Lupakan Pil dan Suntik KB, Saatnya Pakai Implan KB

Tomi Tresnady, Firsta Nodia

Senin, 11 Desember 2017 | 20:15 WIB
Lupakan Pil dan Suntik KB, Saatnya Pakai Implan KB
Dokter sedang memasang implan KB kepada pasien perempuan. [shutterstock]

Suara.com - Metode kontrasepsi yang sering digunakan di Indonesia saat ini adalah KB suntik dan pil KB yang jika digabung keduanya, penggunanya mencapai sekitar 50 persen.

Namun, sebenarnya ada beberapa pilihan alat kontrasepsi jangka panjang yang lebih efektif dengan angka kegagalan rendah, seperti IUD (alat kontrasepsi dalam rahim) dan implan atau dikenal dengan susuk KB.  

“Pil dan suntik KB memiliki tingkat kegagalan lebih tinggi dibandingkan alat KB jangka panjang seperti implan dan IUD, karena pil harus diminum setiap hari pada waktu yang sama. Demikian pula dengan suntik baik 1 maupun 3 bulan sekali,” jelas dr. Julianto Witjaksono SpOG dari FKUI RSCM, dalam diskusi yang diselenggarakan Forum Ngobras tentang “Implan Sebagai Alat Kontrasepsi Jangka Panjang yang Aman dan Nyaman” di Jakarta, (11/12/2017).


Data WHO menunjukkan, tingkat kegagalan dengan pil KB sekitar 90 per 1.000 orang, dan suntik 60 per 1.000 orang.

Implan, kata dr Julianto memiliki angka kegagalan hanya 0,5 persen atau terkecil bahkan dibandingkan dengan IUD yang 8,5 orang dari 1.000 pengguna.

Sayangnya implan memang kurang popular di Indonesia. Data BKKBN tahun 2013 menunjukkan, peserta baru KB untuk Implan 9,23 persen, IUD 7,75 persen, Suntikan 48,56 persen, Pil 26,60 persen, dan kondom 0,6 persen.

Salah satu penyebabnya, harga implan yang memang lebih mahal. Menurut dr. Julianto, ada beberapa jenis implan KB yang sudah digunakan di Indonesia. Dulu di tahun 80-an, digunakan implan KB 6 batang. 

“Karena implan KB dipasang di bawah kulit, maka jika jumlahnya mencapai 6 batang, maka akan kesulitan untuk pengambilannya setelah masa habis pakai,” tambah dia.

Implan KB 6 batang saat ini sudah tidak digunakan lagi. Generasi implan KB terbaru hanya terdiri dua atau satu batang. Semakin kecil jumlah batangnya, tentu pemakaian semakin mudah tanpa mengurangi manfaatnya. 

Dokter Julianto menjelaskan, KB Implan dipasang di lengan atas bawah kulit. Pemasangan implan KB dilakukan dokter kebidanan dan kandungan atau bidan yang sudah mendapatkan pelatihan, menggunakan alat pemasang (trocar).

Ukuran diameter implan sangat kecil, hanya 1-2 mm.  

“Implan direkomendasikan pada perempuan sehat semua usia, tetapi untuk yang berusia di atas 40 tahun sangat baik karena mengurangi risiko kanker payudara. Karena, implan KB hanya berisi hormon progestin dan sama sekali tidak mengandung hormon estrogen yang selama ini dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara,” jelas Julianto.

Cara kerja hormon progestin adalah mengentalkan lendir di bibir rahim sehingga sperma tidak dapat masuk ke rahim dan membuahi sel telur.

Dengan teknologi tinggi, hormon progestin akan dilepaskan sedikit demi sedikit dari pori-pori batang implant, dengan masa kerja 3-5 tahun. 

Keunggulan implan KB, kata dia, sangat mudah dan efektif (99,95 persen), mudah digunakan, kesuburan segera pulih setelah susuk KB diangkat dan aman digunakan pada ibu menyusui.

“Efek jangka panjang lain adalah menurunkan risiko kehamilan di luar kandungan," tandas Julianto.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kontrasepsi Berkembang Pesat di Negara Termiskin di Dunia

Kontrasepsi Berkembang Pesat di Negara Termiskin di Dunia

Health | Rabu, 06 Desember 2017 | 02:34 WIB

Pil Pelangsing Dijual Online Berbahaya, Inggris Rilis Larangan

Pil Pelangsing Dijual Online Berbahaya, Inggris Rilis Larangan

Health | Jum'at, 01 Desember 2017 | 21:16 WIB

Fakta Mengejutkan di Hari Kontrasepsi Sedunia

Fakta Mengejutkan di Hari Kontrasepsi Sedunia

Health | Selasa, 26 September 2017 | 17:11 WIB

Duh! Metode Kontrasepsi Pasangan Masa Lalu Aneh-aneh

Duh! Metode Kontrasepsi Pasangan Masa Lalu Aneh-aneh

Lifestyle | Rabu, 10 Mei 2017 | 19:40 WIB

Sebelum Ada Kondom, Kotoran Buaya Pernah Jadi Alat Kontrasepsi

Sebelum Ada Kondom, Kotoran Buaya Pernah Jadi Alat Kontrasepsi

Lifestyle | Kamis, 09 Maret 2017 | 21:57 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB