Duh, Keseringan Makan Burger Bisa Bikin Asma Kambuh

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 06 Juli 2018 | 18:30 WIB
Duh, Keseringan Makan Burger Bisa Bikin Asma Kambuh
Ilustrasi seorang perempuan menikmati burger. [Shutterstock]

Suara.com - Burger tampaknya menjadi salah satu jenis junk food yang paling banyak digemari di seluruh dunia. Isi daging yang juicy di dalam setangkup roti empuk ini menjadi salah satu godaan banyak orang ketika ingin memulai diet. Tapi, tahukah Anda bahwa di balik kelezatan yang ditawarkan burger ada risiko yang mengintai, terutama bagi Anda yang mengidap asma.

Sebuah studi terkini menyebut bahwa konsumsi burger tiga kali atau lebih dalam seminggu bisa meningkatkan risiko mengidap asma.

Temuan ini didapat peneliti dari Universitas Sichuan di China. Mereka menemukan bahwa burger memicu perburukan kondisi paru-paru yang memengaruhi lima juta orang di Inggris. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi burger juga dapat meningkatkan risiko mengi dan penyakit alergi lainnya, seperti hayfever dan rinitis alergi.

Yang menarik, beberapa jenis junk food lainnya seperti minuman bersoda, pizza, maupun kentang goreng tidak memiliki efek seburuk burger.

“Konsumsi makanan cepat saji selama ini dikaitkan dengan kualitas diet yang buruk, asupan kalori yang tinggi, serta kelebihan berat badan pada anak-anak dan remaja. Obesitas adalah risiko utama untuk asma dan alergi," ujar Dr. Gang Wang selaku peneliti utama.

Ia menambahkan, pola makan yang buruk ini cenderung berkontribusi terhadap peningkatan risiko asma atau mengi melalui beberapa mekanisme. Pertama, misalnya, asam lemak jenuh yang terkandung dalam burger dapat mengaktifkan reseptor yang mengarah pada pelepasan bahan kimia pro-inflamasi yang pada gilirannya dapat berkontribusi terhadap peradangan kronis di saluran pernapasan.

Selain itu, konsumsi makanan cepat saji, kata dr. Wang, juga mengurangi konsumsi makanan yang kaya nutrisi pelindung, seperti buah-buahan dan sayuran.

"Buah dan sayuran mengandung banyak bahan kimia yang memiliki sifat antioksidatif dan antiinflamasi. Penurunan asupan buah dan sayuran cenderung memiliki dampak negatif pada prevalensi asma," tambah dia.

Meski demikian, dr. Wang menyebut perlunya penelitian tambahan untuk memperkuat temuannya. Yang pasti, ia mengimbau masyarakat agar mengurangi konsumsi junk food seperti burger, terutama jika Anda atau anggota keluarga memiliki riwayat asma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada di Batam, Seperti Ini Rasa Burger Daging Rusa

Ada di Batam, Seperti Ini Rasa Burger Daging Rusa

Lifestyle | Jum'at, 22 Juni 2018 | 19:39 WIB

Sakit Asma Tak Kunjung Sembuh, Kakek Ini Bunuh Diri Pakai Petasan

Sakit Asma Tak Kunjung Sembuh, Kakek Ini Bunuh Diri Pakai Petasan

News | Minggu, 27 Mei 2018 | 02:00 WIB

Persalinan Caesar Meningkatkan Risiko Asma pada Anak

Persalinan Caesar Meningkatkan Risiko Asma pada Anak

Health | Selasa, 22 Mei 2018 | 14:12 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB