Ini Nilai Kerugian Ekonomi Jika Angka Kematian Ibu Tinggi

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 30 Januari 2018 | 15:48 WIB
Ini Nilai Kerugian Ekonomi Jika Angka Kematian Ibu Tinggi
Ilustrasi angka kematian ibu. (Shutterstock)

Suara.com - Angka kematian ibu di Indonesia pada 2016 mencapai 306 per 100 ribu kelahiran hidup. Angka ini dinilai masih cukup tinggi mengingat target MDG's atau Millennium Development Goals adalah 102 per 100 ribu kelahiran hidup.

Menurut dr. Nurlely Bethesda Sinaga, MPH selaku Praktisi Kesehatan Masyarakat, angka kematian ibu harus ditekan karena besarnya kerugian yang harus ditanggung. Menggunakan penelitian di China, perempuan yang akrab disapa Beth ini menjelaskan bahwa jika seorang ibu meninggal saat hamil atau pada saat proses persalinan, maka kerugian langsung yang harus ditanggung adalah 4119 dollar Amerika atau sekitar Rp 55 juta.

"Sementara kalau meninggalnya saat tua itu kerugian langsungnya hanya 370 dollar Amerika atau sekitar Rp 5 juta," ujar dr. Beth pada Master Class HNJA di Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Besaran kerugian ekonomi ini, kata Beth dihitung akibat hilangnya produktivitas ibu yang meninggal saat melahirkan sebesar 154 hari kerja selama setahun. Sementara jika meninggal bukan saat hamil, maka hanya dihitung 15 hari kerja yang terbuang.

"Kalau satu hari kerja berdasarkan UMR di Jakarta dihitung Rp 150 ribu maka kalikan saja dengan 154 hari. Lalu kalikan dengan sisa usia menurut angka harapan hidupnya. Jadi kalau meninggal usia 30 tahun dan rata-rata harapan hidup perempuan Indonesia 72 tahun berarti Rp 150 ribu kali 154 hari kali 42 tahun. Itulah kerugian kalau seorang perempuan meninggal saat hamil atau bersalin" tambah dia.

Ia menjelaskan, penyebab kematian ibu di Indonesia disebabkan oleh berbagai hal. Pertama, akibat pendarahan paska persalinan karena anemia. Kondisi anemia sendiri kata dia bisa dipicu oleh kurang gizi saat hamil, malaria dan cacingan. "Penyebab lain angka kematian tinggi adalah hipertensi saat hamil dan infeksi virus atau bakteri," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bupati Ini Tekan Angka Kematian Ibu dengan Cara Kreatif

Bupati Ini Tekan Angka Kematian Ibu dengan Cara Kreatif

Lifestyle | Kamis, 07 Desember 2017 | 13:13 WIB

Donor Darah Tekan Angka Kematian Ibu

Donor Darah Tekan Angka Kematian Ibu

Health | Selasa, 11 Juli 2017 | 14:40 WIB

Tingginya Angka Kematian Ibu Paling Banyak Disebabkan Hal Ini

Tingginya Angka Kematian Ibu Paling Banyak Disebabkan Hal Ini

Health | Selasa, 20 Desember 2016 | 19:31 WIB

Terkini

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB