Lima Cara Sederhana Pangkas Risiko Kanker Payudara

Ririn Indriani

Jum'at, 22 Juni 2018 | 14:31 WIB
Lima Cara Sederhana Pangkas Risiko Kanker Payudara
Perempuan kampanye melawan kanker payudara. [shutterstock]

Suara.com - Kanker payudara merupakan penyakit yang sangat menakutkan bagi perempuan.

Prevalensi penyakit ini juga cukup tinggi di Indonesia. Menurut data Riset dan Kesehatan Dasar 2013, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 dari 1.000 penduduk atau sekitar 347 ribu orang.

BACA JUGA: 7 Fesyen 90-an yang Kembali Nge-hits, Pakai Yuk!

Di Indonesia, kasus baru kanker payudara menjadi kasus kematian tertinggi dengan angka 21,5 pada setiap 100.000 orang. Dan yang memprihatinkan, seperti dilansir dari Meetdoctor, 70 persen pasien kanker payudara baru datang ke fasilitas kesehatan pada stadium lanjut.

Menurut dr. Kristi Funk, ahli bedah payudara pendiri Pink Lotus Breast Cancer di Los Angeles, yang telah merawat survivor kanker payudara, Sheryl Crow, ada cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kanker payudara. Apa saja? Simak tipsnya dilansir dari Today.

1. Jangan merasa aman karena riwayat keluarga Anda bersih dari kanker payudara
Banyak perempuan lengah terhadap kanker payudara, karena menganggap tidak ada riwayat keluarga yang mengalaminya.

BACA JUGA: Yuk, Coba Jalan Mundur dan Rasakan 4 Manfaat Sehat Ini!

Padahal, hanya karena bibi atau nenek tidak pernah terkena kanker payudara, bukan berarti Anda aman 100 persen. Faktanya, sebagian besar kasus tidak melibatkan perempuan yang memiliki kerabat tingkat pertama dengan kanker payudara.

2. Akrab dengan sayur dan buah
Diet dengan memperbanyak buah dan sayuran tidak hanya efektif untuk menurunkan berat badan, tapi juga mengurangi risiko Anda dari penyakit mematikan, seperti kanker payudara ini.

Funk merekomendasikan untuk menerapkan pola makan nabati yang memperbanyak buah dan sayuran. Selain itu, ia mendorong perempuan untuk makan satu sendok makan biji rami, minum tiga cangkir teh hijau dan mengonsumsi setengah cangkir brokoli kukus atau mentah setiap hari.

3. Jalan kaki 11 menit
Malas olahraga? Paksakan untuk bergerak setiap hari. Funk menyarankan agar wanita berjalan 5 jam atau berolahraga selama 2,5 jam dalam seminggu dalam situasi yang ideal. Tidak punya waktu berolahraga? Tenang, berjalan kaki atau berolahraga selama 11 menit sehari saja telah terbukti mengurangi risiko kanker payudara hingga 18 persen.

4. Jangan takut pada kedelai
Kedelai dianggap dapat meningkatkan hormon yang bisa jadi penyebab kanker payudara. Padahal, menurut Funk, studi terbaru menunjukkan bahwa 1-2 porsi kedelai sehari, dalam bentuk tahu atau susu kedelai, telah terbukti dapat mengurangi risiko kanker payudara.

5. Temukan kedamaian
Stres dapat memicu penyakit apa pun termasuk kanker payudara. Hindarilah stres dan buatlah hidup Anda lebih nyaman dan bahagia.

Funk percaya pada kekuatan meditasi dan cinta. Sistem pendukung berjalan seiring dengan kesehatan yang lebih baik. Menurut Funk, data menunjukkan bahwa orang-orang yang hidup lebih bahagia, lebih sehat dan lebih lama adalah ketika mereka memiliki cinta dalam hidup mereka.

Jadi, tebarkan cinta dan temukan kedamaian jika ingin hidup lebih sehat dan bahagia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiga Negara Ini Paling Banyak Alami Kasus Kematian Akibat Kanker

Tiga Negara Ini Paling Banyak Alami Kasus Kematian Akibat Kanker

Health | Rabu, 06 Juni 2018 | 17:07 WIB

Imunoterapi, Amunisi Terbaru Melawan Kanker

Imunoterapi, Amunisi Terbaru Melawan Kanker

Health | Rabu, 06 Juni 2018 | 09:24 WIB

Pijat Payudara, 7 Manfaat Menakjubkan Ini Dirasakan Perempuan

Pijat Payudara, 7 Manfaat Menakjubkan Ini Dirasakan Perempuan

Health | Minggu, 03 Juni 2018 | 22:15 WIB

Terkini

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

×