Ini Sebab KB Implan Efektif Cegah Kehamilan Tapi Kurang Populer

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Jum'at, 15 Desember 2017 | 12:40 WIB
Ini Sebab KB Implan Efektif Cegah Kehamilan Tapi Kurang Populer
Ilustrasi alat kontrasepsi. (Shutterstock)

Suara.com - Metode kontrasepsi susuk KB atau implan disebut-sebut paling efektif dengan angka kegagalan rendah dibandinglan alat kontrasepsi lainnya. Sayangnya, KB implan tak sepopuler pil KB, IUD atau kondom.

Disampaikan, dr. Julianto Witjaksono SpOG dari FKUI RSCM, harga yang mahal adalah alasan dibalik kurang populernya implan di Indonesia. Sebenarnya, kata dia, ada kesepakatan global yang didanai Bill and Melinda Gates Foundation menetapkan harga sama yaitu 8,5 dolar (Rp115 ribuan), namun belum termasuk biaya masuk dan distribusi, untuk implan satu batang.

“Sayangnya, kita di Indonesia belum secara optimal mengikuti kesepakatan itu. Di Indonesia implan yang digunakan adalah dua batang dengan harga sekitar Rp275 ribu, padahal harga implan satu batang di bawah harga tersebut. Namun, kebijakan penggunaan implan ini bukan dibawah kewenangan POGI,” jelasnya pada Diskusi Ngobras baru-baru ini.

Julianto menjelaskan, target penerima KB baru di Indonesia setiap tahunnya mencapai 9 juta dengan anggaran sekitar 375 miliar untuk pil dan suntik KB, IUD. Dengan dana yang sama, jika menggunakan implan maka hanya akan dicapai 1 juta peserta.

“Kami di POGI tetap merekomendasikan implan (satu batang) sebagai alat kontrasepsi jangka panjang mengingat tingkat pendidikan mayoritas penerima KB di Indonesia masih rendah sehingga kegagalan dengan pil dan suntik masih tinggi,” ujar mantan Deputi KB di BKKBN ini.

Sementara itu, dalam pernyataan tertulisnya, Dr. Ilyas Angsar SpOG, Ketua Kelompok Kerja Keluarga Berencana dan Abortus, Perhimpunan Obstetrik Ginekologi Indonesia (POGI), menambahkan POGI terus mendorong penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang seperti implan KB untuk meningkatkan keberhasilan program KB di Indonesia.

“Program POGI yang sudah berjalan sejak tahun 1990 sampai sekarang adalah bekerja sama dengan BKKBN dan Kemenkes melaksanakan pelatihan pemasangan dan pencabutan IUD dan Implan untuk dokter dan bidan di seluruh provinsi serta pelatihan sterilisasi pada wanita dan pria untuk dokter di seluruh provinsi," tambah dia.

Ilyas mengatakan, POGI berharap era kejayaan implan seperti di era Orde Baru dapat kembali lagi.

“Dulu bahkan Jakarta pernah menjadi pusat pelatihan Internasional untuk pemasangan dan pencabutan Implan. Tetapi di era reformasi popularitas implan menurun drastis karena harga implan yang mahal,” tandasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lupakan Pil dan Suntik KB, Saatnya Pakai Implan KB

Lupakan Pil dan Suntik KB, Saatnya Pakai Implan KB

Health | Senin, 11 Desember 2017 | 20:15 WIB

Lelaki Malas Pakai Kondom Saat Bercinta, Ini Alasannya

Lelaki Malas Pakai Kondom Saat Bercinta, Ini Alasannya

Lifestyle | Senin, 16 Oktober 2017 | 21:00 WIB

Fakta Mengejutkan di Hari Kontrasepsi Sedunia

Fakta Mengejutkan di Hari Kontrasepsi Sedunia

Health | Selasa, 26 September 2017 | 17:11 WIB

Menyusui Bisakah Pengaruhi Siklus Haid?

Menyusui Bisakah Pengaruhi Siklus Haid?

Health | Jum'at, 16 Juni 2017 | 18:52 WIB

Para Lelaki Mau Rp1 Juta? Jadi Peserta KB

Para Lelaki Mau Rp1 Juta? Jadi Peserta KB

Health | Minggu, 28 Mei 2017 | 08:24 WIB

Ini Risikonya Kalau Salah Pakai Kondom

Ini Risikonya Kalau Salah Pakai Kondom

Lifestyle | Jum'at, 19 Mei 2017 | 19:46 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×