5 Penyakit Langka yang Mengerikan, Nomor 1 Mirip Manusia Serigala

Ade Indra Kusuma, Vessy Dwirika Frizona

Rabu, 08 Agustus 2018 | 15:45 WIB
5 Penyakit Langka yang Mengerikan, Nomor 1 Mirip Manusia Serigala
Penyakit langka [Foto: Instagram]

Suara.com - Munculnya penyakit langka dan aneh memang tidak begitu dipahami oleh para dokter asal muasal sebabnya. Sekitar 80 persen penyakit langka disebabkan oleh faktor genetik. Ketegori suatu penyakit bisa dikatakan langka dan berbeda-beda di setiap negara.

Di Indonesia misalnya, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) merilis suatu penyakit yang penderitanya kurang dari 1 per-2000 orang dalam sutu populasi, nah hal itu bisa dikategorikan langka.

Sementara, di negara-negara Uni Eropa penyakit yang masuk kategori langka, kasusnya tidak lebih dari 0.5 persen. Di
Taiwan, tidak lebih dari 0.1 persen, dan di Amerika Serikat jumlahnya kurang dari 0.75 persen.

Penelitian mengungkap sekitar 7 ribu penyakit langka ada di dunia diderita oleh 8-10 persen penduduk, namun itu
belum termasuk yang tidak dilaporkan.

Membahas soal penyakit langka, inilah 5 penyakit langka di dunia paling mengerikan yang dirangkum Suara.com dari berbagai sumber.

Hypertrichosis

Hypertrichosis [Foto: Instagram]
Hypertrichosis [Foto: Instagram]

Hypertrichosis adalah jumlah pertumbuhan rambut yang tidak normal di seluruh tubuh. Terdapat dua jenis hipertrikosis, yaitu hipertrikosis umum, yang terjadi di seluruh tubuh, dan hipertrikosis lokal, yang terbatas pada area tertentu.

Penyakit langka Hipertrikosis bisa terjadi akibat kongenital (bawaan sejak lahir) atau terjadi tiba-tiba. Hypertrichosis dikenal juga dengan sebutan sindrom manusia serigala. Untuk mengatasi hypertrichosis bisa dengan mencukur secara teratur atau memakai krim perontok rambut, baik digunakan selama tidak ada luka dan alergi.

Pica disorder

baca juga
Pica disorder [Foto: Instagram]
Pica disorder [Foto: Instagram]

Pica adalah gangguan psikologis yang ditandai dengan selera memakan yang tidak wajar dan tidak bergizi. Seperti seperti es (pagofagia), rambut (trichophagia), kertas (xylophagia), cat, logam (metallophagia), batu (lithophagia) atau tanah (geophagia) dan kaca (hyalophagia).

Penderita penyakit langka ini berpotensi mengalami keracunan pada anak-anak, yang dapat menyebabkan gangguan perkembangan fisik dan mental, juga infeksi dalam tubuh. Pica disorder erat kaitannya dengan gangguan mental dan emosional lain. Stres seperti trauma emosional, kehilangan ibu, hingga masalah keluarga.

Mikrosefali

Mikrosefali [Foto: Youtube]
Mikrosefali [Foto: Youtube]

Mikrosefali adalah penyakit langka pada  kelainan bentuk pada kepala bayi yang dapat terlihat sejak lahir. Ukuran kepa bayi terlihat lebih kecil dari bayi pada umumnya. Hal ini disebabkan oleh otak bayi yang tidak berkembang dengan baik saat dalam kandungan, bahkan berhenti sama sekali. Penderita mikrosefali biasanya mengalami keterbelakangan mental atau gangguang pertumbuhan.

Progeria

Progeria [Foto: Youtube]
Progeria [Foto: Youtube]

Ciri penderita progeria dapat terlihat secara fisik pada bayi. Penyakit langka ini terjadi karena kelainan genetik progresif pada bayi yang menyebabkan wajahnya terlihat tua. Gejala lainnya terdeteksi dari kerontokan rambut, melambatnya pertumbuhan tinggi dan berat badan, hilangnya masa otot, tulang rapuh, sendi kaku, bentuk wajah yang menyempit, rahang mengecil, mata menonjol, pembuluh darah terlihat, suara yang nyaring, pembentukan gigi yang tertunda, hingga gangguan pendengaran, yang mana seluruh gejala itu biasanya dialami orang berusia 50 tahun.

Exploding head syndrome

Ilustrasi exploding head syndrome [Foto: Youtube]
Ilustrasi exploding head syndrome [Foto: Youtube]

Exploding Head Syndrome ditandai dengan penderita mengalami gangguan tidur karena merasa ada suara yang terdengar seperti sebuah bom meledak, tembakan pistol, benturan simbal, atau versi lain dari suara keras yang selalu mengganggu dalam kepala seseorang ketika mencoba untuk tidur.  EFek penyakit langka ini disertai dengan kilatan cahaya terang, sesak napas, peningkatan denyut jantung, tanpa ada tanda-tanda fisik. Exploding Head Syndrome sering disebut ledakan bom dalam kepala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Alami Endometriosis, Perempuan Ini Selalu Dikira Hamil

Alami Endometriosis, Perempuan Ini Selalu Dikira Hamil

Health | Selasa, 07 Agustus 2018 | 20:30 WIB

Perempuan Ini Buktikan Penyakit Langka Bukan Halangan Jadi Model

Perempuan Ini Buktikan Penyakit Langka Bukan Halangan Jadi Model

Lifestyle | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 13:44 WIB

Kemenkes Imbau Masyarakat Konsumsi SKM dengan Bijak

Kemenkes Imbau Masyarakat Konsumsi SKM dengan Bijak

Health | Senin, 30 Juli 2018 | 14:00 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×