Metode Diet Baru, Isi Perut dengan Balon, Berani Coba?

Ririn Indriani

Senin, 16 April 2018 | 15:26 WIB
Metode Diet Baru, Isi Perut dengan Balon, Berani Coba?
Ilustrasi metode diet baru, isi perut dengan balon. (Shutterstock)

Suara.com - Ada banyak jenis diet untuk menurunkan berat badan, dan terkini ada metode diet dengan balon. Mendengarnya, mungkin Anda akan bertanya-tanya maksud dari diet dengan balon.

Terdengar aneh memang, mengatasi obesitas dengan makan balon, tapi metode ini ternyata cukup efektif. Lalu bagaimana metode ini dilakukan? Apakah aman untuk dicoba? Simak ulasan selengkapnya yang dihimpun Hello Sehat.

Metode diet dengan cara makan balon, bukan berarti Anda harus makan balon yang sesungguhnya. Melainkan Anda dianjurkan untuk mengonsumsi benda elastis yang berbentuk mirip balon dimasukkan ke dalam perut orang yang mengalami obesitas melalui mulut (ditelan).

Nah, setelah ditelan, balon tersebut akan dipompa melalui saluran khusus. Setelah dipompa, balon tentu akan membesar dalam perut. Hal ini sengaja dilakukan dengan tujuan agar ruangan perut Anda menjadi penuh dan hanya tersisa sedikit untuk makanan yang masuk.

Sehingga, saat Anda makan nanti meski Anda baru saja makan sedikit, tetapi perut sudah langsung terasa penuh. Pada akhirnya, asupan harian Anda akan berkurang dan kemudian berat badan pun ikut turun.

Namun, metode pengobatan obesitas ini hanya bisa dilakukan di bawah pengawasan dokter dan ahli gizi yang berpengalaman. Jadi, Anda tidak bisa makan balon sembarangan dan berharap bisa cepat kurus.

Beberapa penelitian telah membuktikan jika makan balon cukup efektif membantu menurunkan berat badan orang yang mengalami kegemukan. Salah satunya, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Turkish Journal Gastroenterol pada 2010 mengungkapkan bahwa penurunan berat badan yang terjadi dengan cara ini bisa mencapai 25 persen dari berat badan awal.

Hal ini dianggap cukup efektif untuk menurunkan berat badan dalam waktu yang cepat.

Risiko Metode Diet dengan Balon
Makan balon memang telah terbukti bisa menurunkan berat badan pada orang dengan masalah obesitas. Namun, sama seperti tindakan medis lainnya, prosedur pengobatan ini juga memiliki risiko dan efek samping tersendiri.

baca juga

Apa saja masalah yang mungkin terjadi setelah menjalani prosedur ini? Perut terasa tidak nyaman. Karena di dalam lambung Anda terisi balon yang penuh udara, maka Anda akan mudah merasa kembung dan kenyang.

Maka dari itu, jika Anda memang memutuskan untuk menjalani pengobatan ini, Anda harus berkonsultasi dulu dengan ahli gizi agar dapat dirancang perencanaan makan yang tepat.
Infeksi.

Balon yang dimasukkan dalam perut adalah benda yang berasal dari luar tubuh. Karena itu, balon tersebut berisiko menyebabkan infeksi. Hal ini biasanya diketahui jika pasien mengalami gejala seperti kram perut, diare, muntah, dan demam.

Gangguan pencernaan. Salah satu risiko makan balon adalah gangguan pencernaan. Pasalnya, balon yang ada di dalam lambung justru memengaruhi sistem kerja organ pencernaan Anda.

Apakah saya perlu makan balon untuk menurunkan berat badan?
Metode turun berat badan dengan balon baru diizinkan di Eropa dan Amerika Serikat. Di Indonesia sendiri metode ini belum diuji klinis, apalagi dilegalkan sebagai pengobatan obesitas.

Lagi pula, metode ini hanya boleh dilakukan oleh orang dengan obesitas yang tak kunjung berhasil menurunkan berat badannya meski sudah menjalani diet serta berolahraga rutin. Menurut sejumlah penelitian dan uji klinis, pengobatan ini juga baru bisa berhasil dilakukan jika diiringi dengan penerapan pola hidup yang sehat, seperti menjaga pola makan serta berolahraga setiap hari.

Jadi, kalau tujuan Anda hanya untuk turun berat badan, sebaiknya jangan mudah tergoda dengan cara instan. Sejauh ini belum ada cara instan untuk menurunkan berat badan. Anda harus mengusahakan gaya hidup sehat secara rutin dan berkelanjutan kalau memang mau mencapai berat badan ideal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ingin Berat Badan Turun, Makan Pasta Saja!

Ingin Berat Badan Turun, Makan Pasta Saja!

Health | Rabu, 04 April 2018 | 08:06 WIB

Ingin Turunkan Berat Badan dengan Cepat? Coba Diet Semangka!

Ingin Turunkan Berat Badan dengan Cepat? Coba Diet Semangka!

Lifestyle | Selasa, 03 April 2018 | 15:00 WIB

Diet Berlebihan Bisa Bikin Perempuan Susah Hamil

Diet Berlebihan Bisa Bikin Perempuan Susah Hamil

Lifestyle | Rabu, 28 Maret 2018 | 08:41 WIB

Terkini

Promo Staycation Mewah di Jakarta & Bali, Dapatkan Diskon 10% dari BRI!

Promo Staycation Mewah di Jakarta & Bali, Dapatkan Diskon 10% dari BRI!

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 15:35 WIB

8 Contoh Nyata Pengamalan Sila ke-2 Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

8 Contoh Nyata Pengamalan Sila ke-2 Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 15:35 WIB

Bisa Bikin Flek Hitam, Ini 5 Ciri-ciri Sunscreen yang Tak Cocok untuk Kulit

Bisa Bikin Flek Hitam, Ini 5 Ciri-ciri Sunscreen yang Tak Cocok untuk Kulit

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 15:35 WIB

23 September Zodiak Apa? Ini Prediksi Keuangan dan Peluang Rezekinya

23 September Zodiak Apa? Ini Prediksi Keuangan dan Peluang Rezekinya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 15:31 WIB

Manga Romcom Akira Failing in Love Tembus 1 Juta Eksemplar di Seluruh Dunia

Manga Romcom Akira Failing in Love Tembus 1 Juta Eksemplar di Seluruh Dunia

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 15:30 WIB

Kenapa Wangi Parfum Cepat Hilang? Ini 7 Tips agar Aromanya Tahan Seharian

Kenapa Wangi Parfum Cepat Hilang? Ini 7 Tips agar Aromanya Tahan Seharian

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 15:24 WIB

Maarten Paes Bicara Persaingan dengan Emil Audero: Yang Penting Timnas Indonesia Juara

Maarten Paes Bicara Persaingan dengan Emil Audero: Yang Penting Timnas Indonesia Juara

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 15:23 WIB

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut Bak Apartemen

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut Bak Apartemen

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 15:23 WIB

Siswa SD Meninggal Tersedak Biji Kelengkeng MBG, Anggota DPR Minta BGN Evaluasi Menu

Siswa SD Meninggal Tersedak Biji Kelengkeng MBG, Anggota DPR Minta BGN Evaluasi Menu

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:22 WIB

Kabar Baik Industri Tekstil, Pemerintah Kaji Pembebasan PPN Pekerja Outsourcing

Kabar Baik Industri Tekstil, Pemerintah Kaji Pembebasan PPN Pekerja Outsourcing

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 15:19 WIB

×