Sunat Laser Lebih Baik? Ini Kata Dokter

Chaerunnisa | Firsta Nodia
Sunat Laser Lebih Baik? Ini Kata Dokter
Ilustrasi pisang simbol lelaki disunat atau dikhitan. [shutterstock]

Sunat laser dianggap sebagai metode paling aman dan tidak menyebabkan rasa sakit.

Suara.com - Sunat atau sirkumsisi merupakan tindakan pembedahan di bagian organ kelamin lelaki dengan tujuan menghilangkan bagian ujung kulit penis. Ada beragam metode sunat yang umum dilakukan di Indonesia, mulai dari sunat konvensional, sunat laser, hingga sunat dengan metode clamp.

Dari sekian banyak metode sunat yang umum di Indonesia, sunat laser dianggap sebagai metode paling aman dan tidak menyebabkan rasa sakit. Namun, dr Irfan Wahyudi SpU dari Rumah Sakit Siloam Asri mengungkapkan, sunat laser sebenarnya tidak memiliki kelebihan signifikan dibandingkan metode sunat lainnya.

"Laser sebenarnya alat yang menghasilkan sinar energi untuk memotong jaringan, mengontrol pendarahan dan mengangkat jaringan. Nggak ada kelebihan signifikan metode laser untuk sunat, tapi kalau untuk operasi prostat mungkin signifikansinya cukup besar. Apalagi harganya mahal," ujar dr Irfan pada temu media 'Sunat yang Aman' di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Dia mengungkapkan, jika ada klinik yang menawarkan sunat laser yang murah, maka dr Irfan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati. Menurutnya, sunat laser yang ada di pasaran umumnya menggunakan elektrokauter.

"Pada prinsipnya elektrocauter itu sumber listrik menghasilkan panas yang digunakan untuk menghentikan pendarahan atau memotong jaringan. Jadi bukan laser yang dari mesin laser," imbuh dia.

Pada metode sunat dengan alat elektrocauter yang asal-asalan, dr Irfan menyebut ada risiko komplikasi yang bisa terjadi di mana panas akan sampai ke seluruh jaringan penis. Tampilan penis akan gosong dan jika sudah begini sulit untuk direhabilitasi karena tidak ada jaringan tubuh yang menyerupai jaringan penis.

"Komplikasi bisa dihindari kalau dokter menggunakan metode yang tepat. Itu gunanya mencari tempat yang kredibel untuk melakukan sunat. Dokter biasanya akan memeriksa kondisi penis pasien. Lalu ditentukan metode yang tepat sesuai kondisinya," tandasnya.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS