Brokoli Bisa Jadi Obat Alami Diabetes, Begini Caranya

Ririn Indriani

Kamis, 15 Maret 2018 | 18:51 WIB
Brokoli Bisa Jadi Obat Alami Diabetes, Begini Caranya
Brokoli sangat bermanfaat bagi penderita diabetes. (Shutterstock)

Suara.com - Dilansir dari situs Universitas Gadjah Mada, WHO memperkirakan jumlah pengidap diabetes di Indonesia akan mengalami peningkatan besar hingga 21,3 juta jiwa pada 2030.

Sampai pada 2016, pengidap diabetes di Indonesia diketahui mencapai sekitar 10 juta penduduk. Masih banyak lagi orang Indonesia yang bahkan tidak menyadari bahwa dirinya memiliki diabetes.

Diabetes merupakan penyakit “abadi” yang tidak dapat disembuhkan. Namun gejalanya dapat dikelola dengan gaya hidup sehat dan obat-obatan.

Salah satunya dengan obat diabetes alami yang satu ini, brokoli. Ya, bagi pengidap diabetes yang juga obesitas, brokoli bisa menjadi kunci untuk memperlambat perkembangan diabetes, bahkan berpotensi membatalkan efeknya. Kenapa begitu? Simak ulasan lengkap yang dihimpun Hello Sehat.Mengulik Manfaat Brokoli Sebagai Obat Diabetes
Para ilmuwan dari Universitas Gothenburg di Swedia melaporkan bahwa senyawa kimia alami yang ditemukan dalam brokoli, disebut sulphoraphane, mengurangi kadar gula darah pada orang dengan diabetes tipe 2.

Untuk memastikan efektivitasnya, penulis utama studi Anders Rosengen dan tim membagi 97 orang partisipan yang memiliki diabetes dalam dua kelompok: kelompok pertama diberi pil ekstrak sulphoraphane, sementara yang kedua diberi pil kosong plasebo.

Partisipan harus rutin meminum obat ini selama 3 bulan penuh. Hasilnya? Kadar gula darah orang-orang yang mengonsumsi pil sulphoraphane ditemukan berkurang hingga 10 persen.

Jumlah ini bahkan sudah cukup untuk menekan risiko komplikasi diabetes pada mata, ginjal, dan darah.

Sebelumnya, penelitian terhadap efek sulphoraphane terhadap penurunan kadar hiperglikemia (kelebihan gula darah) sudah lebih dulu diterapkan pada sel kultur dan tikus percobaan di laboratorium.

Oleh karena itu, tim peneliti menduga bahwa ekstrak sulphoraphane dapat digunakan sebagai pengganti obat metformin, obat diabetes lini pertama.

baca juga

Sulphoraphane dalam Brokoli Lebih Aman dari Metformin
Penelitian ini menunjukkan bahwa metformin dan sulphoraphane bekerja menurunkan glukosa darah dengan cara yang berbeda.

Metformin membuat sel sensitif terhadap insulin sehingga lebih banyak glukosa yang keluar dari aliran darah, sementara sulphoraphane membantu menekan produksi glukosa.

Tapi Rosengren percaya bahwa ekstrak itu bisa menggantikan metformin bagi mereka yang tidak dapat mengonsumsi obat tersebut.

Diketahui bahwa kurang 15 persen pengidap diabetes tipe 2 tidak dapat menoleransi efek pengobatan metformin karena risikonya yang berkaitan dengan kerusakan ginjal.

Mengonsumsi metformin, bagi orang-orang yang sensitif, dapat meningkatkan risiko asidosis laktat — peningkatan asam laktat berbahaya akibat kerja ginjal yang menurun. Asidosis laktat dapat menyebabkan kram perut, napas pendek, kram atau nyeri otot, dan kelelahan.

Lantas, harus seberapa sering makan brokoli untuk mencapai efek sebagai obat diabetes? Penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan kandungan sulphoraphane yang sudah diekstrak menjadi pil.

Konsentrasi sulphoraphane dalam satu pil yang digunakan setara dengan makan sekitar 500 gram brokoli utuh setiap hari. Terlebih, ekstrak ini dilaporkan sangat efektif hanya di antara orang-orang obesitas yang kadar glukosa darahnya lebih tinggi pada awal penelitian tersebut.

Bagi mereka yang tidak obesitas, sayangnya pil sulforaphane tidak banyak berpengaruh. Walau mustahil untuk makan 500 kilogram brokoli dalam sehari, bukan lantas Anda jadi mengabaikan pola makan sehat untuk mengelola diabetes Anda.

Brokoli dan sayur-sayuran lain tetap menjadi pemain penting dalam menu makan Anda sehari-hari. Kandungan vitamin dan mineral dalam sayuran membantu Anda dalam mencukupi kebutuhan gizi tubuh.

Tak hanya itu, kandungan serat tinggi dalam sayuran dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga Anda lebih mampu mengontrol nafsu makan dan gula darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Konsumsi Makanan Kaya Serat dapat Obati Diabetes Tipe 2

Konsumsi Makanan Kaya Serat dapat Obati Diabetes Tipe 2

Health | Minggu, 11 Maret 2018 | 19:36 WIB

Canggih! Lensa Kontak Ini Bisa Monitor Kadar Gula Darah

Canggih! Lensa Kontak Ini Bisa Monitor Kadar Gula Darah

Tekno | Selasa, 27 Februari 2018 | 09:01 WIB

Minum Kopi Teratur Ternyata Bisa Turunkan Risiko Diabetes

Minum Kopi Teratur Ternyata Bisa Turunkan Risiko Diabetes

Health | Kamis, 22 Februari 2018 | 18:44 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×