Ini Bedanya Keracunan Kehamilan dengan Keracunan Air Ketuban

Vania Rossa, Risna Halidi

Kamis, 22 Februari 2018 | 20:39 WIB
Ini Bedanya Keracunan Kehamilan dengan Keracunan Air Ketuban
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Di masyarakat awam, kita kerap mendengar istilah keracunan kehamilan dan keracunan air ketuban. Tapi, apakah keduanya sama?

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Benny Johan Marpaung, Sp.OG, bicara dalam acara #OramiBirthClub, Rabu (21/2) mengatakan bahwa keracunan kehamilan berbeda dengan keracunan air ketuban.

Benny sendiri mengatakan tidak ada penyakit keracunan air ketuban, yang ada adalah Meconium Aspiration atau aspirasi mekonium.

"Sebenarnya tidak ada istilah keracunan air ketuban. Karena pada dasarnya, janin meminum air ketuban ibunya. Itu (air ketuban) adalah salah satu nutrisi bagi bayi," kata Benny.

Benny lalu menjelaskan tentang aspirasi mekonium, di mana air ketuban tercampur dengan air kemih atau tinja bayi hingga akhirnya terhirup oleh bayi yang masih di dalam perut.

"Ini membuat bayi kesulitan bernafas dan berisiko keracunan, mengganggu pernapasan, dan bisa menyebabkan kematian dalam kandungan," tambah Benny.

Sementara istilah keracunan kehamilan adalah sebutan awam bagi penyakit pre-eklampsia yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kenaikan kadar protein pada urin, dan pembengkakkan pada tungkai.

Beberapa faktor risiko pre-eklampsia diantaranya adalah obesitas, usia saat hamil (terlalu muda atau terlalu tua), dan jumlah kehamilan sebelumnya.

"Pre-eklampsia sudah lama ada. Sudah ratusan tahun lalu, tapi masih menjadi perdebatan apa penyebabnya," papar dokter yang biasa meladeni tanya jawab di forum 'Ask the Experts' di laman Facebook Orami.

baca juga

Kata Benny, ini diduga karena proses kehamilan merupakan kondisi di mana perempuan dititipi saham 'benda asing' oleh laki-laki. "Itu benda asing sama seperti transplantasi. Diduga karena proses implantasi plasenta pada dinding rahim ini yang akibatkan peningkatan tekanan darah."

Kondisi pre-eklampsia bisa terdeteksi pada perempuan usia kehamilan 20 minggu ke atas. Dengan deteksi dini, diharapkan risiko mematikan dari masalah pre-eklampsia dapat cepat teratasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Tokophobia, Takut pada Kehamilan dan Persalinan

Mengenal Tokophobia, Takut pada Kehamilan dan Persalinan

Health | Selasa, 20 Februari 2018 | 13:28 WIB

Tanpa USG, Jenis Kelamin Bayi Bisa Ditebak dengan Cara Ini

Tanpa USG, Jenis Kelamin Bayi Bisa Ditebak dengan Cara Ini

Health | Minggu, 18 Februari 2018 | 04:45 WIB

Merencanakan Kehamilan di Usia 40 Tahun? Waspadai Risiko Ini!

Merencanakan Kehamilan di Usia 40 Tahun? Waspadai Risiko Ini!

Health | Minggu, 04 Februari 2018 | 15:10 WIB

Terkini

Penari Lengger Tanpa Sampur

Penari Lengger Tanpa Sampur

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:06 WIB

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:03 WIB

Jurang Humor Milenial vs Gen Z: Saat Plesetan Cerdas Kalah dari Meme Pisang Tanpa Konteks

Jurang Humor Milenial vs Gen Z: Saat Plesetan Cerdas Kalah dari Meme Pisang Tanpa Konteks

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:00 WIB

Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda

Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 12:00 WIB

Didukung Kai EXO, Atlet Ini Tepati Janjinya Raih Emas Asian Games 2026

Didukung Kai EXO, Atlet Ini Tepati Janjinya Raih Emas Asian Games 2026

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 11:50 WIB

Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!

Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!

Jawa Tengah | Minggu, 27 September 2026 | 11:46 WIB

Korban KM Virgo Transport 8, Jenazah Taruno Akhirnya Pulang ke Madiun, Adik Masih Dicari

Korban KM Virgo Transport 8, Jenazah Taruno Akhirnya Pulang ke Madiun, Adik Masih Dicari

Jatim | Minggu, 27 September 2026 | 11:36 WIB

Shio Ciong vs Shio Hoki, Apa Bedanya dalam Ramalan Feng Shui?

Shio Ciong vs Shio Hoki, Apa Bedanya dalam Ramalan Feng Shui?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:30 WIB

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Vulkanik Tembus 1,3 Kilometer

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Vulkanik Tembus 1,3 Kilometer

Jatim | Minggu, 27 September 2026 | 11:29 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Apek saat AC Pertama Kali Dinyalakan di Pagi Hari

7 Cara Menghilangkan Bau Apek saat AC Pertama Kali Dinyalakan di Pagi Hari

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:25 WIB

×