Tingginya Angka Kematian Ibu Paling Banyak Disebabkan Hal Ini

Arsito Hidayatullah, Firsta Nodia

Selasa, 20 Desember 2016 | 19:31 WIB
Tingginya Angka Kematian Ibu Paling Banyak Disebabkan Hal Ini
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa angka kematian ibu (AKI) pada 2015 mencapai 305 dari 100 ribu kelahiran. Menurut Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes, dr Eni Gustina, angka ini terbilang tinggi di tengah akses pelayanan kesehatan yang sudah semakin mudah.

Berbagai penyebab, menurut Eni pula, bisa memicu kematian ibu saat melahirkan. Namun menurutnya, ada dua faktor utama yang menjadi penyebab tertinggi kematian ibu hamil, yakni anemia dan kekurangan energi kronik (KEK).

Eni menjelaskan, pada 2013, Kemenkes mencatat 37 persen ibu hamil (bumil) mengalami anemia. Dari data tersebut, sebanyak 36,4 persen bumil anemia tinggal di perkotaan, sementara 37,8 persen berada di pedesaan.

"Sedangkan KEK sendiri itu dipicu oleh tiga kemungkinan. Pertama kemiskinan, (kemudian) adanya penyakit penyerta seperti TBC, atau bisa juga dipicu faktor kebiasaan tertentu seperti makan tak teratur atau kurang gizi," ujar dr Eni, dalam acara temu media Peringatan Hari Ibu di Kemenkes, Selasa (20/12/2016).

Sedangkan penyebab lainnya, lanjut Eni, biasanya dipicu oleh penyakit tidak menular yang diderita bumil, seperti misalnya penyakit kardiovaskular. Data menunjukkan bahwa 30 persen nyawa bumil terenggut karena penyakit jantung dan hipertensi.

Untuk mencegah risiko kematian ibu saat melahirkan, Eni pun mengimbau agar para bumil memperhatikan asupannya selama hamil. Salah satunya dengan mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah-buahan.

"Penting bagi bumil untuk mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung kalsium. Kalau kurang kalsium, maka bisa meningkatkan risiko bumil mengidap hipertensi atau eklamsi saat persalinan yang berujung kematian," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Ibu Terlambat Melahirkan Bisa Hidup Lama

Studi: Ibu Terlambat Melahirkan Bisa Hidup Lama

Health | Selasa, 06 Desember 2016 | 11:08 WIB

Delapan Makanan Ini Harus Dihindari Ibu Hamil

Delapan Makanan Ini Harus Dihindari Ibu Hamil

Health | Senin, 05 Desember 2016 | 19:46 WIB

Amankah Naik Pesawat di Kehamilan Trimester Ketiga?

Amankah Naik Pesawat di Kehamilan Trimester Ketiga?

Health | Senin, 05 Desember 2016 | 15:45 WIB

Obat Batuk yang Aman untuk Ibu Hamil, Adakah?

Obat Batuk yang Aman untuk Ibu Hamil, Adakah?

Health | Kamis, 01 Desember 2016 | 13:48 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×