Sekarang, Lelaki Disunat Tak Perlu Jarum Suntik

Rabu, 15 November 2017 | 12:29 WIB
Sekarang, Lelaki Disunat Tak Perlu Jarum Suntik
Pisang simbol lelaki disunat atau dikhitan. [shutterstock]

Suara.com - American Psychiatric Association mengatakan bahwa fobia jarum suntik mempengaruhi sekitar 10 persen populasi orang di dunia.

Besarnya populasi ini menjadikan beberapa perusahaan alat kesehatan berlomba membuat inovasi mulai dari memperkecil ukuran jarum suntik untuk menggurangi nyeri, hingga teknologi suntikan tanpa jarum.

Inovasi ini diadopsi Rumah Sunatan, sebagai jaringan klinik sunat yang saat ini sudah memiliki 40 cabang di Indonesia.

Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, selaku pendiri Rumah Sunatan mengatakan bahwa pihaknya mencoba memanfaatkan teknologi mutahir tersebut untuk tujuan anastesi sirkumsisi atau sunat.

"Jadi trauma akibat jarum suntik pada anak-anak di Indonesia cukup tinggi. Di Rumah Sunatan misalnya kita coba atasi dengan pakai klem yang minim rasa sakit. Ruangan sunat kita modifikasi sedemikian rupa agar anak tidak merasa takut, ada gadget atau game yang bisa dimainkan selama proses sirkumsisi," ujar dr Mahdian pada temu media Revolusi Sirkumsisi tanpa Jarum Suntik di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Hingga akhirnya pada dua bulan terakhir, Rumah Sunatan menghilangkan penggunaan jarum suntik dengan kombinasi teknologi sirkumsisi modern seperti klem.

Dr Mahdian menyebut teknologi suntikan tanpa jarum memanfaatkan energi pendorong yang kuat dari pegas, gas, atau elektromagnetik untuk mengubah cairan anestesi dalam bentuk butiran yang dapat ditembakkan langsung ke bagian saraf di sekitar organ kelamin.

"Obat anastesi akan lebih mudah diserap dan menyebar lebih baik menggunakan teknologi needle-free injection dibandingkan penggunaan jarum suntik konvensional. Dengan teknologi ini waktu capai analgesia pasien sunat menjadi lebih cepat, tanpa menimbulkan cidera jaringan dan tanpa rasa sakit," ujar dr. Mahdian.

Ia berharap dengan penerapan teknologi suntikan tanpa jarum ini dapat mengurangi risiko trauma pada anak ketika di sunat.

Baca Juga: Century Park Hotel, Senayan Selenggarakan Khitanan Massal

Orangtua juga lebih tenang karena sang anak tidak akan merasakan pengalaman buruk ketika menjalani proses sirkumsisi.

"Kalau sunat dilakukan tanpa disuntik anak-anak akan berani semua. Rasa trauma bisa dicegah," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI