Ini Sembilan Langkah Tingkatkan Keberhasilan Program Bayi Tabung

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 02 November 2017 | 16:44 WIB
Ini Sembilan Langkah Tingkatkan Keberhasilan Program Bayi Tabung
Ilustrasi program bai tabung. (Shutterstock)

Suara.com - Bayi tabung atau In vitro fertilization (IVF) merupakan salah satu metode yang bisa ditempuh, bagi pasangan yang ingin memiliki keturunan.

Melalui metode ini, kehamilan bisa terjadi dengan proses, di mana sel telur dibuahi oleh sperma di luar tubuh yaitu di dalam sebuah tabung.

Sayangnya, prosedur ini memiliki harga yang cukup mahal dengan tingkat keberhasilan mencapai 40 persen. Karena itu, ada baiknya Anda mengetahui bagaimana membuat metode ini berhasil.

Jika Anda ingin meningkatkan tingkat keberhasilan, Anda mungkin perlu melakukan langkah-langkah tertentu. Pertama, Anda perlu mempersiapkan tubuh dan pikiran Anda untuk keseluruhan prosedur.

Tingkat keberhasilan sangat bergantung pada bagaimana kesehatan sistem reproduksi Anda dan kesehatan Anda secara keseluruhan. Nah, berikut beberapa tips sederhana yang dapat membantu Anda meningkatkan keberhasilan proses bayi tabung dilansir Boldsky.

1. Detoks
Detoksifikasi tubuh Anda sebelum Anda menjalani bayi tabung, akan membantu dalam meningkatkan keberhasilan. Konsultasikan dengan spesialis yang dapat membantu Anda mengikuti program detoksifikasi jangka pendek, sehingga Anda bisa melakukannya dengan proses detoks dalam waktu 3-5 hari. Ini adalah langkah pertama sebelum Anda melakukan IVF.

2. Perhatikan diet
Rencanakan diet sehat, setidaknya 100 hari sebelum melakukan metode bayi tabung. Ikuti diet kesuburan dan pastikan organ reproduksi cukup mendapatkan darah dan nutrisi. Pasangan Anda juga perlu melakukan usaha lain untuk meningkatkan kualitas sperma, yang juga mempengaruhi tingkat keberhasilan pembuahan.

3. Akupunktur
Beberapa sumber bahkan mengklaim bahwa akupunktur dapat membantu tingkat keberhasilan dengan mengurangi tingkat stres, sehingga suplai darah ke rahim berjalan lancar dan meningkatkan fungsi ovarium.

Lebih baik memulainya minimal 3-4 bulan sebelum prosedur bayi tabung. Sebuah studi perbandingan menyatakan bahwa tingkat keberhasilan meningkat setidaknya sebesar 20 persen setelah Anda menjalani akupunktur.

Namun, perlu diingat juga jangan mencoba akupunktur tanpa konsultasi dokter. Selain itu, cobalah yoga, terapi pijat dan refleksi jika Anda tak ingin melakukan akupunktur.

4. Bercinta
Cobalah buat kehidupan tempat tidur Anda dan pasangan tetap aktif, agar membantu menurunkan tingkat stres l sebelum menjalani metode bayi tabung. Saat orgasme, Anda seakan melepaskan bahan kimia yang membuat Anda terasa baik. Disarankan untuk sering bercinta hingga hari di mana Anda menjalani prosedur bayi tabung.

5. Vitamin
Anda membutuhkan vitamin A, C, B, E dan mineral seperti besi, selenium, magnesium dan seng. Sebagian besar nutrisi ini memiliki peran tersendiri dalam tingkat keberhasilan bayi tabung. Anda juga memerlukan asam lemak esensial, Coenzyme Q10 dan asam folat. Dokter Anda mungkin meresepkan suplemen atau menyarankan diet yang menyediakan nutrisi tersebut.

6. Untuk lelaki
Anda sebaiknya bebas dari stres. Lebih baik hindari bersepeda, mandi air panas atau sauna. Pada dasarnya, apa pun yang bersifat memanaskan Mr. P adalah buruk.

Panas bisa membunuh sperma dan menurunkan kualitasnya. Selain itu, pastikan Anda minum cukup air untuk menjaga kualitas sperma tetap baik. Sebagai lelaki, Anda membutuhkan nutrisi yang meliputi vitamin A, B6, B12, C, E, selenium, mangan, asam amino, antioksidan dan seng.

7. Olahraga
Olahraga juga banyak membantu dalam meningkatkan keberhasilan metode bayi tabung. Pastikan BMI Anda sekitar 20-23. Olahraga membantu dalam dua cara, yang pertama adalah mengurangi stres dan membuat BMI Anda tetap rendah.
Jika BMI Anda saat ini tinggi maka lebih baik menunggu sampai Anda kembali ke berat badan yang sehat sebelum menjalani prosedur bayi tabung.

8. Jangan merokok atau minum alkohol
Hal ini sangat penting untuk meningkatkan tingkat keberhasilan bayi tabung. Pastikan Anda tidak merokok atau minum minimal 3-6 bulan sebelum prosedur. Bahkan pasangan Anda perlu mengikuti ini untuk menjaga kesehatan sperma. Pada perempuan, merokok bisa mempengaruhi lapisan rahim dan juga bisa berdampak pada kualitas sel telur.

9. Makanan hangat
Pastikan Anda mengonsumsi makanan hangat seperti sup atau kaldu dan cukup istirahat. Idenya adalah menurunkan kadar kortisol sebelum prosedur. Kortisol adalah hormon stres.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

18 Kali Keguguran, Perempuan Ini Akhirnya Jadi Ibu di Usia 48

18 Kali Keguguran, Perempuan Ini Akhirnya Jadi Ibu di Usia 48

Health | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 08:22 WIB

April Nyaris Gagal Jalani Program Bayi Tabung, Ini Penyebabnya

April Nyaris Gagal Jalani Program Bayi Tabung, Ini Penyebabnya

Entertainment | Kamis, 14 September 2017 | 09:39 WIB

Ingin Punya Anak Kembar? Coba Cara Ini

Ingin Punya Anak Kembar? Coba Cara Ini

Health | Jum'at, 05 Februari 2016 | 12:45 WIB

Terkini

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB