Isu Susu Kental Manis Mereda, Peternak Sapi Buka Suara

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 20 Juli 2018 | 10:07 WIB
Isu Susu Kental Manis Mereda, Peternak Sapi Buka Suara
Susu kental manis. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa waktu lalu, pro kontra soal susu kental manis bergulir, dan para pakar kesehatan mengemukakan bahwa kental manis tak bisa disebut susu, karena kandungan susunya yang dinilai sangat sedikit.

Di sisi lain BPOM menilai bahwa kental manis bukanlah produk berbahaya dan aman dikonsumsi sebagai pelengkap hidangan.

Nah, ketika isu ini mulai mereda, Gabungan Koperasi Susu Indonesia yang terdiri dari para peternak sapi pun buka suara.

Dalam rilis yang diterima Suara.com, Jumat (20/7/2018), Dedi Setiadi, Ketua Umum Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), mengatakan selama ini peternak sapi lokal menggantungkan kehidupan dari besarnya potensi pasar susu di Tanah Air, dimana salah satunya dari produk kental manis.

Hal yang sama berlaku sebaliknya, di mana, kata dia, produsen susu kental manis sangat bergantung pada peternak sapi perah lokal untuk dapat menyediakan susu segar berkualitas baik untuk dapat memberikan produk terbaik bagi konsumen.

"Susu kental manis diproduksi dari bahan dasar susu segar yang diserap dari ribuan sapi perah milik para peternak lokal yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Setiap harinya, ribuan ton bahan baku susu segar telah melewati proses quality checking dari koperasi-koperasi susu setempat sebelum dikirimkan ke berbagai Industri Pengolahan Susu," ujar Dedi Setiadi yang juga menjabat sebagai Ketua Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU).

Ia menambahkan, hubungan positif antara peternak sapi dan pabrikan susu telah berlangsung sejak lama. Kehadiran SKM telah dimulai sejak tahun 1870an dalam bentuk impor, tetapi secara perlahan dapat diproduksi secara mandiri di Indonesia.

Sejak saat itu, perusahaan susu kental manis secara rutin menyerap hasil susu produksi para peternak sapi perah lokal yang secara langsung telah membantu meningkatkan kesejahteraan para peternak sapi perah di Indonesia, termasuk para anggota GKSI yang jumlahnya mencapai 120.000 peternak.

Adapun, kapasitas produksi pabrik susu kental manis di dalam negeri saat ini mencapai 812.000 ton per tahun dengan nilai investasi mencapai Rp 5,4 triliun serta total penyerapan tenaga kerja sebanyak 6.652 orang.

baca juga

"Keberadaan GKSI tidak hanya bertujuan untuk membantu menyejahterakan para peternak sapi perah binaan melalui berbagai program pembinaan peternak, namun secara jangka panjang, bersama dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di industri persusuan, untuk bisa berkontribusi dalam memberikan solusi dari tantangan-tantangan yang ada untuk menjaga ekosistem bisnis yang tetap positif," tambah Dedi Setiadi.

Hal senada disampaikan Aun Gunawan, Ketua Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS). Dia berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di industri susu dapat memiliki visi sejalan untuk mengembangkan industri yang memiliki potensi sangat besar ini.

"Tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih tergolong rendah yaitu sebesar 12 liter per orang per tahun, dibandingkan negara-negara lain di ASEAN yang mencapai lebih dari 20 liter per kapita per tahun. Sementara bahan baku produksi susu sebagian besar masih diimpor. Para peternak sapi lokal tengah berupaya untuk mengejar kebutuhan bahan baku susu segar untuk industri susu dalam negeri tersebut," terangnya panjang lebar.

Aun Gunawan menilai, kehadiran berbagai macam isu dalam pasar susu yang menjadi polemik juga berpengaruh pada pendapatan peternak sapi perah. Bukan tidak mungkin, kata dia, polemik seperti ini membuat para investor enggan membangun pabrik pengolahan susu atau peternakan susu di Indonesia.

Di bagian hulu mata rantai industri susu inilah juga bersama koperasi, para Industri Pengolahan Susu melakukan berbagai macam program kemitraaan baik secara infrastruktur maupun pembinaan edukasi untuk para peternak sapi perah dengan tujuan agar dapat menghasilkan kualitas susu segar yang prima.

Baik dari Frisian Flag Indonesia, Nestle maupun Indolakto, telah melakukan berbagai macam program kemitraan dengan para peternak sapi perah lokal mulai dari program penyuluhan, pemberian edukasi, fasilitas dan pelatihan langsung.

Corporate Affairs Director, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) Andrew F. Saputro menuturkan, selama ini pihaknya telah bekerja sama dengan peternak sapi lokal untuk memasok bahan baku bagi perusahaan sejak lama. Ia pun mengklaim produk Frisian Flag telah memenuhi standar pengolahan yang tinggi dan berpaku pada regulasi yang berlaku baik BPOM, SNI maupun Codex, salah satunya seperti pada Kental Manis.

"Sebagai bagian dari FrieslandCampina yang juga adalah sebuah koperasi, kami berkomitmen untuk melakukan program kemitraan dengan para peternak sapi perah lokal ini agar susu segar yang dihasilkan berkualitas sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan peternak dan dapat diolah menjadi produk-produk susu berkualitas," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beda Susu Kental Manis dengan Krimer Kental Manis

Beda Susu Kental Manis dengan Krimer Kental Manis

Lifestyle | Sabtu, 14 Juli 2018 | 11:00 WIB

Viral, Susu Kental Manis Jadi Guyonan Warganet

Viral, Susu Kental Manis Jadi Guyonan Warganet

Tekno | Selasa, 10 Juli 2018 | 19:30 WIB

Iklan Susu Kental Manis Menyesatkan, BPOM : Perlu Revisi Aturan

Iklan Susu Kental Manis Menyesatkan, BPOM : Perlu Revisi Aturan

Health | Senin, 09 Juli 2018 | 19:02 WIB

Terkini

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 08:51 WIB

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 08:50 WIB

14 Kode Redeem FF 29 September 2026, Segera Klaim Reward Gratis dari Garena

14 Kode Redeem FF 29 September 2026, Segera Klaim Reward Gratis dari Garena

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 08:48 WIB

Daftar Saham Ambruk Usai Batas Bawah Rp50 Dihapus, Aksi Jual Massal Bikin Heboh

Daftar Saham Ambruk Usai Batas Bawah Rp50 Dihapus, Aksi Jual Massal Bikin Heboh

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 08:45 WIB

Fenomena Split Bill Gen Z: Mengurai Relasi Kuasa Patriarki di Meja Makan

Fenomena Split Bill Gen Z: Mengurai Relasi Kuasa Patriarki di Meja Makan

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 08:45 WIB

Peras Perangkat Desa Jutaan Rupiah Pakai Dalih Hapus Berita, Kedok 2 Wartawan Bodong Terbongkar

Peras Perangkat Desa Jutaan Rupiah Pakai Dalih Hapus Berita, Kedok 2 Wartawan Bodong Terbongkar

Lampung | Selasa, 29 September 2026 | 08:44 WIB

Kanwil BPN Jatim Digeledah KPK, ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Kanwil BPN Jatim Digeledah KPK, ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

News | Selasa, 29 September 2026 | 08:33 WIB

Jualan 30 Menit Langsung Ludes! Berkah Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Bikin Ketiban Rezeki

Jualan 30 Menit Langsung Ludes! Berkah Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Bikin Ketiban Rezeki

Jawa Tengah | Selasa, 29 September 2026 | 08:33 WIB

vivo Pad6 Pro Bawa Layar 4K 144Hz dan Snapdragon 8 Elite Gen 5

vivo Pad6 Pro Bawa Layar 4K 144Hz dan Snapdragon 8 Elite Gen 5

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 08:33 WIB

Apakah Shio Macan Hoki di Bulan Oktober 2026? Cek Peruntungan Lengkapnya

Apakah Shio Macan Hoki di Bulan Oktober 2026? Cek Peruntungan Lengkapnya

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 08:30 WIB

×