Tambah Usia, Kebutuhan Nutrisi Perempuan Berubah

Vania Rossa, Firsta Nodia

Kamis, 17 Mei 2018 | 18:00 WIB
Tambah Usia, Kebutuhan Nutrisi Perempuan Berubah
Ilustrasi perempuan dengan diet atau pola makan sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Usia ternyata tak hanya memengaruhi kondisi tubuh, tapi juga kebutuhan nutrisi seseorang. Perempuan membutuhkan asupan nutrisi yang berbeda di setiap fase usianya. Hal ini disampaikan oleh Susan Bowerman, Senior Director Worldwide Nutrition Education and Training Herbalife Nutrition. Pemahaman ini sangat penting diketahui agar perempuan bisa hidup seimbang dan menikmati hidup sehat.

Berikut beberapa nutrisi yang perlu dipenuhi perempuan dalam setiap jenjang usia, menurut Susan Bowerman.

Usia 20-an
Asupan air putih harus sangat diperhatikan. Alasannya, aktivitas yang padat pada fase usia ini kerap membuat perempuan lupa memenuhi kebutuhan cairannya. Susan pun mengimbau untuk selalu membawa botol air besar setiap beraktivitas agar Anda dapat mencukupi kebutuhan cairan 2 liter per hari.

Susan juga mengingatkan perempuan untuk memerhatikan asupan kalsium dan asam folat. Jangan lupa, di usia 20-an tubuh masih membangun tulang. Tulang akan kuat hanya akan didapat jika Anda setidaknya mengonsumsi 1.000 mg kalsium setiap hari. Nutrisi tersebut bisa didapat dari beberapa jenis makanan seperti yoghurt, susu, tahu, sarden, dan sumber kalisum lainnya.

Usia 30-an
Perempuan di usia 30-an seharusnya sudah tidak menerapkan pola makan seperti masa remaja. Di usia 30-an, metabolisme mulai melambat dan perempuan mulai kehilangan massa ototnya. Susan menyarankan untuk mengganti asupan makanan yang berasal dari olahan karbohidrat, seperti roti dan kue atau minuman manis, dengan asupan makanan segar dan air putih.

Jangan lupakan olahraga secara rutin. Massa otot perempuan akan menurun sekitar lima persen setiap dekade, dan ini dimulai ketika Anda menginjak usia 30 tahun. Untuk menjaga massa otot, tambahkan sedikit olahraga beban ke dalam porsi olahraga harian. Selain itu, jangan lupa mengonsumsi protein dalam jumlah yang memadai untuk membantu menghindari hilangnya massa otot.

Usia 40-an
Jangan heran jika kadar kolesterol dan tekanan darah semakin naik. Ini karena Anda semakin dekat dengan fase menopause. Lindungi jantung Anda dengan olahraga rutin dan konsumsi makanan sehat. Pilihan terbaik adalah sayuran berwarna hijau gelap dan buah-buahan segar.

Di fase ini, kata Susan, penting untuk memerhatikan asupan vitamin D yang akan membantu tubuh menyerap kalsium dengan lebih baik. Selain itu, vitamin D juga dapat membantu menjaga sistem imun tetap kuat dan melindungi Anda dari risiko kanker payudara dan kanker usus besar. Ingat, simpanan vitamin D di dalam tubuh akan menurun saat memasuki usia 40.

Antioxidan seperti vitamin A, C, dan E juga akan membantu mencegah atau menunda kerusakan sel yang akan menyebabkan penuaan. Makanan yang direkomendasikan pada fase ini adalah paprika merah, jeruk, wortel, ubi jalar, dan kacang-kacangan.

baca juga

Usia 50-an
Berdasarkan data dari The National Heart, Lung and Blood Institute, risiko penyakit jantung pada perempuan menjadi lebih tinggi ketika menginjak usia 50-an. Konsumsi serat akan membantu menekan tingkat kolesterol dalam tubuh, yang akan berdampak baik pada kesehatan jantung. Serat juga akan menjaga Anda untuk kenyang lebih lama guna membantu mengontrol berat badan anda.

Beberapa penelitian memaparkan bahwa 10-30 persen orang berusia 50 tahun ke atas mengalami penurunan kemampuan tubuh dalam menyerap vitamin B12. Maka dari itu, perlu dipertimbangkan untuk menambahkan suplemen vitamin B12 dan meningkatkan asupan Omega 3 dengan mengonsumsi makanan seperti ikan salmon, minyak ikan, dan lainnya.

Usia 60-an
Anda memiliki banyak waktu luang di fase ini, yang bisa digunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan baru seperti pergi berlibur, mengikuti kursus, atau berolahraga. Pokoknya, apapun yang dapat melatih fisik dan kinerja otak secara rutin.

Asupan nutrisi ditambah dengan probiotik menjadi penting pada fase usia ini. Alasannya, kesehatan pencernaan berubah seiring bertambahnya usia. Berkurangnya bakteri baik di tubuh akan diikuti dengan penurunan kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi penting. Maka dari itu, perlu mengonsumsi probiotik untuk merangsang pertumbuhan bakteri baik di dalam tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mana yang Lebih Sehat, Tahu atau Tempe?

Mana yang Lebih Sehat, Tahu atau Tempe?

Health | Kamis, 09 November 2017 | 11:11 WIB

Jangan Salah, Pangan Lokal Ternyata Kaya Zat Gizi Lho!

Jangan Salah, Pangan Lokal Ternyata Kaya Zat Gizi Lho!

Health | Selasa, 31 Oktober 2017 | 19:26 WIB

Kekurangan Zat Gizi Mikro Bisa Picu Penyakit Jantung

Kekurangan Zat Gizi Mikro Bisa Picu Penyakit Jantung

Health | Selasa, 31 Oktober 2017 | 16:13 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB