28 Hari Pertama, Bayi Butuh Perawatan Ini

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Kamis, 05 Juli 2018 | 11:42 WIB
28 Hari Pertama, Bayi Butuh Perawatan Ini
Ilustrasi perawatan wajah bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Satu bulan pertama kehidupan bayi adalah masa yang sangat penting dan rentan bagi bayi. Oleh karena itu, bayi membutuhkan perawatan terbaik di 28 hari pertama hidupnya ini. Demikian dikatakan dr. Bernie Endyarnie Medise, SpA(K), Mph, dari UKK Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Kerentanan bayi di 28 hari pertama hidupnya ini di antaranya kulitnya yang belum berkembang dengan baik sehingga rawan terjadi gangguan dan infeksi, daya tahan tubuh yang masih lemah sehingga mudah terserang penyakit, serta sistem pencernaan yang belum berkembang dengan baik sehingga asupan nutrisi harus diberikan dengan tepat.

"Itulah kenapa di 28 hari pertama bayi, kita harus ekstra hati-hati. Nutrisi dan stimulasi itulah yang penting. Stimulasi macam-macam, yang berguna membantu pertumbuhan otak. Semuanya terjadi sangat cepat, sehingga kita harus benar-benar memberikan yang tepat dan terbaik," ujar dr. Bernie dalam acara Sentuhan Cinta bersama Johnson's di Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Lantas, apa cara terbaik yang bisa diberikan ibu pada masa neonatal? Diungkapkan dr. Bernie, ibu dapat memenuhi kebutuhan dan perawatan yang mencakup fisik, mental atau emosional, dan spiritual yang berkaitan dengan etika dan agama. Kebutuhan fisik sendiri meliputi pemenuhan nutrisi, perawatan fisik seperti rambut dan kulit, serta stimulasi fisik.

Kebutuhan emosional dan spiritual juga tak kalah penting. Memberikan kasih sayang yang tulus dan stimulasi multisensori bisa membuat bayi memiliki emosional yang baik, yang akan berpengaruh pada banyak hal di fase awal kehidupan awalnya, hingga ia tumbuh dan berkembang.

"Stimulasi itu bisa berbentuk pijatan. Atau stimulasi multisensori yang bisa dilakukan kapan pun, salah satunya saat mandi. Bayi jadi tahu rasa air hangat, diajak ngomong oleh ibunya, indera pendengarnya makin baik. 'Oh ibuku menyebut air, air tuh yang ini', dan bayi akan tahu rasanya hangat, penciuman dari harum-haruman sabun. Semua itu bentuk stimulasi," jelasnya.

Stimulasi yang dilakukan sejak dini, khususnya di 28 hari pertama kehidupan bayi, kata dr. Bernie, akan bermanfaat sebagai cikal bakal proses pembelajarannya di masa yang akan datang, bermanfaat untuk pendidikan dan pelatihannya, serta dapat mengoptimalkan tumbuh kembang dan kesehatan bayi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mayat Bayi Ditolong Seekor Anjing

Mayat Bayi Ditolong Seekor Anjing

News | Selasa, 19 Juni 2018 | 08:33 WIB

Divonis Meninggal saat Lahir, Bayi Menangis saat Mau Dikubur

Divonis Meninggal saat Lahir, Bayi Menangis saat Mau Dikubur

News | Senin, 28 Mei 2018 | 14:54 WIB

Di Pulau Ini, Bayi Pertama Lahir dalam 12 Tahun

Di Pulau Ini, Bayi Pertama Lahir dalam 12 Tahun

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 05:26 WIB

Terkini

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik

Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah

7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Review Film M3GAN 2.0: Aksi Penuh Gaya dari Boneka Ikonik Generasi Baru!

Review Film M3GAN 2.0: Aksi Penuh Gaya dari Boneka Ikonik Generasi Baru!

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Sinyal Positif: Realisasi Pajak Lampung Meroket 25 Persen di Semester I

Sinyal Positif: Realisasi Pajak Lampung Meroket 25 Persen di Semester I

Lampung | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Tak Hanya Soal Usia, Ini Perbedaan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak

Tak Hanya Soal Usia, Ini Perbedaan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Tragedi di Punggung Naga: Pelukan Tebing Gunung Piramid Merenggut Nyawa Pendaki dan Pemandunya

Tragedi di Punggung Naga: Pelukan Tebing Gunung Piramid Merenggut Nyawa Pendaki dan Pemandunya

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:49 WIB

×