Lahir Pas Jatuh Tempo Bisa Kurangi Risiko Kematian Bayi

Ririn Indriani | Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 16 November 2017 | 18:31 WIB
Lahir Pas Jatuh Tempo Bisa Kurangi Risiko Kematian Bayi
Ilustrasi bayi baru lahir. (Shutterstock)

Suara.com - Risiko keguguran dan kematian bayi baru lahir ternyata dapat dikurangi dengan melahirkan pada waktu jatuh tempo.

Penelitian baru menunjukkan bahwa induksi sampai usia kehamilan 40 minggu mungkin merupakan pilihan yang lebih aman bagi ibu dan bayi.

Penelitian yang dilakukan oleh PLOS Medicine juga termasuk meneliti ibu yang baru hamil pertama pada usia 35 tahun ke atas.

Usia 35 tahun ke atas adalah kelompok ibu yang umumnya memiliki risiko komplikasi kelahiran yang lebih tinggi. Ini juga merupakan kelompok yang jumlahnya terus tumbuh di Inggris dengan sekitar 14 persen ibu di sana merupakan ibu baru yang berusia 35 tahun ke atas.

Pada 2015, Inggris dan Wales memiliki hampir 40.000 perempuan berusia 35 atau lebih yang melahirkan bayi pertama mereka.

Pedoman medis sendiri merekomendasikan induksi terjadi pada perempuan antara 41 dan 42 minggu masa kehamilan atau satu sampai dua minggu setelah tanggal kelahiran jatuh tempo.

Namun menurut penelitian terbaru, satu dari setiap 526 persalinan perempuan berusia di atas 35 tahun akan lebih baik melahirkan pada tanggal jatuh tempo daripada satu atau dua minggu setelahnya.

Dalam studi terhadap hampir 80.000 perempuan Inggris, tingkat kelahiran mati atau kematian bayi dalam tujuh hari kelahiran adalah delapan dari 10.000 kelahiran ketika induksi dilakukan lebih awal.

Hal tersebut dibandingkan dengan 26 per 10.000 ketika induksi ditunda untuk memungkinkan lebih banyak waktu terjadi secara alami.

Dengan perhitungan peneliti London School of Hygiene and Tropical Medicine mengatakan bahwa perubahan kebijakan terhadap induksi pada 40 minggu berpotensi menyelamatkan sekitar 50 nyawa bayi setiap seminggu di Inggris.

"Studi ini merupakan bukti terkuat yang mendorong penawaran induksi sampai 40 minggu dapat mengurangi risiko kelahiran mati pada kelompok usia tertentu, yang kita tahu menghadapi risiko kematian bayi yang baru dilahirkan lebih besar," kata peneliti utama Hannah Knight kepada BBC.

Sebuah studi baru-baru ini dari New England Journal of Medicine menemukan bahwa induksi tidak berpengaruh pada kemungkinan membutuhkan kelahiran sesar pada setiap kasus kehamilan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

18 Kali Keguguran, Perempuan Ini Akhirnya Jadi Ibu di Usia 48

18 Kali Keguguran, Perempuan Ini Akhirnya Jadi Ibu di Usia 48

Health | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 08:22 WIB

Ajaib, Bayi Ini Lahir dengan Kantung Ketuban Utuh

Ajaib, Bayi Ini Lahir dengan Kantung Ketuban Utuh

Health | Rabu, 30 Agustus 2017 | 10:10 WIB

Melahirkan, Ini yang Terjadi pada Vagina Perempuan

Melahirkan, Ini yang Terjadi pada Vagina Perempuan

Lifestyle | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 22:14 WIB

Amankah Melahirkan Berkonsep Water Birth?

Amankah Melahirkan Berkonsep Water Birth?

Health | Sabtu, 22 Juli 2017 | 07:53 WIB

Bantu Persalinan Ibu, Remaja 12 Tahun Bikin Heboh, Kenapa?

Bantu Persalinan Ibu, Remaja 12 Tahun Bikin Heboh, Kenapa?

Video | Rabu, 14 Juni 2017 | 19:14 WIB

Cerita Dramatis Persalinan Anak Kedua Omesh-Dian Ayu

Cerita Dramatis Persalinan Anak Kedua Omesh-Dian Ayu

Entertainment | Senin, 15 Mei 2017 | 14:05 WIB

Terkini

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB