 per 100 ribu  pasien.

Padahal menurut Dr. dr. Sonar Soni Panigoro SpBOnk(K) dari RS Kanker Dharmais, jika ditemukan pada stadium dini yakni nol, angka harapan hidup pasien bisa mencapai 100 persen. Itulah alasannya mengapa masyarakat khususnya kaum hawa diimbau untuk melakukan deteksi dini kanker payudara melalui sadari maupun sadanis.

"Kalau stadium 0 itu hampir kayak tumor jinak artinya sudah ada sel kanker tapi belum merembet kemana-mana masih di cangkangnya. Penanganannya juga cukup dengan operasi nggak perlu kemoterapi," ujar dia pada Konferensi Pers “Bebaskan Indonesia dari Kanker Payudara Stadium Lanjut 2030” di Jakarta, (24/10/2017).

Meski berukuran masih sangat kecil, kata Sonar, kanker payudara stadium nol bisa dideteksi dengan alat USG maupun mamografi. Sayangnya masih banyak kaum hawa yang takut memeriksakan kondisi payudaranya untuk mendeteksi ada tidaknya kanker.

"Masih sangat jarang ditemukan kanker payudara stadium 0 di Indonesia. Rata-rata datang dengan kondisi stadium 1. Kalau di luar negeri, 20 persen datang dengan stadium 0, karena kesadaran untuk sadari dan sadanis sudah cukup tinggi disana," tambah dia.

Secara umum, tambah Sonar, intervensi pada perjalanan penyakit kanker payudara ada empat, yaitu tiga tahap pencegahan dan satu tahap pengobatan.

Pencegahan terdiri dari pencegahan primer, yaitu bagaimana mencegah seseorang sehat agar tidak menderita kanker. Sayangnya, pencegahan ini tidak  mungkin mencegah kejadian kanker 100 persen. Efektivitasnya hanya 30 persen sehingga perlu dilakukan pencegahan sekunder, yaitu melakukan pencegahan sekunder dengan deteksi ini.

Pencegahan sekunder tujuannya menemukan kasus kanker di tahap sangat dini sehingga  diharapkan tidak menjadi lanjut,  karena dapat segera diterapi.

Sedangkan pencegahan ketiga adalah pencegahan tersier yaitu mengobati penderita kanker payudara dengan benar, baik pada stadium lanjut maupun stadium dini.

"Sayangnya masih ditemukan kendala dalam akses pengobatan standar untuk kanker payudara. Misalnya, BPJS tidak mengcover seluruh siklus optimal pengobatan. Ada terapi yang seharusnya  diberikan pada stadium dini selama 16 kali, hanya dicover 8 kali dan itupun untuk stadium lanjut," terangnya.

Tahap terakhir dalam perjalanan kanker payudara, tambah dr Sonar adalah perawatan paliatif, yaitu mengurangi nyeri pasien sehingga pasien meninggal dengan bermartabat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penderita Kanker Payudara Diprediksi Meningkat 300 Persen di 2030

Penderita Kanker Payudara Diprediksi Meningkat 300 Persen di 2030

Health | Selasa, 24 Oktober 2017 | 13:54 WIB

Terobosan Baru Atasi Kanker, Cukup Tidur dan Nyalakan Ponsel

Terobosan Baru Atasi Kanker, Cukup Tidur dan Nyalakan Ponsel

Health | Senin, 23 Oktober 2017 | 20:00 WIB

Perempuan Obesitas, Hati-hati Diincar Kanker Payudara!

Perempuan Obesitas, Hati-hati Diincar Kanker Payudara!

Health | Minggu, 22 Oktober 2017 | 11:03 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB