Waspada Bila Luka Sunat Tak Kunjung Sembuh

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 07 Februari 2018 | 22:15 WIB
Waspada Bila Luka Sunat Tak Kunjung Sembuh
Pisang simbol lelaki disunat atau dikhitan. [shutterstock]

Suara.com - Tanya:

Selamat malam Dokter,
Anak saya dikhitan dengan metode laser dan diperban dan ini sudah hari kesebelas, tapi luka bekas jahitan belum juga kering masih bengkak dan kemerahan. Di bawah penis juga muncul seperti nanah dan di kepala penisnya ada sejenis borok warna hitam. Apakah itu normal? Oh iya,  pada hari kelima anak saya saya mandikan dengan seperti biasa tanpa menutup penisnya. Mohon penjelasan dan sarannya, Dok. Terima kasih.

UP
 
Jawab:

Selamat malam Ibu UP,
Apakah anda rutin melakukan rawat luka pascasunat pada Anak anda? Pascaterjadinya suatu perlukaan pada kulit atau jaringan di bawah kulit maka akan terjadi reaksi peradangan atau inflamasi sebagai respon normal tubuh untuk regenerasi sel-sel atau jaringan yang tadinya mengalami perlukaan.

Tanda-tanda peradangan tersebut yaitu terasa hangat (kalor), perubahan warna jadi kemerahan (rubor), nyeri (dolor), pembengkakan (tumor) fungsi jaringan menjadi terganggu (fungsio laesa). Jadi, bengkak yang dialami bisa merupakan akibat peradangan.

Hal tersebut wajar terjadi setelah adanya perlukaan akibat sunat atau khitan. Lamanya peradangan yang terjadi tergantung dari berapa luas jaringan yang mengalami perlukaan.

Umumnya dalam waktu 7-10 hari maka perlukaan di kulit sudah mulai menyembuh dan menyatu setelah khitan.

Hal yang dapat Anda lakukan agar penyembuhan luka cepat terjadi adalah rawat luka rutin. Untuk rawat luka, Anda dapat melakukannya sesuai dengan anjuran yakni rutin setiap 2 hari sekali.

Selain itu kebersihan area sekitar luka sunatan juga harus dijaga kebersihannya dan jangan dulu terkena air. Juga disarankan konsumsi banyak makanan yang mengandung protein tinggi misal putih telur dan juga vitamin c untuk mempercepat penyembuhan luka.

Akan tetapi, jika pembengkakan luka sunat tidak kunjung membaik disertai dengan luka berair tidak mengering, tetap basah, ada yang mengeluarkan nanah, berbau, baru memerlukan penanganan khusus dan Anda dapat memeriksakannya kembali ke dokter.

Oleh karena bengkak usai sunat anak Anda disertai pula gejala luka tidak kering, disertai nanah, maka sebaiknya dikonsultasikan kembali ke dokter agar diberikan terapi yang sesuai.

Dijawab oleh: dr. Ni Putu Tesi Maratni
Sumber: https://meetdoctor.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pergelangan Tangan Nyeri, Lakukan Ini untuk Meredakannya

Pergelangan Tangan Nyeri, Lakukan Ini untuk Meredakannya

Health | Rabu, 07 Februari 2018 | 15:48 WIB

Ingin Membesarkan Payudara, Bagaimana Caranya?

Ingin Membesarkan Payudara, Bagaimana Caranya?

Health | Senin, 05 Februari 2018 | 20:40 WIB

Urat di Bawah Mata, Bagaimana Menghilangkannya?

Urat di Bawah Mata, Bagaimana Menghilangkannya?

Health | Senin, 05 Februari 2018 | 16:41 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB