Ritual Sifon, Tradisi Sunat Pakai Bambu yang Bisa Mengancam Nyawa

Ririn Indriani

Kamis, 01 Maret 2018 | 08:58 WIB
Ritual Sifon, Tradisi Sunat Pakai Bambu yang Bisa Mengancam Nyawa
Pisang simbol lelaki disunat atau dikhitan. [shutterstock]

Diawali dengan Menjepit Kulit Kulup Pakai Bambu
Prosesi sifon dilakukan di sungai guna mencegah pemuda tersebut kehilangan banyak darah setelah disunat. Pasalnya, ahelet akan melakukan sunat pakai bambu yang diruncingkan bukannya pakai laser atau pisau bedah steril.

Sunatan akan diawali dengan menjepit kulit kulup pakai bambu. Setelahnya, luka di penis akan dibalut dengan daun kom (daun yang digunakan untuk mengawetkan mayat) dengan tujuan mengurangi perdarahan.

Untuk mengganti darah yang keluar, ahelet akan meminta sang pemuda untuk meminum darah ayam dicampur dengan air kelapa.

Ritual kemudian ditutup dengan hubungan seksual dengan tujuan menyembuhkan luka sunat dan membuang kesialan. Hubungan seksual dilakukan dengan perempuan asing yang tidak ada hubungan keluarga maupun kerabat dengan lelaki tersebut.

Ini dikarenakan perempuan tersebut dipercaya akan menerima “panas” dari sang lelaki yang disunat, sehingga tidak boleh berhubungan lagi dengan lelaki yang sama.

Selain untuk mengusir penyakit dan membawa sial, istilah “panas” juga merujuk pada pembaruan jiwa menjadi suci seperti kali pertama dilahirkan, sekaligus meminta berkah kesuburan alam. Hubungan seksual dengan perempuan yang tidak dikenalnya juga dipercaya dapat mempercepat proses penyembuhan luka sunat.

Sunat Sifon Meningkatkan Risiko Penularan Penyakit Kelamin 
Sunat pakai bambu adalah tindakan yang tidak steril. Risiko yang paling utama jelas adalah infeksi.

Pasalnya, bambu yang dipakai sudah lebih dulu terpapar oleh bakteri dan kuman dari lingkungan sekitar sebelum digunakan di dekat organ vital Anda. Tidak menutup kemungkinan juga bambu tersebut mengandung pestisida atau polutan lainnya yang sama sekali tidak diperuntukkan untuk penis.

Meski sudah disikat atau dibersihkan terlebih dahulu, kuman tetap saja bisa berpindah dari permukaan kulit bambu ke kulit organ intim Anda. Akibatnya, sunat dengan cara ini akan meningkatkan risiko iritasi, infeksi bakteri, hingga bahkan infeksi jamur.

baca juga

Selain meningkatkan risiko infeksi bakteri, bukannya tidak mungkin bambu tersebut bisa hancur menjadi pecahan yang tajam yang dapat merobek dan mencederai kulit organ intim. Terlebih, luka bekas jahitan sunat pakai bambu akan terus dibiarkan terbuka tanpa dijahit.

Tindakan ini dapat merisikokan si empunya tubuh untuk kehilangan banyak darah yang dapat menyebabkan kematian jika terlambat ditangani. Kalaupun berhasil melewati prosesi tersebut, luka sunat sifon dapat menyebabkan rasa nyeri yang berkepanjangan.

Karena luka sunatnya tidak steril, luka tersebut bisa berkembang menjadi infeksi yang yang berakibat kerusakan jaringan pada daerah penis tersebut. Kemudian karena sang pemuda harus langsung berhubungan seksual segera setelah disunat.

Hal ini akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit menular seksual baik sifilis, gonore, bahkan HIV — baik bagi lelaki maupun perempuan.

Itulah penjelasan medis tentang bahaya sunat sifon yang sangat penting untuk diketahui.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apa Manfaatnya Sunat bagi Kesehatan Lelaki?

Apa Manfaatnya Sunat bagi Kesehatan Lelaki?

Health | Selasa, 13 Februari 2018 | 14:32 WIB

Waspada Bila Luka Sunat Tak Kunjung Sembuh

Waspada Bila Luka Sunat Tak Kunjung Sembuh

Health | Rabu, 07 Februari 2018 | 22:15 WIB

Sunat Laser Lebih Baik? Ini Kata Dokter

Sunat Laser Lebih Baik? Ini Kata Dokter

Health | Kamis, 07 Desember 2017 | 15:37 WIB

Terkini

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:42 WIB

Daftar 16 Bank Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Berpotensi Bertambah?

Daftar 16 Bank Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Berpotensi Bertambah?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 08:41 WIB

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:31 WIB

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 08:29 WIB

Review Blossoms of Power: Dua Hati yang Terikat dalam Konflik Kerajaan

Review Blossoms of Power: Dua Hati yang Terikat dalam Konflik Kerajaan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 08:20 WIB

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:12 WIB

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 08:09 WIB

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:06 WIB

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

×